Belasan Calo Penjual Surat Swab Test Palsu di Bandara Soetta Dibekuk Polisi


Selasa, 19 Januari 2021 - 15:17:01 WIB
Belasan Calo Penjual Surat Swab Test Palsu di Bandara Soetta Dibekuk Polisi Calo surat tes swab di Bandara Soetta yang diamankan polisi.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sindikat pemalsu surat hasil rapid test antibody, antigen dan swab test di Bandara Soetta, Tangerang, Banten diciduk polisi. Sebanyak 15 orang ditangkap Polres Bandara Soetta dalam kasus tersebut. Kelima belas tersangka, berinisial MHJ, M alias A, ZAP, DS, U alias B, AA, U alias U, YS, SB, S bin N, S alias C, IS, CY, RAS dan PA. 

Tersangka MHJ, diketahui merupakan pekerja harian lepas bagian operasional, protokoler institusi dan mantan sekuriti Angkasa Pura Propertindo AP. Dia terkena PHK, pada Agustus 2020, akibat pandemi COVID-19. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusri Yunus mengatakan, tersangka MHJ berperan sebagai pencari orang yang memerlukan surat kesehatan untuk penerbangan tanpa melalui pemeriksaan kesehatan yang sah.

Baca Juga : Penegasan Mahfud MD, Revisi UU ITE Bisa Dilakukan

"Dia memasang tarif sebesar Rp1 juta sampai Rp1,5 juta untuk satu surat palsu. Dia mendapatkan keuntungan sebesar Rp50 ribu setiap satu suratnya," terang Kabidhumas dilansir laman Tribratanews, Selasa (19/1/2021).

Surat kesehatan palsu tersebut, dibuat oleh DS alias O alias NH. DS merupakan mantan relawan validasi KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) Bandara Soetta. Dia sedikit tahu tentang surat itu, karena pernah bekerja di sana. "Jadi, dia yang membuat surat keterangan hasil negatif SWAB PCR palsu dengan menggunakan laptop dan printer yang dimiliki. Dari setiap surat palsu itu, dia mendapatkan keuntungan sekitar Rp200 ribu," sambungnya.

Baca Juga : Polisi Dapat Hibah Tesla dari IMI, Bamsoet: Cocok, Indonesia Tidak Boleh Ketinggalan

Sementara tersangka lainnya, kebanyakan bekerja sebagai calo tiket yang sudah lama beraktivitas di Bandara Soetta. Dalam sehari, kawanan ini bisa menjual puluhan surat keterangan bebas COVID-19 palsu. Menurut pengakuan dari para tersangka, setiap harinya mereka bahkan bisa menjual surat keterangan sehat palsu itu sebanyak 20 lembar.

Selanjutnya, mereka dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 93 ayat 1 UU No 6/2018 tentang Kekarantinaan atau Pasal 14 Ayat 1 UU No 4/1984 tentang Wabah Penyakit Menular atau Pasal 263 KUHP serta Pasal 268 KUHP tentang Pemalsuan. "Mereka diancam hukuman enam tahun penjara," tegas Kabidhumas. (*)

Baca Juga : KBM Tatap Muka Dimulai Juli, Wakil Ketua DPD RI: Pemerintah Jangan Gegabah

Reporter : Agoes Embun | Editor : Agoes Embun
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]