Mahfud MD Janji Kasus Laskar FPI Diungkap di Pengadilan


Jumat, 15 Januari 2021 - 11:00:06 WIB
Mahfud MD Janji Kasus Laskar FPI Diungkap di Pengadilan Mahfud MD

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah menyerahkan hasil investigasi tewasnya enam laskar FPI kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (14/1).

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, berjanji akan meneruskan laporan Komnas HAM ke pihak kepolisian.

"Nanti kita ungkap di pengadilan dan kita tidak akan menutup-nutupi dan saya akan meneruskan ini ke kepolisian," ungkap Mahfud dalam konferensi pers di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (14/1).

Baca Juga : Ungguli Joan Mir, Aleix Espargaro Tercepat di Sirkuit Qatar

Mahfud mengatakan, pada pertemuan antara Komnas HAM dan Presiden Jokowi, dijelaskan rekomendasi Komnas HAM. Menurut Mahfud, Presiden meminta kepadanya untuk mengawal rekomendasi Komnas HAM itu.

"Presiden sesudah bertemu lama dengan beliau bertujuh ini mengajak saya bicara yang isinya itu mengharap dikawal agar seluruh rekomendasi Komnas HAM itu ditindaklanjuti. Ndak boleh ada yang disembunyikan," kata dia.

Baca Juga : Liga Inggris, Brunley Tahan Imbang Arsenal 1-1

Di sisi lain, Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, mengungkapkan, pihaknya telah menyerahkan buku laporan dengan jumlah lebih dari 103 halaman beserta lampiran kepada presiden. Selain itu, pihaknya juga memberikan flash disk yang berisi beberapa dokumen penunjang laporan yang diserahkan tersebut.

"Kami berharap memang dengan laporan yang cukup detail itu menambah terangnya peristiwa. Jadi memudahkan untuk pelaksanaan rekomendasi. Yang kedua, sebagai modal awal untuk melakukan penegakkan hukum," kata dia.

Baca Juga : Liga Inggris Memanas, Southampton Gebuk Sheffield 2-0 

Namun, Ahmad, menegaskah, bahwa pihaknya tidak menemukan indikasi adanya pelanggaran HAM berat dalam kasus kematian enam laskar FPI. Menurut dia, pelanggaran HAM berat memiliki sejumlah indikator tertentu, di antaranya adanya desain operasi dan perintah yang terstruktur.

"Sebagaimana sinyalemen di luar banyak beredar, ini dikatakan atau diasumsikan sebagai pelanggaran HAM yang berat, kami tidak menemukan indikasi ke arah itu," kata Ahmad.

Baca Juga : Berikut 5 Kisah Atlet Indonesia yang Pilih Jadi Mualaf, Nomor 1 Mantan Kiper Timnas Indonesia di Piala AFF 2010

Ahmad menjelaskan, suatu peristiwa dapat disebut sebagai pelanggaran HAM berat harus memenuhi sejumlah indikator atau kriteria tertentu. Dia menjabarkan beberapa di antaranya, yakni terdapat suatu desain operasi, perintah yang tersturktur terkomando, dan lainnya.

"Termasuk juga indikator repetisi, pengulangan kejadian, dan lain-lain itu tidak kita temukan," ungkap Ahmad yang turut ikut menyampaikan hasil laporan investigasi kejadian tersebut ke presiden hari ini.

Karena itu, Komnas HAM membuat kesimpulan hanya terjadi pelanggaran HAM dalam kasus tewasnya empat anggota laskar FPI. Komnas HAM menyimpulkan adanya pelanggaran HAM berat karena ada nyawa yang dihilangkan pada kasus bentrok antara para pengawal Habib Rizieq Shihab itu dengan kepolisian. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : Republika
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]