Mulai Diusut Jaksa, di RS Ini Penggunaan Bankeu Rp41 Miliar Diduga Bermasalah


Rabu, 20 Januari 2021 - 23:59:31 WIB
Mulai Diusut Jaksa, di RS Ini Penggunaan Bankeu Rp41 Miliar Diduga Bermasalah Ilustrasi. Net

PEKANBARU,HARIANHALUAN.COM-Bantuan Keuangan (Bankeu)  yang dikucurkan Tahun 2016 lalu sebesar Rp41 Miliar  diduga bermasalah dalam penggunannya, pihak kejaksaan pun mulai melakukan penyelidikan.

Bankeu tersebut dikucurkan Pemerintah Provinsi Riau mengucurkan sebesar Rp41 miliar kepada Rumah Sakit Umum Daerah Idndrasari Rengat, Indragiri Hulu. Belakangan, disinyalir ada persoalan terhadap penggunaan bankeu tersebut, sehingga berujung pada pengusutan oleh penegak hukum.

Baca Juga : Tim Pengacara Bakal Dampingi Tiga Mahasiwa Unilak yang Dipecat

Adalah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau yang mendalami dugaan penyimpangan penggunaan anggaran yang bersumber dari APBD Provinsi Riau itu. Dikonfirmasi, Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau, Muspidauan, tidak menampik hal tersebut.

“Iya. Masih lid (penyelidikan,red),” ujar Muspidauan saat ditemui Hakuanriau.co  di ruangannya, Rabu (20/1/2021).

Baca Juga : FKPMR Dorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Riau

Pengusutan ini dilakukan berdasarkan laporan yang disampaikan masyarakat. Sehingga Korps Adhyaksa perlu menindaklanjutinya.

Dalam tahap penyelidikan ini, kata Muspidauan, tim penyelidik berupaya mencari peristiwa pidana. Proses pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) pun dimulai.

Baca Juga : Jumat, Tiga Kepala Daerah Terpilih Dilantik Gubernur

“Dalam tahap penyelidikan ini, tim akan mencari peristiwa pidana dalam perkara itu. Perlu dilakukan proses klarifikasi terhadap pihak-pihak yang diduga mengetahui terkait bankeu tersebut,” sebut Muspidauan.

Mengingat perkara ini masih dalam tahap penyelidikan, Muspidauan belum bersedia memaparkan kronologis perkara termasuk dugaan penyimpangan yang tertuang di dalam laporan tersebut.

Baca Juga : Riau Kebut Produksi Beras Hingga Capai Taget 331.237 Ton

Dari informasi yang diperoleh, pengusutan perkara itu dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan (Sprinlid) Nomor : PRINT-01/L.4/Fd.I/2021 tentang pengusutan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dan penggunaan Bankeu Provinsi Riau Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp41 miliar kepada Kabupaten Indragiri Hulu Cq RSUD Indrasari.

Surat itu ditandatangani Kepala Kejati (Kajati) Riau Mia Amiati pada 11 Januari 2021 lalu.

Mengingat baru diterbitkannya surat perintah tersebut, tim penyelidik akan mengundang sejumlah pihak untuk diklarifikasi. Surat undangan diyakini telah dikirimkan.

“Baru mengundang. Tunggu, nanti kalau mereka hadir,” singkat Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau Hilman Azazi menambahkan.

Diketahui, RSUD Indrasari mendapat kucuran bankeu dari Provinsi Riau tahun 2016 sebesar Rp41 miliar.

Uang sebesar itu digunakan untuk perlengkapan alat kedokteran termasuk juga rehab ruangan CT Scan. Adapun jumlahnya mencapai Rp36 miliar.

Sementara sisanya, Rp5 miliar dikucurkan untuk penerima bantuan iuran (PBI) atau peserta jaminan kesehatan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu yang ditetapkan oleh pemerintah dan diatur melalui Peraturan Pemerintah. (*)

Editor : Dodi | Sumber : Haluanriau.co
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]