Ahli Epidemiologi: Tidak Ada Kata Terlambat Antisipasi Penularan Covid-19 di Sumbar


Jumat, 15 Januari 2021 - 19:53:07 WIB
Ahli Epidemiologi: Tidak Ada Kata Terlambat Antisipasi Penularan Covid-19 di Sumbar Ahli Epidemiologi dari Universitas Andalas (Unand), Defriman Djafri.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Ahli Epidemiologi dari Universitas Andalas (Unand), Defriman Djafri berpendapat, jika dilihat dari segi epidemiologi tidak ada kata terlambat terkait dengan penutupan objek wisata di Sumbar pada liburan Natal dan Tahun Baru 2020 lalu. Karena ini sebagai antisipasi Covid-19 yang dilakukan sebab protokol kesehatan belum sepenuhnya dijalankan.

"Regulasi yang diambil oleh pemerintah ini untuk pembatasan di wahana tempat berkumpul, pergerakan orang yang masif ketika ada event yang besar," kata Defriman seperti ditayangkan dalam Youtube PadangTV dengan tema "Efektifkah Penutupan Objek Wisata", dilansir dari Harianhaluan.com, Jumat (15/1/2021).

Baca Juga : Sumbar akan Aktifkan Kembali Tempat Karantina Pasien Covid-19

Tetapi dari segi lain, kata Defriman, memang terkesan mendadak karena satu hari mau liburan Natal dan Tahun Baru 2020 baru keluar SE Gubernur dan langsung diterapkan. Itu pun merunut ke belakang jika dilihat dari SE Satgas Pusat, terlalu dini juga diberlakukan.

"SE Satgas Pusat keluarnya juga terlalu dini, ada pembatasan Jawa - Bali, harus ada rapid test antigen. Sebenaranya dari sisi regulasi kita melihat jika memang potensi besar (penularan Covid-19) seharusnya SE sudah dibuat jauh-jauh hari," kata Defrimen.

Baca Juga : Gelar Apel Siaga Lebaran, PLN Sumbar Pastikan Keandalan Listrik pada Idul Fitri 1442 H

Sebab kata Defrimen, berdasarkan data-data yang dievaluasi pergerakan orang sangat berkaitan dengan jumlab kasus Covid-19. Tetapi masih bisa diantipasi. Sehingga bagi orang yang ingin ueforia berwisata bisa di atur didalam regulasi.

"Masa libur itu salah satu upaya, artinya pemerataan biar orang tidak terlalu menumpuk. Jujur kalau saya pribadi jika ingin menikmati masa liburan, tidak harus hari itu," ujar Defrimen.

Defrimen jug melihat di Pekanbaru tidak banyak masyarakat di tempat objek wisata dan bisa diantipasi virus Corona atau covid-19-nya. Salah satu inviden yang bisa dibuktikan dan satgas sudah mengevaluasi itu sejauh mana penerapan protokol kesehatan dan dimana orang bisa berkumpul dengan menyediakan tempat startegis.

Sebelumnya, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menginstruksikan kepada Bupati/Walikota se-Sumbar untuk menutup semua objek wisata mulai dari Kamis, (31/12/2020), sampai Minggu (3/1/2021).

Keputusan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 06/ED/GSB-2020 tentang Pengendalian Kegiatan Masyarakat untuk Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada Libur Tahun Baru 2021.

Dalam SE tersebut, Iwan Prayitno menyebutkan, keputusan ini juga berdasarkan hasil rapat Persiapan Pengamanan Tahun Baru 2021 antara Kepolisian Daerah Sumatera Barat dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan tindak lanjut Perda Nomor 6 tahun 2020 tentang AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) dalam pencegahan dan pengendalian penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]