Hukum Tentang Memperbesar Alat Kelamin Pria, Ini Jawaban Buya Yahya


Rabu, 20 Januari 2021 - 10:42:45 WIB
Hukum Tentang Memperbesar Alat Kelamin Pria, Ini Jawaban Buya Yahya Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Meski ukuran kemaluan intim pria tak bisa menjadi tolak ukur kepuasan dalam bercinta, namun tak dipungkiri sebagian wanita menginginkan ukuran yang lebih besar. Bagaimana pandangan islam dalam hal ini, apakah boleh memperbesar kemaluan?

Sebagian wanita merasa lebih bergairah dengan teknik bercinta yang memacu keintiman. Meski begitu, ukuran yang besar pada kemaluan sang suami, dianggap mampu membawa kepuasan lebih dahsyat. Benarkah demikian?

Baca Juga : Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 13 Dibuka Hari Ini, Kuotanya Masih 600.000 Orang

Pendakwah Buya Yahya mengakui masalah ukuran kemaluan ini memang kerap terjadi di masyarakat. Namun, Buya Yahya menegaskan bagaimana seharusnya suami-istri bisa bergaul dengan baik untuk sama-sama mencapai kepuasan.

Kemudian perlu dipahami, Allah menciptakan perempuan dengan wilayah khusus yang ada di tubuhnya. Ada beberapa wilayah yang mendasar dan di situ lah titik sensitifnya.

Baca Juga : Jelang Sidang Tuntutan Djoko Tjandra, DPR Ingatkan Jangan Sampai Tuntutan Rendah

"Sehingga tidak dipermasalahkan akan panjang pendeknya ukuran. Yang penting kemaluan laki-laki menyentuh wilayah sensitif itu, maka sampailah seorang wanita pada tingkat (puas). Artinya bisa saja kesenangan selesai di sini," ujar Buya Yahya dalam video singkat di kanal Youtube.

Yang jadi masalah, lanjut Buya Yahya, saat seseorang memiliki khayalan yang dibawa dari film-film berbau porno. Padahal, kata dia, kesenangan bisa usai saat suami memberikan penetrasi saat bercinta.

Baca Juga : Begini Cara Pemerintah Cegah Varian Baru Corona Menyebar Luas

"Kalau memang ada yang sangat kecil sehingga tidak bisa dijangkau wilayah sensitifnya wanita , kalau seandainya ada, pengobatan dilihat dua cara," jawab Buya Yahya.

Pertama, operasi memungkinkan namun dengan syarat yang ketat. Jika laki-laki ini masih mampu memuaskan wanita dengan ukuran kelaminnya saat itu, maka dilarang untuk melakukan operasi.

Baca Juga : Said Aqil Diangkat Jadi Komut KAI, Ini Alasannya Menurut Erick Thohir

"Karena dia akan membuka aurat untuk digedekan dengan operasi. Tapi kalau memang tidak bisa, diupayakan pengobatan. Kalau memang kondisinya darurat, baru boleh ditangani untuk operasi. Tapi kalau masih bisa sentuh area sensitif wanita, maka nggak perlu (operasi)," jelasnya.

Cara kedua, saran Buya Yahya, dengan mengoleskan obat di kemaluannya. Namun, dengan syarat tak boleh dipijitkan oleh orang lain.

"Boleh istrinya sendiri. Atau dioles dengan tangan sendiri tapi tidak sampai titik kenikmatan. Diupayakan dengan tangan kiri. Dengan catatan obat itu tidak membahayakan. Kalau membahayakan, harom," tegasnya. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : vivanews.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]