Pemerintah Belanda 'Bubar', PM & Menteri Resign


Sabtu, 16 Januari 2021 - 08:07:04 WIB
Pemerintah Belanda 'Bubar', PM & Menteri Resign Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Seluruh pemerintahan Belanda secara kolektif mengundurkan diri Jumat (15/1/2021). Dilansir dari cnbcindonesia.com, Perdana Menteri Mark Rutte beserta kabinetnya yang berkuasa sejak 2017, memutuskan meninggalkan jabatan karena skandal.

Skandal tersebut terkait salah kelola dana perawatan anak, yang membuat ribuan keluarga mengalami kesulitan keuangan. Investigasi mengungkap bahwa di Desember, pejabat pajak telah keliru dan membuat tuduhan ke ribuan keluarga pekerja yang membuat mereka terpaksa membayar kembali tunjangan pengasuhan anak antara 2013 dan 2019.

Baca Juga : Berkat Vaksin, Akankah COVID-19 Berakhir di Penghujung 2021?

Melansir CNBC International, kejadian ini digambarkan sebagai 'ketidakdalian yang belum pernah terjadi sebelumnya' oleh beberapa anggota parlemen Belanda. Pengungkapan inilah yang menyebabkan pengunduran diri Lodewijk Asscher, pemimpin oposisi yang saat itu bertanggung jawab sebagai menteri urusan sosial di pemerintah sebelumnya.

Hal ini kemudian berimplikasi pada pemerintahan PM Rutte. Ia dan kabinetnya memutuskan juga akan menerima tanggung jawab dan bersama-sama meninggalkan jabatan karena skandal ini.

Baca Juga : Presiden Duterte Ancam Usir Tentara AS dari Filipina, Lho Kenapa?

"Dengan keputusan hari ini, kabinet ingin memberikan keadilan kepada semua orang tua yang telah dianiaya secara tidak terduga," kata Rutte dalam sebuah pernyataan dikutip Sabtu (16/1/2021).

Meski begitu, dalam konferensi pers, ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus memimpin tanggap darurat Covid-19 dengan status 'caretaker'. Negara ini melakukan penguncian nasional setelah hampir 1 juta orang telah terinfeksi corona dan 12.875 meninggal.

Baca Juga : Gagasan Baru! Ide Paspor Vaksin Bakal Pulihkan Ekonomi Negara

Belanda sendiri akan mengadakan pemilihan parlemen baru Maret. Rutte sebelumnya sempat mengatakan bahwa pengunduran diri pemerintah tidak akan membantu saat ini karena negara membutuhkan stabilitas untuk menghadapi pandemi, Politico melaporkan.

Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya pemerintahan Belanda mengundurkan diri secara kolektif untuk menunjukkan tanggung jawab bersama. Hal tersebut terjadi 2002 lalu, saat sebuah laporan mengkritik menteri dan militer karena mencegah pembantaian Muslim di perang Bosnia.

Baca Juga : Mengupas Pasukan Pembungkam Aktivis di Saudi, Pembunuh Jamal Khashoggi

Sementara itu, BBC melaporkan PM akan menyerahkan pengunduran diri kabinet kepada raja. Namun pemerintah sementara masih akan berjalan hingga menunggu Pemilu diadakan.

Sebelumnya keluarga yang terlibat dalam kasus ini telah mengajukan tuntutan terhadap lima politisi minggu ini. Mereka termasuk menteri keuangan saat ini Wopke Hoekstra.(*)

Editor : Nova Anggraini | Sumber : CNBCindonesia
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]