Joe Biden Resmi Jadi Presiden AS, Ini Beragam Komentar dan Harapan Massa


Jumat, 22 Januari 2021 - 06:58:50 WIB
Joe Biden Resmi Jadi Presiden AS, Ini Beragam Komentar dan Harapan Massa Joe Biden resmi jadi Presiden AS

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Hari Rabu (20/1/2021) menjadi hari bersejarah bagi masyarakat Amerika Serikat. Pada hari tersebut, Joe Biden dilantik sebagai presiden ke-46 Amerika. 

Seperti dikutip dari Okezone, pandemi dan langkah pengamanan yang ketat, menyebabkan massa, yang hadir untuk acara pelantikan, sangat dibatasi. Sebagian dari mereka berbicara tentang acara pengalihan kekuasaan yang bersejarah tersebut.

Baca Juga : Longgarkan Karantina Covid-19, Israel Mulai Buka Restoran

Tidak ada monitor selebar stadion. Tidak ada massa yang berhimpitan dan bersorak sorai menyaksikan acara pelantikan itu. Hanya sekelompok kecil massa yang hendak melihat apa yang terjadi di jalan.

Presiden Joe Biden mengatakan pemerintahannya akan memvaksinasi 100 juta orang dalam 100 hari pertamanya.

Baca Juga : Menlu China Nyatakan Serius Bantu Indonesia Jadi Pusat Produksi Vaksin Covid-19 di ASEAN

Thèrése Addington datang dari Richmond, Virginia. Ia baru saja pulih dari COVID. “Menurut saya, banyak kekacauan yang harus dia bereskan. Saya tidak yakin dia bisa melakukan semua yang dijanjikan tetapi saya berharap setidaknya dia akan mencoba."

Presiden baru itu mengusulkan rencana stimulus $1,9 triliun untuk menggerakkan roda ekonomi yang mandek akibat pandemi.

Baca Juga : Hacker Sebar Data Pasien RS Amerika Serikat di Dark Web

Frank Beal, penasihat keuangan dari North Carolina, mendukung langkah tersebut. "Tidak terhindarkan, kita bagai gali lubang tutup lubang. Pada akhirnya semua akan susah. Tetapi kini ada stimulus untuk tetap menggerakkan ekonomi."

Mengenai imigrasi, Presiden Biden mengusulkan masa delapan tahun bagi sekitar 11 juta imigran gelap untuk menjadi warga negara. Menanggapi kebijakan ini, Tom Kelly dari Florida khawatir Biden akan memberi amnesti kepada orang-orang yang melanggar hukum. Menurutnya, itu kebijakan yang buruk.

Baca Juga : Waw, Warga Amerika Bakal Dapat Bansos Senilai Rp 20 Juta

Tetapi Jimmy Ortiz dari Washington, DC berpendapat lain. "Orang-orang yang memberi kita makan, yang memanen tanaman di ladang, bekerja di konstruksi, semua adalah pekerja imigran. Mereka akan membangun negara ini dengan cara yang sama seperti yang telah mereka lakukan sejak negara ini lahir."

Pengamanan yang belum pernah terjadi terhadap Capitol Hill dipicu oleh serangan terhadap Gedung Kongres Amerika itu dua minggu sebelumnya. Roy Wendell dari Clarksburg, West Virginia, adalah pendukung mantan Presiden Donald Trump. Ia mengungkapkan keprihatinannya.

“Kita melantik presiden baru, sementara sekelompok orang bersenjata berjaga-jaga di jalan. Di belakang mereka terdapat kawat berduri. Pemandangan seperti ini hanya ada di negara lain. Ini bukan Amerika yang kita kenal," katanya.

Tantangan terbesar Biden kini dimulai. Memulihkan bangsa dari pandemi virus dan pandemi partisan. (*)

Editor : Rahma Nurjana | Sumber : okezone.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]