Dialog IJEW 2021, Menteri LHK Inginkan Taman Nasional Indonesia Seperti di Jepang


Kamis, 14 Januari 2021 - 12:24:44 WIB
Dialog IJEW 2021, Menteri LHK Inginkan Taman Nasional Indonesia Seperti di Jepang Dialog IJEW 2021, Menteri LHK Inginkan Taman Nasional Indonesia Seperti di Jepang

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pekan Lingkungan Hidup Indonesia - Jepang 2021 atau IJEW 2021 diawali dengan dialog kebijakan lingkungan hidup antara kedua negara secara virtual, Rabu (13/1/2021).

Dialog kebijakan IJEW 2021, diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup Jepang (MoEJ) dan dihadiri secara daring oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya.

Baca Juga : Pemerintah Resmi Larang PNS Terlibat FPI hingga PKI

“Karena pentingnya agenda ini, kami menganggap perlu untuk terus mengadakan dialog kebijakan, sekaligus memulai pembaruan nota kerja sama meski di tengah pandemi,” kata Siti Nurbaya di awal kata sambutannya.

Baik Indonesia maupun Jepang, sama-sama menghadapi banyak tantangan lingkungan, dan memiliki pengalaman berbeda dalam penanganannya. Oleh karena itu, sangat bermanfaat untuk bertukar pengalaman, dan melakukan kegiatan bersama di lapangan.

Baca Juga : Terkait Dugaan Rasisme ke Natalius Pigai, KNPI Polisikan Abu Janda

Dialog Kebijakan Lingkungan Hidup Indonesia – Jepang yang ketiga ini, merupakan agenda lanjutan dua pertemuan sebelumnya yang diadakan di Indonesia pada tahun 2014 dan 2018.

Sedangkan untuk Jepang, IJEW 2021 merupakan pekan lingkungan hidup yang keempat, setelah penyelenggaraan di Myanmar, Vietnam, dan Thailand dalam tiga tahun berturut-turut sebelumnya.

Baca Juga : Masyarakat Diimbau Tetap Waspada, Begini Kondisi Terkini Gunung Merapi

“Policy Dialogue dan IJEW 2021 akan meningkatkan kerja sama bilateral Jepang-Indonesia. Selain itu, kedua agenda ini akan berkontribusi pada komunitas regional dan global, di ASEAN dan G20, ”ujar Menteri Lingkungan Hidup Jepang Koizumi Shinjiro pada sesi pembukaan Dialog.

Dalam dialog tersebut juga disampaikan
Pesan anak-anak dan remaja dari kedua negara. Mereka menyampaikan pesan tentang pentingnya pengendalian penggunaan merkuri. 

Baca Juga : Fahri Hamzah Minta Presiden Membakukan UU Pemilu

Siswa dari SMA Minamata melakukan presentasi tentang apa yang mereka pelajari dari pembelajaran merkuri. Sementara itu, siswa sekolah dasar Azsyuradari, dari daerah Pertambangan Emas Kecil Artisanal (PESK) di Gorontalo Sulawesi, berbagi kesadarannya tentang bahaya merkuri.

“Saya berjanji untuk meminta ayah saya agar tidak menggunakan merkuri lagi, dan teman-teman saya untuk tidak bermain di situs PESK,” katanya.

Menteri Siti dan Menteri Koizumi sangat tersentuh dengan kesaksian mereka. Menteri Siti mengundang mereka, baik dari Minamata, Jepang maupun Gorontalo, Sulawesi untuk menghadiri konferensi merkuri internasional November 2021 mendatang di Bali, yaitu Konferensi Keempat Para Pihak Konvensi Minamata (COP-4 Konvensi Minamata). 

Sementara, Menteri Koizumi menekankan pentingnya tindakan generasi muda untuk mengatasi masalah lingkungan seperti pengelolaan merkuri.

Dialog Kebijakan tingkat Menteri tersebut diakhiri dengan diskusi bilateral. Menteri Siti menyampaikan perkembangan kerja sama lingkungan bilateral yang menggembirakan. 

Ia meyakini, jika progres negosiasi nota kerja sama saat ini terus berjalan dengan baik, maka implementasi kerja sama ke depan akan terstruktur dengan sangat baik, namun cukup fleksibel.

“Dengan berbagai kegiatan kerjasama, baik besar maupun kecil, yang terencana dengan baik dalam Plan of Action, dan disertai dengan penataan implementasi secara tertulis pada tingkat detail yang sepadan, semua itu semestinya memudahkan implementasi, dan mendorong kerjasama kita,” ujar Menteri Siti.

Menteri Koizumi menyampaikan harapannya untuk memperdalam kerja sama khususnya di bidang perubahan iklim, sampah plastik laut, dan pengelolaan merkuri.

Terlepas dari tiga isu tersebut, Menteri Siti menyampaikan pembahasan lain diantaranya promosi pariwisata di taman nasional dan kawasan konservasi lainnya.

“Saya telah melihat dengan mata kepala sendiri, betapa taman nasional di Jepang begitu populer baik untuk turis internasional maupun domestik. Sehubungan dengan hal ini, saya menantikan kegiatan kerjasama pada fase kerjasama kita yang akan datang,” katanya.

Lebih lanjut, Menteri Siti mengharapkan hal yang sama dengan bidang kerja sama lainnya, termasuk pencemaran lingkungan, pengelolaan limbah dan zat berbahaya, pengelolaan danau berkelanjutan, dan penegakan hukum lingkungan. (*)

Reporter : Sam | Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]