302 Mahasiswa UMMY Solok Terima KIP-K dari Kementerian Pendidikan


Kamis, 14 Januari 2021 - 17:26:03 WIB
302 Mahasiswa UMMY Solok Terima KIP-K dari Kementerian Pendidikan Perwakilan mahasiswa menerima buku tabungan dati BTN disaksikan Rektor UMMY Solok Syahro Ali Akbar. ALFIAN

SOLOK, HARIANHALUAN.COM - UMMY Solok mencatat rekor terbaik dipenghujung tahun 2020. Sebanyak 302 orang mahasiswanya menerima Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K) yang dulu dikenal beasiswa bidikmisi dari Kementerian Pendidikan Nasional.

Penyerahan tabungan KIP-K itu dilaksanakan Kamis sore (14/1) oleh Direktur Bank Tabungan Negara kepada perwakilan mahasiswa disaksikan Rektor UMMY Solok Syahro Ali Akbar dan Ketua Yayasan Suryadi Azmi.

Baca Juga : TK Unggul Terpadu Padang Pariaman Gelar Pelatihan Pengelolaan Keuangan Sekolah

Sebelumnya mahasiswa UMMY Solok juga memerima beasiswa bibikmisi yang tahun 2020 berubah nama menjadi KIP-K, jumlahnya hanya 5 orang, 14 orang dan 50 orang saja. Namun dipenghujung tahun 2020 lolos 302 orang, ujar Rektor UMMY Solok Syahro Ali Akbar dihadapan pengurus yayasan, pembantu rektor, dosen dan mahasiswa.

Ini artinya bahwa UMMY Solok semakin menunjukan prestasinya dan dikenal di nusantara. Kualitas UMMY Solok sudah mengiringi kualitas Perguruan Tinggi Swasta lainnya di Indonesia.

Baca Juga : Santri Perguruan Thawalib Padang Panjang Jadi Duta Besar Sekolah

Masyarakat, dosen dan mahasiswa patut berbangga diri namun tidak boleh sombong karena bisa saja tahun berikutnya jumlah mahasiswa penerima KIP- K menurun. Namun bagi pwngelola UMMY hal demikian tidak diinginkan, terang guru besar UMMY ini.

Ketua Yayasan Prof Muhammad Yamin Sarjana Hukum Suryadi Azmi mengatakan, lolosnya 302 orang mahasiswa UMMY sebagai penerima KIP-K patut disyukuri, apalagi bagi mahasiswa selaku penerima. Bayangkan selama 8 semester dibiayai uang kuliah oleh pemerintah melalui Dirjen Dikti. 

Baca Juga : Mendikbud: Pelaksanaan Asesmen Nasional Diundur Jadi September 2021

Jika dihitung- dihitung, untuk 1 orang mahasiswa penerima KIP selama 8 semester itu Rp 52 juta. Karena setiap bulan menerima Rp 700.000. Oleh karenamya, uang yang diterima dari pemerintah hendaklah dipergunakan untuk keperluan kuliah.

"Saya bersama rektor tidak ingin mendengar ada mahasiswa penerima KIP-K menyalahgunakan uang tersebut untuk membeli perhiasan, mentraktir teman- teman bahkan membeli hanphone yang canggih," papar Suryadi Azmi.

Baca Juga : Beri Klarifikasi soal Siswi Non-Muslim Diminta Pakai Jilbab, Kepala SMK 2 Padang: Kami Tidak Pernah Memaksa

Dibalik kesuksesan mahasiswa yang sudah lolos menerima KIP- K, tugas mahasiswa juga sangat berat yakni menjaga nama baik kampus. Kampus UMMY Solok berada dibawah naungan yayasan dengan mengambil nama pahlawan nasional Muhammad Yamin.

Jangan sampai nama pahlawan nasional tergores, melainkan harus dibesarkan bahkan mahasiswa maupun alumni harus mempromosikan UMMY Solok agar makin jaya. (*)

Reporter : Alfian | Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]