Screening COVID-19 Bisa Lewat Bau Ketiak, Begini Cara Kerjanya


Ahad, 17 Januari 2021 - 15:36:34 WIB
Screening COVID-19 Bisa Lewat Bau Ketiak, Begini Cara Kerjanya Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Teknologi screening COVID-19 makin beragam. Setelah GeNose buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang memakai sampel embusan napas, kini ada 'i-nose c-19' buatan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) yang memakai sampel bau ketiak!

Guru besar Teknik Informatika ITS yang mengembangkan alat tersebut, Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno MSc, menjelaskan alat ini bekerja dengan mengambil sampel bau keringat di ketiak atau axillary sweat odor. Sampel bau tersebut lalu diproses dengan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Baca Juga : Jangan Dibuang! Peneliti Sebut Smartphone Bekas Masih Sisakan Data Sensitif

"Keringat ketiak adalah non-infectious, yang berarti limbah maupun udara buangan i-nose c-19 tidak mengandung virus COVID-19," jelas Prof Ryan dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (17/1/2021).

its surabayaAlat screening COVID-19 yang dikemangkan ITS, bekerja dengan sampel bau ketiak. Foto: Humas ITS
Dibanding alat lain dengan teknologi serupa, i-nose c-19 menurut Prof Ryan menjamin proses yang lebih cepat karena sampling dan prosesnya langsung berada dalam satu alat. Alat ini juga dilengkapi fitur near-field communication (NFC) yang bisa mengenali e-KTP.

Baca Juga : Janda Kelompok Berisiko Tinggi jadi Korban 'Love Scam'

Prof Ryan menyebut, alat ini merupakan hasil penelitian selama 4 tahun yang kemudian dioptimalkan sejak Maret 2019. Saat ini, pengembangan alat tersebut sudah sampai uji klinis tahap satu.

"Ke depannya akan ditingkatkan lagi data sampling-nya untuk izin edar dan dapat dikomersialkan ke masyarakat," kata Prof Ryan.

Baca Juga : Tips Memilih Broker Terpercaya dan Teregulasi Internasional

Diklaim, ini adalah inovasi pertama di dunia yang mendeteksi COVID-19 dari bau keringat ketiak.(*)

Editor : Nova Anggraini | Sumber : detik.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 13:18:23 WIB

    Jangan Dibuang! Peneliti Sebut Smartphone Bekas Masih Sisakan Data Sensitif

    Jangan Dibuang! Peneliti Sebut Smartphone Bekas Masih Sisakan Data Sensitif Salah satu pilihan untuk memiliki smartphone adalah membeli gadget bekas. Hal ini dikarenakan smartphone bekas harganya relatif lebih murah, dengan spesifikasi lebih tinggi..
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 07:31:27 WIB

    Janda Kelompok Berisiko Tinggi jadi Korban 'Love Scam'

    Janda Kelompok Berisiko Tinggi jadi Korban 'Love Scam' Ketua Pusat Kajian Law, Gender, and Society UGM, Sri Wiyanti Edyyono mengatakan, penipuan berkedok asmara atau cinta yang dikenal dengan love scam semakin marak terjadi dalam beberapa waktu terakhir. .
  • Sabtu, 06 Maret 2021 - 18:21:40 WIB

    Tips Memilih Broker Terpercaya dan Teregulasi Internasional

    Tips Memilih Broker Terpercaya dan Teregulasi Internasional Saat ini semakin banyak orang yang ingin terjun untuk berinvestasi forex dengan online atau trading forex. Bahkan saat ini sudah tersedia berbagai perusahaan broker yang menunjang kebutuhan trading forex..
  • Sabtu, 06 Maret 2021 - 07:50:36 WIB

    WhatsApp Bisa 'Mati Suri' Tak Lama Lagi? Begini Faktanya

    WhatsApp Bisa 'Mati Suri' Tak Lama Lagi? Begini Faktanya Dua bulan bukan waktu yang lama. Pada 15 Mei mendatang, WhatsApp akan memberlakukan aturan privasi baru yang jadi kontroversi. Pengguna tidak wajib menerimanya, tapi ada konsekuensi yang tidak enteng. Berikut fakta-faktanya:.
  • Sabtu, 06 Maret 2021 - 00:13:31 WIB

    WhatsApp Dibajak Pelaku Kejahatan, Ini Tips Menghindarinya

    WhatsApp Dibajak Pelaku Kejahatan, Ini Tips Menghindarinya Seiring berkembangnya teknologi dan masifnya adopsi smartphone, kejahatan siber seakan sulit dihindarkan. Berbagai kasus penipuan atau scam berupa pesan singkat, sering didapat dari pihak ketiga yang tak dikenal. Beberapa kas.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]