Wiku: Jangan Lengah Karena Ada Vaksin, Tetap Disiplin 3M


Selasa, 19 Januari 2021 - 22:18:33 WIB
Wiku: Jangan Lengah Karena Ada Vaksin, Tetap Disiplin 3M Prof. Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Dengan dipelopori oleh Presiden Joko Widodo yang menjalani vaksinasi COVID-19 perdana pada Rabu (13/1), Indonesia menjadi negara pertama dalam Organisasi WHO South-East Asia region yang memulai vaksinasi massal COVID-19.

Adapun 11 negara anggota WHO South-East Asia, yaitu Bangladesh, Bhutan, Korsel, India, Maldives, Myanmar, Nepal, Sri Lanka, Thailand, Timor-Leste, dan Indonesia.

Baca Juga : Viral! Pesta Pelajar di Kantor Bupati Langgar Prokes

Vaksinasi COVID-19 penting untuk memutus rantai penularan COVID-19, memberikan perlindungan kesehatan dan keamanan pada masyarakat Indonesia, serta membantu percepatan proses pemulihan ekonomi. Mayoritas penduduk perlu mendapatkan vaksin untuk menciptakan kekebalan komunal (herd immunity).

“Salah satu upaya penanganan pandemi dengan menghadirkan kekebalan komunitas atau herd immunity,” jelas Prof. Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 dalam keterangan tertulis yang diterima Harianhaluan.com, Selasa (19/1/2021).

Baca Juga : Dokter Reisa: Vaksinasi pada Bulan Ramadan tidak Membatalkan Puasa, Justru Diwajibkan

Vaksinasi tahap awal menyasar pada tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan menghadapi COVID-19 dan ditargetkan selesai pada Februari 2021. Selanjutnya dilakukan tahapan vaksinasi pada petugas publik lalu kelompok masyarakat lainnya. Pemerintah mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam program vaksinasi.

Vaksin COVID-19 produksi Sinovac telah mengantongi izin penggunaan darurat dari BPOM dan fatwa halal MUI. Tahap awal vaksinasi ini merupakan langkah tepat dan layak diapresiasi. Namun, dengan adanya vaksin ini jangan membuat lengah.

Baca Juga : Pria Lajang Lebih Berisiko Terkena Penyakit Mematikan Ini

“Pada prinsipnya siapa pun yang sudah vaksinasi tidak boleh meninggalkan protokol kesehatan (3M) sampai pandemi dinyatakan berakhir. Tetap pakai masker yang benar, jaga jarak dengan menghindari kerumunan, dan rajin cuci tangan,” tegasnya.

Prokes 3M ini upaya sederhana untuk melindungi diri dan orang lain di sekitar. Sinergi dan gotong royong menjadi kunci dalam menghadapi pandemi COVID-19. Keberhasilan penanganan pandemi COVID-19 bergantung pada kontribusi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.

Baca Juga : Dokter Maxi: Percepatan Vaksinasi Butuh Peran Seluruh Elemen Masyarakat

Pemerintah telah menyediakan vaksin COVID-19 secara gratis dan semua lapisan masyarakat masyarakat harus berperan aktif dengan tetap disiplin menjalankan prokes 3M.

“Adaptasi perubahan perilaku untuk mencegah COVID-19 dan menjadi lebih sehat dengan 3M memang tidak mudah. Tapi ini harus dilakukan untuk kebaikan bersama,” tutup prof. Wiku. (*)

Editor : Milna Miana | Sumber : Rilis
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]