Pakar Kesehatan Tegaskan Tak Ada Hubungan Efikasi dengan Keamanan Vaksin Covid-19


Sabtu, 16 Januari 2021 - 20:34:19 WIB
Pakar Kesehatan Tegaskan Tak Ada Hubungan Efikasi dengan Keamanan Vaksin Covid-19 Dok CNN Indonesia

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Keraguan masyarakat mengenai efikasi vaksin COVID-19 perlu ditepis. Pasalnya vaksin COVID-19 dengan nilai efikasi melebihi 50% merupakan standar yang sudah ditetapkan WHO. Nilai ini pun tidak mempengaruhi keamanan vaksin tersebut dan bisa diberikan kepada masyarakat luas sebagai upaya mencegah penularan COVID-19.

Pakar Kesehatan Masyarakat, Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH, DrPH mengatakan, pada dasarnya nilai efikasi 65,3% sudah baik, dari segi persyaratan sudah mencukupi.

Baca Juga : Penderita Kanker Serviks di Padang Terus Meningkat

"Perlu dicatat, tidak ada hubungannya efikasi dengan keamanan vaksin. Dari segi konsep akademik vaksin ini sudah memenuhi syarat," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Harianhaluan.com, Sabtu (16/1/2021).

Dengan hasil efikasi 65,3% tersebut, Prof. Hasbullah menyarankan agar pemerintah bisa memastikan perlindungan kepada masyarakat, sementara itu yang kita butuhkan adalah saat ini efektivitas.

Baca Juga : Lansia Rentan Terpapar Corona B117, Prof Nidom Sarankan Ini untuk Penangkal

"Saya lebih cenderung mendukung pernyataan Presiden Jokowi agar 100 persen penduduk dilindungi. Maka kita akan punya efektivitas yang lebih tinggi. Namun begitu protokol kesehatan 3M: memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, harus tetap jalan sehingga masyarakat jangan berestimasi terlalu tinggi meskipun sudah divaksinasi," tambahnya.

Pentingnya terus mengkomunikasikan penegakkan disiplin protokol kesehatan ini merupakan upaya berkesinambungan untuk mendukung program vaksinasi.

Baca Juga : Apa Itu Gangren? Gejala Baru Covid-19 yang Bisa Berisiko Amputasi Anggota Tubuh

"Hal ini perlu terus disuarakan agar pemahaman dan kedisiplinan masyarakat terus dipertahankan," ujarnya.

Kendati begitu, pandemi tidak benar-benar berakhir karena menurut Prof. Hasbullah untuk mengakhiri pandemi perlu 70 persen penduduk dunia divaksinasi. Oleh karena itu dunia memiliki lembaga COVAX yang disediakan bersama bank dunia, WHO, dan UNICEF.

Baca Juga : 'Varian Raja' dari Afsel, Corona B1351 Harus Lebih Diwaspadai dari B117

"Karena ini kepentingan dunia, tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu negara. Dan dalam satu negara tidak bisa hanya satu komunitas saja yang berpartisipasi, semua harus ikut, karena merupakan kepentingan bersama," ujarnya.

Masyarakat juga diimbau agar tidak ragu-ragu menerima vaksin. Tidak boleh ragu-ragu karena target kekebalan komunitas tidak akan tercapai kalau ada keraguan, sehingga target memutar kembali roda perkenomian pun tidak tercapai.

"Dari segi ilmu manajemen ini disebut start with the low hanging fruit, ambil yang sudah dekat jangan yang tinggi atau jauh-jauh, tapi jangan kemudian menjadi lengah, vaksin yang lain juga perlu diambil atau dipersiapkan," terang Prof. Hasbullah. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]