Wacana Vaksinasi Mandiri, IDI Sumbar Sebut untuk Sekarang Belum Efektif


Rabu, 20 Januari 2021 - 13:20:40 WIB
Wacana Vaksinasi Mandiri, IDI Sumbar Sebut untuk Sekarang Belum Efektif Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatera Barat (Sumbar) dr. Pom Harry Satria

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah mencanangkan akan melaksanakan program vaksinasi Covid-19 secara mandiri. Diharapkan dengan adanya program vaksinasi mandiri tersebut dapat mempercepat target vaksinasi nasional. Tak hanya itu herd immunity (kekebalan kelompok) dapat segera dicapai. 

Saat dihubungi Harianhaluan.com, Rabu (20/1/2021) Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatera Barat (Sumbar) dr. Pom Harry Satria mengatakan vaksinasi merupakan langkah untuk melindungi masyarakat dari penularan Covid-19. Vaksinasi juga dapat melindungi orang dari infeksi berat.

Baca Juga : Corona B117 Masuk ke Indonesia, Pakar UGM: Tak Perlu Khawatir Berlebihan

Ia juga mengatakan dukungan terhadap program vaksinasi pemerintah dalam mendistribusikan vaksin kepada masyarakat Indonesia. Karena langkah tersebut menjadi satu hal penting dalam menumpas penularan kasus Covid-19 di Indonesia.

"Perbandingannya orang yang tidak divaksin jika terpapar Covid-19 kondisinya akan 3 kali lebih berat dari orang yang divaksin. Kebijakan ini kita lihat merupakan satu hal yang diberikan kepada masyarakat semuanya menjadi tanggungjawab pemerintah. Jadi kita sepenuhnya mendukung itu," katanya.

Baca Juga : Empat Karyawan Positif Covid-19, Kantor KONI Riau Ditutup Sepekan

Namun, wacana pemberian vaksinasi mandiri pada masyarakat dinilai kurang efektif. Karena masyarakat sekarang ini masih ada yang enggan untuk divaksin. Sehingga program vaksinasi mandiri akan lebih baik jika diberlakukan sebagai pilihan berikutnya dalam keadaan pandemi sudah selesai.

"Kondisi sekarang ini tentu kita berharap agar tidak ada beban berbayar di masyarakat," lanjutnya.

Baca Juga : 4 Maret Hari Obesitas Sedunia, 1 dari 3 Orang Indonesia Mengalami Obesitas

Katanya, vaksin tak hanya diberikan kepada kelompok masyarakat tertentu dengan rentangan usia 18-59 tahun saja tapi juga harus merata di kalangan usia. Minimal sebanyak 80 persen masyarakat telah mendapatkan vaksinasi maka bisa kelompok tersebut dinyatakan memenuhi kekebalan imunitas.

"Proses vaksin berstandar secara internasional. Standar di Indonesia juga sama dengan yang ditetapkan WHO. Fatwa di MUI juga sudah dikeluarkan, jadi tak perlu ragu," ujarnya.(*)

Baca Juga : Gejala Awal Penyakit Ginjal pada Anak-anak, Tubuh Sering Sembab

Reporter : Merinda Faradianti | Editor : Rahma Nurjana
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]