GNI Luncurkan Dana Global Lawan Misinformasi Vaksin


Kamis, 14 Januari 2021 - 22:48:03 WIB
GNI Luncurkan Dana Global Lawan Misinformasi Vaksin Ilustrasi GNI

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Di tengah ketidakpastian dan perkembangan situasi pandemi virus corona, misinformasi terus bermunculan. Para pengecek fakta terus bekerja keras untuk menangkal informasi yang salah di internet, dan saat ini hampir 10.000 cek fakta tentang pandemi telah ditampilkan di berbagai produk.

Seperti dilansir dalam keterangan yang Harianhaluan.com, Kamis (14/1/2021), dimulainya distribusi global vaksin COVID-19 menambah pelik perkara misinformasi tentang vaksinasi, yang masih sulit diberantas hingga kini.

Baca Juga : Jutaan Orang Tinggalkan WhatsApp Terkait Privasi Data

Untuk mendukung upaya lebih lanjut dalam menangkal masalah ini, Google News Initiative meluncurkan dana terbuka yang disebut COVID-19 Vaccine Counter-Misinformation Open Fund senilai hingga $3 juta. Walaupun persebaran informasi keliru tentang COVID-19 bersifat global, misinformasi juga telah dimanfaatkan untuk menyasar kelompok masyarakat tertentu secara spesifik.

Beberapa riset juga menunjukkan bahwa orang-orang yang menemui misinformasi tidak selalu berusaha mengecek fakta. Oleh sebab itu, Open Fund mengundang proposal dari program-program yang bertujuan memperluas cakupan audiens cek fakta, khususnya untuk menjangkau mereka yang mungkin sangat terdampak oleh misinformasi.

Baca Juga : Kembali Viral, Aplikasi FaceApp Bikin Cowok Jadi Manis

Dana ini bersifat global dan terbuka untuk organisasi berita baik kecil maupun besar dengan rekam jejak yang telah terbukti dalam aktivitas pengecekan fakta dan penangkalan misinformasi. Dana juga menerima aplikasi dari partner yang memiliki organisasi dengan reputasi tersebut di atas.

GNI akan memprioritaskan proyek kerja sama dengan tim lintas disiplin dan metode yang jelas untuk mengukur keberhasilan. Contoh aplikasi yang memenuhi syarat antara lain penawaran kemitraan dengan proyek pengecekan fakta yang sudah mapan dan organisasi media yang memiliki akar yang dalam di komunitas tertentu, atau platform teknologi kolaboratif bagi wartawan dan dokter untuk bersama-sama mencari misinformasi dan memublikasikan hasil cek fakta.

Baca Juga : Solusi Mengatasi Bosan, Silahkan Coba Game-Game Ringan dan Seru Ini

Sebuah tim global yang terdiri dari sejumlah karyawan Google akan menjadi pemeriksa aplikasi.

Juri yang akan menyeleksi penerima dana adalah:

Baca Juga : Signal Sempat Keok Gegara Kebanjiran Pengguna Baru

• Theresa Amobi, Senior Lecturer, University of Lagos

• Ludovic Blecher, Head of Innovation, Google News Initiative

• Renee DiResta, Technical Research Manager, Stanford Internet Observer

• Susannah Eliott, CEO, Australian Science Media Centre

• Gagandeep Kang, Head of the Wellcome Trust Research Laboratory, Christian Medical College

• Alexios Mantzarlis, News and Information Credibility Lead, Google

• Syed Nazakat, Founder & CEO, Data Leads

• Ifeoma Ozoma, Founder and Principal, Earthseed

• Baybars Örsek, Director, International Fact-Checking Network

• Andy Pattison, manager of digital solutions, World Health Organization

• Angela Pimenta, Director of Operations, Projor

• Amy Pisani, Executive Director, Vaccinate Your Family

• Yamil Velez, Associate Professor of Political Science, Columbia University

• Brian Yau, Promotion & Engagement Lead, Vaccine Safety Net at WHO

Open Fund melanjutkan dukungan yang telah diberikan GNI kepada upaya-upaya jurnalistik untuk melawan misinformasi tentang pandemi pada bulan April dan Desember tahun lalu. Berharap proyek yang terpilih dapat memanfaatkan hasil riset yang didukung GNI tentang format, judul, dan sumber informasi yang paling efektif dalam mengoreksi misinformasi vaksin COVID-19. (*)

Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]