310 Kantong Potongan Tubuh Korban Sriwijaya Air Dievakuasi di Hari ke-11 Ini


Selasa, 19 Januari 2021 - 12:46:38 WIB
310 Kantong Potongan Tubuh Korban Sriwijaya Air Dievakuasi di Hari ke-11 Ini Petugas Bakamla temukan potongan tubuh penumpang Sriwijaya Air

HARIANHALUAN.COM - Pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 masuk hari ke-11 dengan sasaran operasi yang kian dipersempit. Tim SAR gabungan melanjutkan operasi SAR dengan fokus pada empat lokasi. 

Direktur Operasional Basarnas Brigjen Rasman MS mengatakan, sampai saat ini tim gabungan telah menemukan 310 bagian tubuh penumpang Sriwijaya Air SJ 182, kemudian serpihan kecil pesawat 60 kantong, kemudian serpihan besar 55 bagian. Selanjutnya Flight Data Recorder 1, dan casing Cockpit Voice Recorder (CVR) 1.

Baca Juga : Diikuti 1.000 Karya Jurnalistik, PLN Journalist Award Tahun Pertama Sukses Menuai Antusiasme Awak Media

Terkait lokasi pencarian yang dipersempit, Rasman mengatakan, kebijakan ini diambil setelah Basarnas melihat objek pencarian di bawah itu semakin sedikit. 

"Kita lebih fokus kepada sektor yang selama ini bisa kita dapatkan banyak objek pencarian. Jadi kita tidak lagi menyebar terlalu jauh. Kita lebih fokus ke situ," ujar Rasman, Senin 19 Januari 2021.

Baca Juga : Sesalkan Rencana Pemerintah Impor Beras 1 Juta Ton, API: Akan Berdampak pada Kesejahteraan Petani

Meski demikian, Rasman memastikan bahwa tim gabungan tetap melakukan pemantauan. Jika ada benda yang mengapung di permukaan laut, maka tim akan mengambilnya. Namun, dari hasil pencarian beberapa hari terakhir, lebih banyak objek yang ditemukan di bawah permukaan laut.

Karenanya, Tim SAR mengerahkan penyelam untuk melakukan pencarian dan penyelaman di empat sektor, dengan luas sektor kurang lebih sekitar 15 sampai 30 meter setiap sektor. 

Baca Juga : Status Darurat COVID-19 Diperpanjang, Restoran dan Bar Wajib Tutup Jam 8 Malam

Di lokasi tersebut, sekitar 300 penyelam akan melaksanakan penyelaman. Tim penyelam terdiri atas TNI Angkatan Laut, Direktorat Polairud dan penyelam profesional.

Cuaca Buruk

Baca Juga : Dijadikan Ketua PD Versi KLB, Ade Armando Minta Moeldoko Mundur dari Istana

Rasman menambahkan, untuk kondisi cuaca di Kepulauan Seribu sampai saat ini masih buruk. Ketinggian ombak mencapai 2 meter dan angin kencang tentu sangat berisiko jika menurunkan penyelam. 

Tidak hanya penyelam, kapal yang ikut melakukan pencarian pun bertahan di belakang pulau untuk menghindari gelombang ombak. 

Ia berharap cuaca buruk ini tidak berlangsung lama, sehingga para penyelam bisa turun ke lapangan melakukan pencarian. 

"Kita kemarin satu hari tidak begitu efektif melakukan penyelaman sehingga hasil yang didapat sangat minim. Yang pasti, jika sudah urusan cuaca, kita tidak bisa melawan. Cuaca harus kita hindari apabila itu memang berbahaya untuk keselamatan kita bersama," ujarnya.

Sementara itu, untuk armada laut yang diturunkan adalah 60 kapal. Kemudian, perahu dan armada laut sebagai kapal pendukung kurang lebih sekitar 21. Selanjutnya, tiga kapal yang memiliki kemampuan deteksi bawah masih beroperasi. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : vivanews.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]