Aduh! 214 Juta Data Pengguna Instagram, Facebook, Hingga Linkedln Bocor


Sabtu, 16 Januari 2021 - 01:13:10 WIB
Aduh! 214 Juta Data Pengguna Instagram, Facebook, Hingga Linkedln Bocor Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Data pengguna Instagram, Facebook hingga Linkedln bocor. Data lebih kurang 214 juta itu diduga bocor sejak bulan lalu itu kurang lebih berjumlah 408 GB. Kebocoran data tersebut tidak menyasar ke kata sandi ataupun data keuangan pengguna, tapi yang dicuri adalah alamat email, nomor telepon serta nama lengkap pengguna, hingga data lokasi tertentu.

Hal tersebut disebabkan Socialarks, perusahaan manajemen media sosial asal China, hanya membangun basis data dengan mengumpulkan informasi publik di Facebook dan Instagram. Database Socialarks menyimpan data pribadi seperti nomor telepon dan alamat email pengguna Instagram dan Linkedin yang seharusnya tidak dibagikan pengguna ke publik. 

Baca Juga : Resmi Merger, Yahoo dan Line Lahirkan Raksasa Teknologi Baru

Safety Detectives mengungkap kerentanan database itu sudah ditemukan bulan lalu, dan telah memberitahu Socialarks setelah terkonfirmasi perusahaan yang berbasis di Hong Kong itu adalah pemilik server. Server pun langsung diamankan pada hari yang sama. Kurangnya keamanan di server perusahaan itu menyebabkan siapapun yang memiliki IP address dapat mengakses database yang berisi jutaan informasi pribadi orang lain.

Kurangnya keamanan di server perusahaan itu menyebabkan siapapun yang memiliki IP address dapat mengakses database yang berisi jutaan informasi pribadi orang lain. Kepala Tim Keamanan Siber Safety Detectives, Anurag Sen mengatakan basis data yang disasar berupa informasi pribadi lebih dari 318 juta catatan.

Baca Juga : Ilegal, TikTok Cash dan Snack Video Serta Deretan Aplikasi Ini Berpotensi Rugikan Publik

Sen mengetahui bahwa keseluruhan data yang bocor berasal dari platform media sosial, yang melanggar persyaratan layanan Facebook dan Instagram. Pembobolan data Facebook dan Instagram ini berpotensi digunakan untuk melakukan penipuan keuangan di platform lain, termasuk perbankan online.

Informasi kontak dapat dimanfaatkan menargetkan korban antara lain dengan mengirim email yang dipersonalisasi berisi informasi pribadi orang itu sehingga percaya, dan menggiring korban untuk masuk lebih dalam ke ranah privasi.(*)

Baca Juga : Akibat Menolak Aturan Baru WhatsApp bagi Pengguna

Editor : Merinda Faradianti | Sumber : CNNIndonesia
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]