Kisruh Kepengurusan Angkat Berat di Sumbar, 6 Atlet Terancam Tidak Ikut PON


Selasa, 19 Januari 2021 - 10:58:11 WIB
Kisruh Kepengurusan Angkat Berat di Sumbar, 6 Atlet Terancam Tidak Ikut PON Ilustrasi

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM - Pengurus Provinsi (Pengprov) Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI) Sumbar terancam tidak terbentuk. Disebabkan karena kekisruhan  dualisme tim formatur dalam membentuk Pengprov Pabersi Sumbar. Akibatnya sejumlah atlet angkat berat di Sumbar terancam tidak berangkat mengikuti perhelatan PON XX di Papua bulan Oktober mendatang.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB PABERSI, Robi Sujanto mengakui telah terjadi dualisme tim formatur di Sumbar. Akibatnya, PB Pabersi belum bisa mengeluarkan Surat Keputusan (SK) untuk Pengprov Pabersi Sumbar.

Baca Juga : Ungguli Joan Mir, Aleix Espargaro Tercepat di Sirkuit Qatar

Dualisme tim formatur yang memperebutkan kepengurusan Pabersi Sumbar yakni, Tim formatur yang diketuai Rozi Filla Aldo dan tim formatur yang diketuai Thomas.

"Jadi intinya, Pengprov Pabersi Sumbar yang sah belum ada. Karena PB Pabersi tidak akan mengeluarkan SK jika masih ada konflik di daerah," kata Robi kepada harianhaluan.com melalui selular, Senin (18/1/2020) sore.

Baca Juga : Liga Inggris, Brunley Tahan Imbang Arsenal 1-1

Ia menambahkan, jika ditanya formatur yang sah, PB PABERSI mengakui yang sah adalah Formatur dari Musorprov karena melalui mekanisme resmi dan mendapat persetujuan forum.

"Formatur yang sah diketuai Rozi dari Musorprov, melalui mekanisme resmi dan mendapat persetujuan dari forum. Namun tidak mendapat rekomendasi dari KONI Sumbar. Sedangkan formatur yang diketuai Thomas hanya mendapat rekomendasi dari KONI Sumbar," jelas Robi.

Baca Juga : Liga Inggris Memanas, Southampton Gebuk Sheffield 2-0 

Ia berharap, agar kedua belah pihak, formatur bisa duduk bersama untuk melakukan musyawarah/mufakat agar permasalahan di Sumbar dapat diselesaikan. Sèhingga  pembinaan atlet dan keikut sertaan PON tidak terganggu.

Sementara itu, Ketua Formatur yang diketuai Rozi Filla Aldo mengatakan, jika SK PABERSI Sumbar tidak dikeluarkan PB Pabersi maka 6 orang atlet angkat berat Sumbar tidak akan berlaga di PON Oktober mendatang. Sèhingga peluang meraih tiga mendali emas terbuang secara percuma.

Baca Juga : Berikut 5 Kisah Atlet Indonesia yang Pilih Jadi Mualaf, Nomor 1 Mantan Kiper Timnas Indonesia di Piala AFF 2010

Menurut Rozi, dari hasil pemilihan tim formatur untuk mencari figur Pengprov. Pabersi Sumbar yang dilaksanakan di Kampus UNP tanggal 18 Januari 2020 lalu. Tim formatur sepakat memilih Ketua Umum Alkisman Dt. Bapindo Rajo, Wakil Ketua I Serda, Selfi Mei Lil, Wakil Ketua II Aditya Warman. Kemudian, Ketua harian Rozi Filla Aldo, Sekretaris Umum Fahmil Haris. Wakil Sekretaris Aditika dan Bendahara Linda Setiawati.

"Secara sah, susunan tim formatur Pabersi Sumbar tersebut telah ditetapkan oleh Ketua Umum PABBSI Sumbar, Kombes. Pol (Purn) Busrizen  tgl 10 Feb 2020. Namun hingga saat ini, SK kepengurusan Pabersi Sumbar terpilih periode 2020-2025 belum ditetapkan oleh PB PABERSI. Karena terkendala surat rekomendasi dari Ketua KONI Sumbar," ucapnya.

Padahal tambahnya, dia telah tiga 3 kali mengantarkan  surat permintaan rekomendasi kepada Ketua KONI Sumbar agar SK pengurus PABERSI Sumbar ditetapkan oleh PB Pabersi. Namun surat rekomendasi yang diharapkan itu, tidak kunjung diberikan.

"Bulan Februari mendatang PABERSI Sumbar harus mendaftarkan atlet yang akan berangkat mengikuti PON di Papua. Jika SK pengurus tidak diterbitkan, maka atlet angkat berat tidak bisa berangkat ke Papua," ulasnya.

Informasi yang dia peroleh Ketua Umum KONI Sumbar, Syaiful diajukan sebagai Ketua Umum Cabang Olahraga Pabersi Sumbar. Hal tersebut telah melanggar AD/RT Koni pasal 22 ayat 2 berbunyi, ketua umum, wakil wakil ketua Umum, sekretaris umum dan bendahara umum KONI provinsi tidak boleh merangkap pada organisasi keolahragaan baik secara horizontal maupun vertikal.

Terpisah, Ketua KONI Sumbar, Syaiful tidak mengakui tim formatur yang dilakukan sebelum PABBSI dibubarkan. "Itu yang tidak benar, PABBSI dibubarkan tgl 27 Agustus 2020 di Jakarta. Karena atlet masih diurus oleh Bapak Busrizen," kata Syaiful melalui selular, Senin (18/1/2020).

Menurut Syaiful, pengurus Pabersi Sumbar yang ditetapkan Busrizen adalah Thomas, Nanda, Tok Seng dan Solumi. "Koni telah memberikan rekomendasi kepada pengurus Pabersi Sumbar yang terbentuk, dengan wakil ketua umum Thomas. Saat ini kita masih menunggu SK dari PB PABERI," ucapnya.

Terkait rangkap jabatan Syaiful, Ketua Umum KONI Sumbar yang juga diajukan sebagai Ketua Umum Pabersi Sumbar. Menurut Syaiful, hal tersebut  hanya di internal saja, tidak jadi persoalan.

"Mereka memang mengajukan saya tetapi wakilnya harus dari Thomas. Jadi yang pelaksana itu adalah Thomas," ungkapnya.(*).

Reporter : Yusril | Editor : Rahma Nurjana
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]