90% Penderita Kanker Paru di Sumbar Adalah Perokok


Kamis, 14 Januari 2021 - 18:28:14 WIB
90% Penderita Kanker Paru di Sumbar Adalah Perokok RSUP Dr. M Djamil Padang.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Dokter RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. Sabrina Ermayanti, SpP (K), FISR, FAPSR membeberkan, sekitar 80-90% penderita kanker paru adalah perokok. Namun problemnya sampai tahun 2019 pihaknya masih menemukan kasus lebih kurang 362 suspect kanker paru di rumah sakit itu.

Sabrina menekankan, angka tersebut baru khusus di rumah sakit yang dicurigai sebagai penderi kanker paru. Artinya banyak ditemukan kasus tersebut, rata-rata ada 1 (satu) kasus perhari.

"Tetapi begitu Covid-19 jauh menurun sekali (kasus kanker paru). Bukan berarti kasusnya berkurang karena jumlah perokok di Indonesia sebagai faktor risiko masih tinggi," ujar Sabrina seperti dtayangkan dalam YouTube RRI Padang dikutip Harianhaluan.com, Kamis (14/1/2021).

Menurut Sabrina, kanker paru menjadi masalah tertutama bagi masyarakat Indonesia. Apalagi negara ini penyumbang perokok nomor 2 di dunia.

"Ini merupakan faktor berisiko kanker paru. Mungkin kalau diajak main bola kita kalah, tapi kalau kasus perokok, TBC menang," seloroh Sabrina.

Sabrina menyebutkan, inilah yang menjadi problem dokter paru karena dampaknya sangat banyak. Seperti yang diketahui rokok sangat banyak dampaknya bukan hanya ke paru. Tetapi salah satunya adalah kanker paru.

Lebih lanjut, kata Sabrina, ada sejumlah faktor kendala yang membuat masyarakat tidak datang ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan sehingga penyakitnya dibiarkan saja atau bagaimana.

Menurut Sabrina, permasalahan kanker paru bukan hanya terkait angka kesakitannya yang tinggi. Jika di Indonesia, penderita kanker paru urutan nomor 3 setelah kanker serviks dan payudara.

"Kasus tersebut untuk kedua jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan. Kanker paru itu paling banyak pada laki-laki. Walaupun penderita kanker paru ada di nomor 3 namun penyebab kematian nomor 1 di Indonesia," ucap Sabrina.

Sabrina mengungkapkan, untuk kesembuhan kanker paru pasti ada. Namun untuk stadium 3 kemungkinan sembuh kisaran 15 persen. Hanya saja untuk sembuh total dia pun tidak berani mengatakan iya karena kanker paru paling banyak valiatif.

"Kalau kita orang beragama pasti akan mengatakan umur sudah ditentukan Allah. Dengan adanya kanker paru kita berusaha meningkatkan kualitas hidup si penderita karena dampaknya bisa menyebabkan sesak terus menerus, daya tahan tubuh turun, gampang menderita sakit lain," imbuh Sabrina. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]