Dilarang Kumpulkan Donasi di Lampu Merah, Ketua LKAAM Sumbar: Kegiatan Itu Menghina Orang Minang, Secara Adat Memalukan


Jumat, 22 Januari 2021 - 14:44:47 WIB
Dilarang Kumpulkan Donasi di Lampu Merah, Ketua LKAAM Sumbar: Kegiatan Itu Menghina Orang Minang, Secara Adat Memalukan M Sayuti Datuak Rajo Panghulu

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Dinas Sosial Kota Padang melarang pengumpulan donasi untuk korban bencana yang dilakukan di lampu merah. Dinsos tidak pernah mengeluarkan izin terkait kegiatan pengumpulan donasi untuk korban bencana tersebut, karena jumlah yang didapat dan yang disetorkan tidak diketahui.

Menanggapi hal tersebut, Ketua LKAAM Provinsi Sumbar M Sayuti Datuak Rajo Panghulu saat diwawancarai Harianhaluan.com, Jumat (22/1/2021), mengatakan, ia setuju dengan larangan yang dikeluarkan Dinsos Kota Padang tersebut.

Baca Juga : Helat Musrenbang, Bupati Benny Prioritaskan Pembangunan yang Jadi Kebutuhan Masyarakat

"Saya setuju larangan yang dikeluarkan dinsos itu. Karena memang secara adat Minangkabau itu menghina dan memalukan," tegasnya.

Ia menerangkan, tindakan tersebut dinilai memalukan karena orang Minangkabau memiliki cara tersendiri dalam membantu saudaranya yang tertimpa musibah. Jika dilakukan penggalangan donasi di jalan tersebut seakan menyiratkan orang Minangkabau sudah kehilangan kekerabatannya.

Baca Juga : Tolak KLB, DPC Partai Demokrat Pasaman Tegaskan Tetap Setia ke AHY

"Di Minang ini kita punya cara sendiri, galang dana di masjid, musala, jangan di jalan. Apa salahnya datang ke masjid dalam waktu singkat terkumpul donasi. Tapi ya harus transparan, ini bantuan untuk apa dan untuk siapa," lanjutnya.

Ia juga menerangkan, jika terjadi satu musibah di suatu tempat, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengecek apakah ada saudara yang bersuku Minangkabau di sana. Karena di Minang sendiri, harus menyelamatkan saudaranya terlebih dahulu. 

Baca Juga : Tahun Ini, Solsel Dapatkan Perbaikan Jalan Bukit Manggiu Sebesar Rp6 Miliar

"Harus dicek apa ada saudara kita yang sesuku di sana. Misal terjadi bencana dan di sana ada suku Chaniago, atau suku Sikumbang, nah di situ baru kita bawa ke masjid dan galang donasi. Bukan di jalan seperti itu, seperti menghina orang Minang karena seakan kehilangan kekerabatannya," tutupnya.(*)

Reporter : Merinda Faradianti | Editor : Nova Anggraini
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]