Masyarakat di Zona Merah Bencana Pessel Lebihi Separuh Penduduk, Relokasi Sulit Dilakukan 


Rabu, 20 Januari 2021 - 08:55:05 WIB
Masyarakat di Zona Merah Bencana Pessel Lebihi Separuh Penduduk, Relokasi Sulit Dilakukan  Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel, Herman Budiarto

PESSEL, HARIANHALUAN.COM - Tingginya ancaman bencana yang selalu mengintai keselamatan warga di Kabupaten Pesisir Selatan menjadi salah satu alasan perlunya dilakukan relokasi. Namun, akibat banyaknya jumlah warga yang berdomisi di kawasan zona merah membuat Pemda setempat kesulitan melakukan relokasi terhadap warganya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel, Herman Budiarto mengatakan jumlah warga yang berdomisili di zona rawan bencana tersebut, melebihi separuh dari jumlah penduduk yang saat ini telah mencapai 546 ribu jiwa lebih.

Baca Juga : Pembayaran Ganti Rugi Terdampak Jalan Tol Padang-Pekanbaru Ditargetkan Selesai Juni 2021

"Khusus zona merah tsunami, kawasannya cukup panjang dari Utara hingga Selatan dengan garis pantai mencapai 234,2 KM. Pada kawasan itu jumlah penduduk yang terancam keselamatannya mencapai 260 ribu jiwa," katanya, dikutip Rabu (20/1/2021).

Kondisi yang juga tidak kalah besar juga dialami oleh warga yang dipinggiran bukit dan bantaran sungai. Sebab jumlah jiwa yang terancam mencapai 100 ribu jiwa. Karena jumlah warga yang berada di zona merah tersebut sangat banyak upaya yang bisa dilakukan hanyalah melalui pembangunan jalan evakuasi, shelter dan sosialisasi siaga.

Baca Juga : Angka Kemiskinan di Sumbar Naik, DPRD Sarankan Begini

"Sebab dengan banyaknya warga yang harus direlokasi tentu akan membutuhkan biaya yang besar, di samping juga membutuhkan lahan pemukiman yang luas," ungkapnya.

Kendala lain yang dihadapai adalah tidak bersedianya masyarakat yang berada pada zona merah untuk dipindahkan. Terutama yang sudah menggantungkan hidupnya sebagai nelayan. Langkah strategis yang dilakukan pemerintah dalam memberikan kenyamanan kepada masyarakat agar terhindar dari ancaman bencana adalah melalui peningkatan dan pembangunan infrastruktur.

Baca Juga : Soal Pemberhentian Jalan Tol Padang-Pekanbaru, Begini Tanggapan LKAAM Sumbar

"Jika di kawasan zona merah tsunami dibangun shelter secara bertahap sesuai kebutuhan. Pada kawasan zona merah longsor juga dilakukan penghijauan. Sedangkan kepada masyarakat juga ditegaskan untuk tidak merusak hutan agar kelestarian hutan tetap terjaga," tutupnya.(*)

 

Baca Juga : Pekan Ini, Dokumen Lelang Proyek DAK Pariaman Rp15 Miliar Masuk UKPBJ

Reporter : Merinda Faradianti | Editor : Heldi Satria | Sumber : berita.pesisirselatankab.go.id
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]