Joe Biden akan Cabut Larangan Negara Muslim Masuk ke AS


Senin, 18 Januari 2021 - 23:57:06 WIB
Joe Biden akan Cabut Larangan Negara Muslim Masuk ke AS Joe Biden.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden berencana mencabut larangan masuk bagi negara-negara mayoritas Muslim di hari pertama menjabat. Dilansir dari CNN Indonesia, Minggu (17/1/2021), sejumlah kelompok kepentingan dan organisasi advokasi telah menekan Biden untuk memenuhi janjinya saat masa kampanye.

Selama periode tersebut, Biden kerap berjanji untuk mengambil tindakan di "Hari Pertama" pemerintahannya. "Ada banyak alasan bagi Biden untuk mengakhiri larangan di hari pertama masa kepresidenannya karena ini adalah sesuatu yang dia kampanyekan," kata Iman Awad, direktur legislatif nasional Emgage Action, organisasi advokasi untuk Muslim Amerika.

Baca Juga : Hacker Sebar Data Pasien RS Amerika Serikat di Dark Web

Menurut memo dari Kepala Staf Ron Klain, Biden juga berencana menandatangani sekitar selusin perintah eksekutif lainnya, termasuk bergabung kembali dengan perjanjian iklim Paris. "Selama kampanye, presiden terpilih Biden berjanji untuk mengambil tindakan segera untuk mulai mengatasi krisis ini dan membangun kembali dengan lebih baik," tulis Klain.

"Sebagai presiden, dia akan menepati janji itu dan menandatangani lusinan perintah eksekutif, memorandum presiden, dan arahan kepada badan-badan kabinet untuk memenuhi janji yang dia buat," tulis Klain lebih lanjut.

Baca Juga : Waw, Warga Amerika Bakal Dapat Bansos Senilai Rp 20 Juta

Di luar tindakan eksekutif di hari-hari pertama Biden menjabat, memo itu menguraikan bahwa Biden berencana mengirimi Kongres rencana imigrasi skala besar dalam 100 hari pertamanya menjabat. Rencana tersebut akan menawarkan jalan bagi jutaan imigran tidak berdokumen yang saat ini berada di AS untuk mendapatkan kewarganegaraan.

Sehari setelah Biden dilantik, menurut Klain, ia akan "menandatangani sejumlah tindakan eksekutif guna bergerak agresif mengubah arah krisis Covid-19 dan membuka kembali sekolah dan bisnis dengan aman". Tindakan itu termasuk mengurangi penyebaran Covid-19 dengan memperluas pengujian, melindungi pekerja, dan menetapkan standar jelas kesehatan masyarakat.

Baca Juga : Korsel-AS Latihan Militer Gabungan, Korut 'Ngamuk' Lagi?

Kemudian pada 22 Januari, menurut memo Klain, Biden akan mengarahkan agen kabinetnya agar "mengambil tindakan segera untuk memberikan bantuan ekonomi kepada keluarga pekerja yang menanggung beban krisis". Dari rentang waktu 25 Januari hingga 1 Februari, Klain menulis bahwa Biden akan mengeluarkan perintah dalam segala hal, mulai dari mengarahkan pemerintahnya untuk membeli produk AS hingga memenuhi janji untuk mereformasi sistem peradilan pidana.

Selama periode sepekan tersebut, Biden juga akan memerintahkan pemerintah federal untuk menentukan cara menyatukan kembali anak-anak yang terpisah dari keluarga mereka di perbatasan AS-Meksiko, menandatangani perintah tambahan untuk mengatasi perubahan iklim, dan memperluas akses ke perawatan kesehatan.

Baca Juga : Siap-siap 14-15 Maret! WHO Bakal Umumkan Asal-usul COVID-19

"Tentu saja tindakan ini hanyalah awal dari pekerjaan kami. Masih banyak yang harus dilakukan untuk memerangi Covid-19, membangun kembali ekonomi kita dengan lebih baik, memerangi rasisme dan ketidaksetaraan sistemik, dan mengatasi ancaman eksistensial dari krisis iklim. Tapi pada 1 Februari, Amerika akan bergerak ke arah yang benar," ucap dia. (*)

Editor : Agoes Embun | Sumber : CNN Indonesia
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 16:33:10 WIB

    Hacker Sebar Data Pasien RS Amerika Serikat di Dark Web

    Hacker Sebar Data Pasien RS Amerika Serikat di Dark Web Sekumpulan peretas berhasil membobol dua jaringan rumah sakit (RS) di Amerika Serikat. Hacker tersebut berhasil menyebarkan data-data pasien yang berhasil dibobol tersebut, ke situs Dark Web..
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 14:22:28 WIB

    Waw, Warga Amerika Bakal Dapat Bansos Senilai Rp 20 Juta

    Waw, Warga Amerika Bakal Dapat Bansos Senilai Rp 20 Juta Senat Amerika Serikat menyetujui usulan stimulus Covid-19 senilai USS 1,9 triliun atau Rp 27.358 triliun (kurs Rp 14.399) yang diajukan pemerintahan Joe Biden. Ini adalah salah satu anggaran bantuan pemerintah terbesar dalam .
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 13:38:06 WIB

    Korsel-AS Latihan Militer Gabungan, Korut 'Ngamuk' Lagi?

    Korsel-AS Latihan Militer Gabungan, Korut 'Ngamuk' Lagi? Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) bakal melakukan latihan militer tahunan gabungan yang dimulai Senin (8/3/2021). Namun, kegiatan kali ini dilakukan dengan lingkup latihan yang lebih kecil akibat pandemi Covid-1.
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 09:33:43 WIB

    Siap-siap 14-15 Maret! WHO Bakal Umumkan Asal-usul COVID-19

    Siap-siap 14-15 Maret! WHO Bakal Umumkan Asal-usul COVID-19 Tim ahli dari organisasi kesehatan dunia WHO telah menyelesaikan investigasi di Wuhan untuk mengungkap asal usul virus Corona COVID-19. Hasilnya akan dipublikasikan dalam waktu dekat..
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 08:52:35 WIB

    Cair Bulan Ini, Presiden Joe Biden Bagi-bagi 'BLT'

    Cair Bulan Ini, Presiden Joe Biden Bagi-bagi 'BLT' Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden merespons positif positif langkah Senat menyetujui paket stimulus penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi senilai US$ 1,9 triliun (setara Rp 27.335 triliun dengan kurs Rp 14.386/US$),.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]