Warga Dharmasraya Enggan Divaksin Sinovac, Bupati Sutan Riska: Vaksinasi Penting untuk Masyarakat, Saya Siap jadi Contoh!


Ahad, 17 Januari 2021 - 17:41:39 WIB
Warga Dharmasraya Enggan Divaksin Sinovac, Bupati Sutan Riska: Vaksinasi Penting untuk Masyarakat, Saya Siap jadi Contoh! Ilustrasi

PULAUPUNJUNG, HARIANHALUAN.COM - Akibat berkembangnya isu terkait vaksin anti COVID-19 pesanan Pemerintah Republik Indonesia, Sinovac, yang menjadi polemik nasional akibat adanya keraguan serta keengganan sejumlah tokoh akan keamanan vaksin tersebut, terpantau telah memicu keengganan masyarakat Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, untuk menerima vaksin yang akan diselenggarakan pihak pemerintah itu. 

Sebagian besar masyarakat menilai, adanya informasi simpang siur hingga sikap tegas sejumlah tokoh masyarakat yang menolak divaksin, merupakan sebuah sinyal kuat adanya semacam ketidakberesan terkait vaksin Sinovac yang diproduksi oleh perusahaan farmasi asal negara Tiongkok tersebut. 

Baca Juga : Deklarasi Tolak KLB, Tegaskan Demokrat Solid dan Tegak Lurus dengan AHY

"Kami masyarakat awam jelas sangat meragukan karena dari informasi di sejumlah media massa, pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia sejauh ini belum memberikan izin pakai darurat (EUA) untuk vaksin Sinovac, bahkan pihak produsen pun belum mengeluarkan angka efikasi atau keampuhan vaksinnya melawan dalam virus pandemi Covid-19," ungkap salah seorang warga di Pulau Punjung, Erik (26). 

Menurutnya, isu seputar vaksin itu dinilai telah melahirkan teror baru di tengah masyarakat, setelah diberlakukannya sejumlah pembatasan sosial di periode awal pandemi dan dilanjutkan dengan pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru dengan ketat. 

Baca Juga : Kunjungan ke BLK Padang, Wagub Audy: Ini Menakjubkan Sekali!

Yang terbaru, lanjutnya, adalah dengan kembali diberlakukannya larangan berkumpul oleh pihak aparat TNI/Polri serta pembatasan bagi usaha warung, kafe dan rumah makan untuk melayani pembeli di tempat usaha. 

"Jika melanggar maka kita harus siap-siap menerima risiko pembubaran kegiatan usaha atau acara hingga ancaman pemberlakuan sanksi pidana," sesalnya. 

Baca Juga : Putra-Putri Terbaik di Indonesia Siapkan Diri, Penerimaan Polri Segera Dibuka

Salah seorang warga lainnya, Syafrial (45), menilai pemaksaan demi pemaksaan seperti yang sudah diberlakukan selama ini sudah cukup menyengsarakan masyarakat khususnya para pedagang serta profesi lainnya yang terdampak langsung dengan regulasi pembatasan sosial tersebut. 

"Kami sudah pasrah dan jika memang harus dikenai sanksi jika menolak divaksin, diancam warung ditutup dan kegiatan dibubarkan karena dilarang berkerumun meskipun sudah menerapkan standar adaptasi kebiasaan baru, kami akan terima karena sudah jenuh dengan segala tetek bengek aturan regulasi lengkap dengan teror ancaman akan diberi sanksi," ungkapnya muak. 

Baca Juga : Delapan Personel Polda Sumbar Diberhentikan, Kapolda: Polisi Itu harus Humanis 

Sebagai masyarakat biasa, ia bersama sebagian besar masyarakat di Indonesia hanya bisa berharap negara tidak lagi menjadi teroris bagi warganya dan lebih memilih melindungi segenap rakyat Indonesia dengan lebih humanis dan bebas dari segala bentuk pemaksaan serta polemik COVID-19 berkepanjangan. 

"Sepertinya semakin masyarakat patuh terhadap regulasi maka akan memicu lahirnya pemaksaan terapan regulasi baru oleh pemerintah dan aparat keamanan, mungkin mereka lupa bahwa bahaya kelaparan jauh lebih berbahaya karena hanya membutuhkan waktu lebih singkat untuk membunuh dari pada terpapar virus COVID-19 serta bisa memicu konflik sosial di tengah-tengah masyarakat," sebutnya. 

Bupati Siap Divaksin

Sementara itu, Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan menyatakan kesiapannya untuk divaksin Covid-19 bersama dengan 1.673 tenaga kesehatan di daerah tersebut. Hal ini untuk meyakinkan warga Dharmasraya agar tidak perlu khawatir dengan vaksin Covid-19.

“Sebelumnya Pak Presiden RI, Ir H Joko Widodo telah memastikan vaksin Covid-19 yang akan digunakan dalam program vaksinasi massal secara gratis bagi masyarakat telah dinyatakan suci dan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Selain itu, vaksin juga terlebih dahulu melalui proses uji untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya. Untuk itu, sebagai kepala daerah kami juga siap divaksin terlebih dahulu,” ungkap Bupati Sutan Riska saat dikonfirmasi, baru-baru ini. 

Bahkan, lanjutnya, Presiden menjadi orang pertama yang disuntik vaksin sinovac. Divaksin bukan karena terpapar  virus corona, melainkan untuk imunitas tubuh supaya tubuh kebal dari serangan virus. 

"Saya memberikan contoh sekaligus mengedukasi masyarakat, agar masyarakat tidak khawatir divaksin. Vaksinasi sangat penting bagi masyarakat untuk menjaga kekebalan tubuh, guna memfilter virus yang masuk ke dalam tubuh, disamping itu untuk meningkatkan imunitas,” tegasnya. 

Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Dharmasraya direncanakan pada Februari 2021. Tempat pelaksanaan vaksinasi direncanakan di RSUD Sungai Dareh dan di 15 Puskesmas yang berada di wilayah Dharmasraya. 

"Kepada masyarakat kami mengimbau agar terus menerapkan protokol kesehatan dengan tetap memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan," tutupnya.(*) 

Reporter : Rully Firmansyah | Editor : Nova Anggraini
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]