Imunolog Unair: Butuh Waktu 4 Tahun Bisa Bebas dari Pandemi Covid-19


Rabu, 20 Januari 2021 - 12:45:20 WIB
Imunolog Unair: Butuh Waktu 4 Tahun Bisa Bebas dari Pandemi Covid-19 Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pakar imunologi dari Universitas Airlangga Agung Dwi Wahyu Widodo mengingatkan, program vaksinasi Covid-19 secara nasional yang dimulai 13 Januari 2021 lalu tidak lantas melenyapkan virus corona seketika.

Dia melihat pengalaman dari musibah pandemi pada tahun 1918 silam, setidaknya butuh waktu sekitar empat tahun hingga pandemi benar-benar berakhir.

Baca Juga : Penderita Kanker Serviks di Padang Terus Meningkat

“Jadi kita wajib menggunakan masker selama empat tahunan itu dan bisa lebih panjang lagi kalau masyarakat tidak patuh aturan. Masker baru dapat dilepas setelah pandemi berakhir,” kata Agung dilansir dari laman Unair, Rabu (20/1/2021).

Agung menjelaskan, setelah pemberian vaksin pertama, tubuh tidak langsung kebal dari paparan Covid-19. Setidaknya diperlukan waktu selama seminggu untuk menghasilkan antibodi.

Baca Juga : Lansia Rentan Terpapar Corona B117, Prof Nidom Sarankan Ini untuk Penangkal

Antibodi yang dihasilkan itu pun, lanjutnya, masih cukup rendah kadarnya. Bahkan pada beberapa kasus, misalnya Hepatitis B, antibodi tidak terbentuk setelah vaksinasi. Sehingga infeksi sangat mungkin terjadi meski telah menerima vaksin.

“Setelah pemberian vaksin pertama, antibodi masih belum terbentuk. Sambil menunggu antibodi meningkat dengan baik, kita tetap harus memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan lainnya,” tegas dosen pada Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran UNAIR itu.

Baca Juga : Apa Itu Gangren? Gejala Baru Covid-19 yang Bisa Berisiko Amputasi Anggota Tubuh

Lagipula, tandasnya, tujuan vaksinasi bukan untuk melepas masker. Masyarakat harus tetap waspada. Sebab menurutnya, vaksinasi juga tidak menghentikan penularan virus.

Ia menyarankan agar tetap melakukan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, mengurangi mobilisasi, dan menjauhi kerumunan.

Baca Juga : 'Varian Raja' dari Afsel, Corona B1351 Harus Lebih Diwaspadai dari B117

“Pemberian vaksin juga tidak melindungi kita dari proses penularan virus. Karena walaupun sudah divaksin, transmisi virus akan tetap terjadi,” tuturnya.

Kepada masyarakat, Agung mengingatkan bahwa setelah pemberian vaksin, kekebalan tubuh belum tentu meningkat secara langsung. Terlebih lagi, hasil vaksinasi setiap orang tidak sama. Oleh karena itu, masker tetap perlu dipakai.

“Penggunaan masker dapat meminimalisir virus yang masuk ke dalam tubuh. Sehingga jumlahnya kecil dan dapat dilawan oleh sistem kekebalan tubuh,” terangnya. (*)

Reporter : Syafril Amir | Editor : Rahma Nurjana
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]