Kapal China Menyusup di Perairan Indonesia, LaNyalla: Ini Warning Bagi Pertahanan Negara


Ahad, 17 Januari 2021 - 07:31:26 WIB
Kapal China Menyusup di Perairan Indonesia, LaNyalla: Ini Warning Bagi Pertahanan Negara Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kapal survei China diduga menyusup di perairan Indonesia. Kapal tersebut berhasil dihalau keluar kawasan Indonesia di Selat Sunda. 

Menurut Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, peristiwa tersebut sebagai warning bagi pertahanan negara dalam menghadapi ancaman dari luar negeri di kawasan laut. 

Baca Juga : Romli Sebut Jokowi Harus Tegur Atau Nonaktifkan Moeldoko

"Masuknya kapal survei China ke perairan Indonesia di Selat Sunda harus menjadi concern Kementerian Pertahanan. Mereka masuknya tanpa terdeteksi adalah warning bagi pertahanan kita," kata LaNyalla dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu, (16/1/2021).

LaNyalla menegaskan, hal tersebut amat penting untuk diperhatikan lantaran berkaitan dengan kedaulatan Indonesia. "Sekali lagi kita mengingatkan kepada Kementerian Pertahanan karena ini sangat penting untuk diperhatikan karena menyangkut teritori dan kedaulatan negara," tegas LaNyalla.

Baca Juga : Pendaftaran Program Kartu Prakerja Gelombang 13 Ditutup Siang Ini, Segera Daftar

LaNyalla berharap pemerintah segera membenahi sistem keamanan laut Indonesia. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia seharusnya memiliki armada laut yang kuat untuk memantau seluruh areal perairannya. 

Seperti diketahui, Badan Keamanan Laut (Bakamla) berhasil mengintersep kapal survei China, Xiang Yang Hong 03 yang terbukti mematikan Automatic Identification System (AIS) ketika melintasi perairan Selat Sunda pada Rabu (13/1/2021) malam.

Baca Juga : Fakta-fakta Pensiunan PNS Bisa Dapat Rp 1 Miliar, Simak Yuk!

Intersep kapal China ini bermula ketika Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Bakamla mendeteksi Xiang Yang Hong 03 tengah berlayar di perairan Selat Sunda.
Saat itu, kapal terdeteksi tengah melaju dengan kecepatan 10,9 knot dan haluan ke barat daya. Berdasarkan pantauan, kapal tersebut telah mematikan AIS sebanyak tiga kali selama melintasi Alur Laut Kepulauan Indonesia–I (ALKI-I). (*)

Reporter : Syafril Amir | Editor : Rahma Nurjana
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]