Kolonel TNI Mati Dibunuh Rekan Sendiri Cuma Gara-gara Politik


Kamis, 21 Januari 2021 - 16:34:07 WIB
Kolonel TNI Mati Dibunuh Rekan Sendiri Cuma Gara-gara Politik Brigjen TNI (Anumerta) Katamso Darmokusumo

HARIANHALUAN.COM - Peristiwa kelam pengkhianatan Partai Komunis Indonesia (PKI) menyisakan duka yang sangat mendalam bagi sejumlah korban. Tak hanya enam Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Darat yang jadi korban pembunuhan di Jakarta, ada pula kisah miris seorang Perwira Menengah (Pamen) di Jawa Tengah yang justru tewas dibunuh rekan sendiri.

Adalah Brigjen TNI (Anumerta) Katamso Darmokusumo yang jadi salah satu korban kebiadaban anggora PKI di Jawa Tengah. Dalam keterangan yang dikutip dari VIVA Militer dari mantan Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Letjen TNI Sintong Panjaitan, Katamso tewas dibunuh oleh Pamen TNI yang pangkatnya sama, Kolonel Suherman.

Baca Juga : Misteri Rumah Gadang di Bendang, Bunyi Tongkat Menghentak sampai Piring Pecah

Sintong mengatakan, pasca keberhasilan menumpas Gerakan 30 September 1965 atau G30S/PKI di Jakarta, ia dan pasukan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) atau yang sekarang dikenal dengan Kopassus, diperintahkan untuk mengambil alih Jawa Tengah.

Penjelasan mengapa Jawa Tengah sudah berada dalam kondisi darurat menurut Sintong, karena ada gerakan perwira TNI yang disusupi PKI. Kolonel Suherman yang merupakan Asintel Komando Daerah Militer (Kodam) IV/Diponegoro, adalah perwira yang mendukung gerakan Dewan Revolusi Nasional bentukan PKI.

Baca Juga : Beragam Tradisi Unik Masyarakat Adat Indonesia di Bulan Rajab

Dengan berani Suherman menangkap atasannya sendiri, Brigjen TNI Suryo Sumpeno, yang saat itu menduduki posisi sebagai Pangdam IV/Diponegoro.

"Waktu itu di Jawa Tengah, asisten intelijennya mengambil alih kekuasaan dari panglimanya Mayjen Suryo Sumpeno, ditangkap Suryo Sumpeno," kata Sintong.

Baca Juga : Ini Daftar Hewan Langka yang Perlu Kamu Lihat Sebelum Punah

Tak hanya itu, Suherman juga menangkap dan bahkan membunuh sejumlah perwira TNI yang menentang gerakan Dewan Revolusi Nasional. Salah satunya adalah Katamso, yang sejak awal memang sangat menentang gerakan bikinan PKI itu. 

Saat itu, Katamso menjabat sebagai Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 072/Pamungkas. Bukan cuma Katamso yang dibunuh, Kepala Staf Korem (Kasrem) 072/Pamungkas, Letkol Sugiono, juga mengalami nasib yang sama dengan Katamso.

Baca Juga : Berminat untuk Menjadi Penyelam? Ini Tipsnya untuk Pemula

"Jadi Kolonel Suherman ini mengambil alih (Kodam IV/Diponegoro) dan juga membunuh Danrem 72, Kolonel Katamso, dan wakilnya. Dan juga menyatakan Jawa Tengah siap mendukung Dewan Revolusi Daerah. Sehingga memang, suasana yang paling gawat di Jawa Tengah. Karena itu lah sebetulnya, Jawa Tengah dinyatakan sebagai sasaran penumpasan G30S/PKI," ujar Sintong.

Menurut data yang dikutip VIVA Militer dari situs resmi Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, sebelum kematiannya Katamso sempat dipaksa banyak anak buahnya yang mendukung PKI untuk menandatangani berkas dukungan terhadap Dewan Revolusi Nasional pada 1 Oktober 1965.

Akan tetapi, Katamso menolak dan akhirnya ditangkap. Ia dibawa ke Kompleks Batalyon Infanteri (Yonif) L, yang sekarang menjadi Yonif 403/Wirasada Pratista. Pada 2 Oktober 1965, Katamso tewas akibat kepalanya dipukul oleh kunci mortir ukuran 8. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : vivanews.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 10:52:56 WIB

    Misteri Rumah Gadang di Bendang, Bunyi Tongkat Menghentak sampai Piring Pecah

    Misteri Rumah Gadang di Bendang, Bunyi Tongkat Menghentak sampai  Piring Pecah Misteri rumah gadang (rumah adat Minangkabau) di Bendang, Nagari Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan (Solsel) yang selesai pembangunannya dalam satu malam. Kisah ini menjadi cerita turun-temurun oleh masyarakat.
  • Ahad, 21 Februari 2021 - 13:33:23 WIB

    Beragam Tradisi Unik Masyarakat Adat Indonesia di Bulan Rajab

    Beragam Tradisi Unik Masyarakat Adat Indonesia di Bulan Rajab Masyarakat adat di Indonesia memiliki tradisi unik dalam menyambut momen-momen tertentu, salah satunya saat memasuki bulan Rajab..
  • Ahad, 14 Februari 2021 - 16:34:31 WIB

    Ini Daftar Hewan Langka yang Perlu Kamu Lihat Sebelum Punah

    Ini Daftar Hewan Langka yang Perlu Kamu Lihat Sebelum Punah Saat ini ada berbagai lembaga di seluruh dunia yang sedang mengupayakan penyelamatan terhadap hewan-hewan langka yang terancam punah. Meski begitu, daftar hewan langka mungkin tak akan habis, karena jumlahnya terus bertambah..
  • Ahad, 07 Februari 2021 - 19:13:51 WIB

    Berminat untuk Menjadi Penyelam? Ini Tipsnya untuk Pemula

    Berminat untuk Menjadi Penyelam? Ini Tipsnya untuk Pemula Menikmati pemandangan bawah laut memiliki kenikmatan dan keasyikan tersendiri. Beraneka ragam kehidupan berseliweran dalam perairan tersebut begitu memikat untuk ditatap dan disingkap kehidupan bawah laut tersebut yang sampai.
  • Senin, 01 Februari 2021 - 22:36:28 WIB

    Pembelajaran Ideal Anak saat Pandemi

    Pembelajaran Ideal Anak saat Pandemi Pandemi COVID-19 membawa dampak besar pada dunia pendidikan di Indonesia. Sebagian besar sekolah memutuskan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar online dari rumah..
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]