Jangan Teriaki Anak, Dampak Buruk Segera Mengintai


Jumat, 22 Januari 2021 - 05:04:50 WIB
Jangan Teriaki Anak, Dampak Buruk Segera Mengintai Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Berteriak saat berbicara dengan seseorang tentu tidak mengenakan. Terlebih jika Anda sebagai orang tua berteriak saat berbicara kepada buah hati. Penelitian menunjukkan bahwa meneriaki anak-anak sama berbahayanya dengan memukul mereka. Seorang anak yang cenderung sering diteriaki saat berbicara memiliki perilaku yang bermasalah.

Berteriak bukanlah jalan terbaik untuk Anda yang ingin mendisiplinkan buah hati. Berteriak juga bukan solusi bagi anak untuk dapat mendengarkan pendapat Anda. Jika orang tua berbicara pada anak dengan cara meneriaki mereka, hal ini justru membuat si buah hati jauh lebih sedikit mendengarkan orang tuanya.

Baca Juga : 4 Maret Hari Obesitas Sedunia, 1 dari 3 Orang Indonesia Mengalami Obesitas

"Anak-anak sebenarnya akan lebih sedikit mendengarkan ketika Anda meneriaki mereka,” ungkap Shrand dikutip dari Haibunda.com, Jumat (22/1/2021).

Ketika orang tua mulai meninggikan suara itu berarti Anda mengaktifkan sistem limbik anak. Bagian itu merupakan organ otak yang bertanggung jawab antara lain respons melawan atau lari. Tak tertutup kemungkinan anak akak memberikan respon yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Baca Juga : Gejala Awal Penyakit Ginjal pada Anak-anak, Tubuh Sering Sembab

Ketika Anda mengekspresikan rasa frustrasi ini dengan berteriak ke anak akan berdampak besar pada perkembangan kepribadian dan kesehatan jangka panjang si kecil. Berikut dampak buruk dari kebiasaan berteriak kepada anak:

  • Membuat perilaku anak bermasalah

Anda mungkin berpikir jika berteriak ke anak akan membuat masalah selesai. Tetapi penelitian menunjukkan bahwa hal itu sebenarnya bisa menciptakan lebih banyak masalah untuk jangka panjang. 

Baca Juga : Untuk Lansia di Indonesia Lho! Vaksinasi Covid-19 Bisa Drive-Thru, Begini Caranya

  • Mengubah cara otak anak berkembang

Berteriak pada anak dan teknik pengasuhan yang keras lainnya benar-benar dapat mengubah cara otak anak berkembang. Hal itu karena manusia memproses informasi dan peristiwa negatif lebih cepat dan menyeluruh daripada yang baik.

  • Dapat menyebabkan anak depresi

Selain anak-anak merasa sakit hati, takut, atau sedih ketika Anda membentak mereka, pelecehan verbal menyebabkan masalah psikologis yang lebih dalam yang dibawa anak hingga dewasa.

Baca Juga : Ini Masker yang Disarankan Ahli untuk Tangkal Corona B117

Pada studi yang melacak peningkatan masalah perilaku pada anak usia 13 tahun yang diteriaki, para peneliti juga menemukan peningkatan gejala depresi.

  • Dapat mempengaruhi kesehatan fisik

Stres di masa anak-anak dari orang tua yang melecehkan secara verbal dapat meningkatkan risiko anak untuk mendapatkan masalah kesehatan tertentu saat dewasa. Penelitian memberi tahu bahwa mengalami stres sebagai seorang anak dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan fisik.

  • Menyebabkan penyakit kronis

Sebuah studi menemukan hubungan antara pengalaman masa kanak-kanak yang negatif, termasuk pelecehan verbal dan jenis lain, dapat menyebabkan kondisi kronis yang menyakitkan. Kondisi tersebut termasuk artritis, sakit kepala parah, masalah punggung dan leher, dan nyeri kronis lainnya.(*)

Reporter : Merinda Faradianti | Editor : Merinda Faradianti | Sumber : Haibunda.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]