Bikin Was-was! BMKG Sebut Gempa di Majene dan Mamuju Kurang Lazim dan Aneh


Ahad, 17 Januari 2021 - 14:10:36 WIB
Bikin Was-was! BMKG Sebut Gempa di Majene dan Mamuju Kurang Lazim dan Aneh Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, gempa bumi yang terjadi di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat, tergolong kurang lazim dan agak aneh. Sebab, gempa bumi yang terjadi di dua kabupaten tersebut miskin gempa susulan.

"Fenomena ini agak aneh dan kurang lazim. Gempa kuat di kerak dangkal (shallow crustal earthquake) dengan magnitudo 6,2 mestinya diikuti banyak aktivitas gempa susulan," ujar Daryono melalui pesan singkatnya kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (17/1/2021).

Baca Juga : Di Hadapan TP3 Laskar FPI, Mahfud MD Tegaskan Pemerintah Tidak Ikut Campur

"Akan tetapi hasil monitoring BMKG menunjukkan hingga hari kedua pasca terjadinya Gempa Utama magnitudo 6,2 hingga saat ini baru terjadi 23 kali gempa susulan," sambungnya.

Daryono membandingkan gempa berkekuatan besar yang terjadi di Sulawesi Barat dengan daerah lainnya. Dimana, kata Daryono, biasanya gempa berkekuatan besar akan selalu diikuti banyak gempa gempa susulan. Namun, fenomena tersebut berbeda dengan gempa di Majene dan Mamuju.

Baca Juga : Marzuki Alie cs Gugat AHY Terkait Pemecatan, Demokrat Sebut Lucu dan Menggelikan

"Jika kita bandingkan dengan kejadian gempa lain sebelumnya dengan kekuatan yang hampir sama, biasanya pada hari kedua sudah terjadi gempa susulan sangat banyak, bahkan sudah dapat mencapai jumlah sekitar 100 gempa susulan," paparnya.

Daryono belum mengetahui dengan pasti penyebab minimnya gempa susulan di Majene dan Mamuju. Kemungkinan, kata Daryono, minimnya gempa susulan karena proses disipasi atau justru akumulasi dari gempa sebelumnya.

Baca Juga : Wah, Marzuki Alie Gugat AHY ke PN Jakarta Pusat

"Apakah fenomena rendahnya produksi aftershocks di Majene ini disebabkan karena telah terjadi proses disipasi, dimana medan tegangan di zona gempa sudah habis sehingga kondisi tektonik kemudian menjadi stabil dan kembali normal?," ungkap Daryono.

"Atau justru malah sebaliknya, dengan minimnya aktivitas gempa susulan ini menandakan masih tersimpannya medan tegangan yang belum rilis, sehingga masih memungkinkn terjadinya gempa signifikan nanti? Fenomena ini membuat kita menaruh curiga, sehingga lebih baik kita patut waspada," imbuhnya.

Baca Juga : Pemerintah Matangkan Persiapan Pembukaan CPNS 2021

Daryono menjelaskan, perilaku gempa memang sulit diprediksi dan menyimpan banyak ketidakpastian. Oleh karenanya, BMKG baru dapat mengkaji secara spasial dan temporal. "Akan tetapi, untuk mengetahui besarnya medan tegangan riil dan perubahannya pada kulit bumi masih sulit dilakukan," kata Daryono.

Sekadar informasi, gempa berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang Majene, SulBar pada Jumat, 15 Januari 2021, sekira pukul 02.28 WIB, dini hari. Sebelumnya, Majene juga telah diguncang gempa berkekuatan magnitudo 5,9 pada Kamis 14 Januari 2021, siang hari pukul 13.35 WIB.

Hingga, Sabtu, 16 Januari 2021, pukul 06.32.55 WIB, pagi, wilayah Majene dan Mamuju kembali diguncang gempa susulan dengan magnitudo 4,8. Gempa ini adalah gempa ke-32 yang terjadi sejak terjadinya gempa pembuka pada Kamis, 14 Januari 2021.

"Jika mencermati aktivitas gempa Majene saat ini, tampak produktivitas gempa susulannya sangat rendah. Padahal stasiun seismik BMKG sudah cukup baik sebarannya di daerah tersebut. Sehingga gempa-gempa kecil pun akan dapat terekam dengan baik. Namun hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa gempa Majene ini memang miskin gempa susulan (lack of aftershocks)," pungkasnya.(*)

Editor : Nova Anggraini | Sumber : okezone
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 09 Maret 2021 - 13:45:54 WIB

    Di Hadapan TP3 Laskar FPI, Mahfud MD Tegaskan Pemerintah Tidak Ikut Campur

    Di Hadapan TP3 Laskar FPI, Mahfud MD Tegaskan Pemerintah Tidak Ikut Campur Pemerintah sama sekali tidak ikut campur dalam penyelidikan terhadap tewasnya enam laskar FPI di Tol Cikampek. Hal itu ditegaskan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD saat Tim Penga.
  • Selasa, 09 Maret 2021 - 11:10:47 WIB

    Marzuki Alie cs Gugat AHY Terkait Pemecatan, Demokrat Sebut Lucu dan Menggelikan

    Marzuki Alie cs Gugat AHY Terkait Pemecatan, Demokrat Sebut Lucu dan Menggelikan Marzuki Alie dkk menggugat Ketum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY ke Pengadilan Jakarta Pusat guna meminta majelis hakim membatalkan SK pemecatan. Partai Demokrat menilai lucu gugatan Marzuki Alie cs..
  • Selasa, 09 Maret 2021 - 09:07:03 WIB

    Wah, Marzuki Alie Gugat AHY ke PN Jakarta Pusat

    Wah, Marzuki Alie Gugat AHY ke PN Jakarta Pusat Mantan ketua DPR RI Marzuki Alie melayangkan gugatan terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Berdasarkan laman resmi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selas.
  • Selasa, 09 Maret 2021 - 08:38:46 WIB

    Pemerintah Matangkan Persiapan Pembukaan CPNS 2021

    Pemerintah Matangkan Persiapan Pembukaan CPNS 2021 Pendaftaran CPNS 2021 sebentar lagi bakal dibuka. Pemerintah tengah mematangkan persiapan pembukaan pendaftaran CPNS. Sebab, tidak hanya CPNS, tetapi pemerintah membuka seleksi PPPK..
  • Selasa, 09 Maret 2021 - 08:31:33 WIB

    Demokrat Sebut Moeldoko Harus Out dari Istana!

    Demokrat Sebut Moeldoko Harus Out dari Istana! Partai Demokrat meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuktikan ucapannya terkait tidak akan melemahkan partai-partai di luar pemerintahan. Untuk itu, Partai Demokrat mendesak Jokowi untuk mengeluarkan Kepala Kantor Staf Ke.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]