Usai Lengser, Trump Disebut Hidup dalam Ketakutan


Jumat, 22 Januari 2021 - 13:43:58 WIB
Usai Lengser, Trump Disebut Hidup dalam Ketakutan Donald Trump

TEHERAN, HARIANHALUAN.COM - Putri almarhum Jenderal Iran, Qassem Soleimani menyambut sinis lengsernya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat. Ia pun mengatakan selalu ingat bahwa Trump sebagai pembunuh ayahnya.

"Trump, Anda membunuh ayah saya! Jenderal yang memimpin kemenangan perang melawan ISIS/ al-Qaeda, dengan harapan menyimpang bahwa Anda akan dilihat sebagai semacam pahlawan,” tulis putri Soleimani, Zaynab Soleimani, di Twitter, Rabu (20/1/2021).

Baca Juga : Siap-siap 14-15 Maret! WHO Bakal Umumkan Asal-usul COVID-19

"Tapi sebaliknya Anda dikalahkan, diisolasi dan dihancurkan, dipandang bukan sebagai pahlawan, tetapi orang yang hidup dalam ketakutan akan musuh. Ironisnya," lanjut dia.

Dilansir okezone.com, Soleimani merupakan komandan Pasukan Quds, pasukan elite Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, pada saat dibunuh AS dengan serangan pesawat nirawak atau drone bersenjata rudal pada 3 Januari 2020 di Baghdad. Militer AS mengonfirmasi bahwa pembunuhan itu atas perintah Trump.

Baca Juga : Cair Bulan Ini, Presiden Joe Biden Bagi-bagi 'BLT'

Selain putri Soleimani, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif juga menyampaikan ucapan sinis atas lengsernya Trump dan para anak buahnya, termasuk Menteri Luar Negeri Mike Pompeo. "Pemerintahan Trump dibuang ke tong sampah sejarah dengan aib," tulis Zarif.

"Tapi ingatan tentang Jenderal Soleimani dan 1000-an yang dibunuh, cacat dan kelaparan makanan dan obat-obatan oleh negara Trump, terorisme dan kejahatan terhadap kemanusiaan, akan bersinar," lanjut Zarif, seperti dikutip Sputniknews, Kamis (21/1/2021).

Baca Juga : Astaga! China Retas 30 Ribu Akun AS

"Mungkin orang baru di DC terpelajar," imbuh Zarif merujuk pada pemerintahan Presiden Joe Biden.

Pada Rabu 20 Januari 2021, Presiden terpilih AS Joe Biden dilantik dalam upacara dengan keamanan yang tidak biasa di Washington DC. Beberapa minggu sebelumnya, pendukung Trump melancarkan pemberontakan bersenjata dan menyerbu Gedung Capitol AS, membubarkan Kongres tetapi gagal dalam tujuan mereka untuk menghentikan sertifikasi hasil pemilu November 2020 yang menunjukkan Biden sebagai pemenang.

Baca Juga : Benarkah? Hasil Studi Sebut Anjing Pelacak Bisa Deteksi Covid-19 Seminggu Sebelum Hasil PCR

Biden telah mengindikasikan bahwa dia bersedia untuk membalikkan salah satu tindakan Trump yang paling merusak terhadap Iran, yakni penarikan AS dari kesepakatan nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada 2018 lalu.(*)

Editor : Nova Anggraini | Sumber : okezone
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 09:33:43 WIB

    Siap-siap 14-15 Maret! WHO Bakal Umumkan Asal-usul COVID-19

    Siap-siap 14-15 Maret! WHO Bakal Umumkan Asal-usul COVID-19 Tim ahli dari organisasi kesehatan dunia WHO telah menyelesaikan investigasi di Wuhan untuk mengungkap asal usul virus Corona COVID-19. Hasilnya akan dipublikasikan dalam waktu dekat..
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 08:52:35 WIB

    Cair Bulan Ini, Presiden Joe Biden Bagi-bagi 'BLT'

    Cair Bulan Ini, Presiden Joe Biden Bagi-bagi 'BLT' Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden merespons positif positif langkah Senat menyetujui paket stimulus penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi senilai US$ 1,9 triliun (setara Rp 27.335 triliun dengan kurs Rp 14.386/US$),.
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 08:10:33 WIB

    Astaga! China Retas 30 Ribu Akun AS

    Astaga! China Retas 30 Ribu Akun AS China telah meretas sedikitnya 30 ribu organisasi Amerika Serikat (AS) termasuk pemerintah lokal dalam beberapa hari terakhir. Menurut seorang spesialis keamanan komputer, peretasan itu merupakan kampanye spionase dunia maya .
  • Sabtu, 06 Maret 2021 - 11:27:17 WIB

    Benarkah? Hasil Studi Sebut Anjing Pelacak Bisa Deteksi Covid-19 Seminggu Sebelum Hasil PCR

    Benarkah? Hasil Studi Sebut Anjing Pelacak Bisa Deteksi Covid-19 Seminggu Sebelum Hasil PCR Sebuah penelitian mengungkap anjing pelacak yang terlatih khusus dapat mendeteksi kasus positif Covid-19 lebih dari seminggu sebelum tes swab laboratorium. Uji coba efektivitas anjing pelacak Covid dilakukan terhadap para pem.
  • Jumat, 05 Maret 2021 - 13:25:49 WIB

    Inggris Temukan Lagi 16 Kasus Varian Baru COVID-19, Mengandung Mutasi E484K

    Inggris Temukan Lagi 16 Kasus Varian Baru COVID-19, Mengandung Mutasi E484K Para peneliti Inggris telah menemukan adanya 16 kasus baru dari mutasi varian Corona yang mirip dengan varian yang ditemukan di Afrika Selatan dan Brasil. Saat ini, varian baru Corona dengan mutasi E484K itu tengah dalam peng.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]