Gubernur Sumbar: Masyarakat Tak Perlu Takut, BPOM dan MUI Sudah Keluarkan Fatwa Kehalalan Vaksin


Jumat, 22 Januari 2021 - 20:39:57 WIB
Gubernur Sumbar: Masyarakat Tak Perlu Takut, BPOM dan MUI Sudah Keluarkan Fatwa Kehalalan Vaksin Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno. Ist

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Gubernur Sumbar, Irwan Sumbar menyebutkan, vaksin merupakan bagian dari upaya Pemerintah untuk mengurangi dampak buruk dari penyebaran Covid-19 di Sumatera Barat. Salah satu untuk melemahkan virus Corona masuk dalam tubuh masyarakat.

"Walaupun saya ditunda untuk divaksin, masyarakat tidak perlu takut, keamanan dan kehalalan vaksin Covid-19 tidak perlu diragukan, karena telah diuji coba tahap ketiga dan telah memenuhi standar keamanan yang disyaratkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), BPOM dan MUI pun sudah mengeluarkan fatwa kehalalan vaksin Sinovac," kata Irwan saat menjadi narasumber pada diskusi publik dengan tema "Apa dan Bagaimana Pasca Vaksinasi" di Padang, Kamis (21/1/2021) kemaren.

Baca Juga : Sumbar Butuh Jalan Tol Padang-Pekanbaru

Irwan meminta, masyarakat jangan sampai terpengaruh dan tidak mudah terprovokasi oleh berita hoax yang selama ini banyak beredar. Vaksin Sinovac secara keseluruhan aman. Berdasarkan evaluasi khasiat, vaksin Sinovac sudah mampu membentuk antibodi di dalam tubuh dan mampu membunuh serta menetralkan virus SARS-CoV-2 di dalam tubuh.

"Keteladanan atau contoh perlu dilakukan para pemimpin untuk meyakinkan masyarakat yang menangkal informasi tidak benar terkait vaksinasi ini," ucapnya.

Baca Juga : Mellysa Kistiand Putri Terpilih Sebagai Runner Up I Duta GenRe Tanah Datar 2021

Irwan menjelaskan, Sebelumnya pemprov Sumbar dalam pencanangan vaksinasi Covid-19 itu, dari 12 orang pejabat yang akan divaksin perdana ada 6 yang ditunda untuk divaksin, karena alasan kesehatan terpaksa ditunda untuk melakukan vaksinasi.

Ada 16 poin persyaratan yang bisa menerima vaksin di antaranya tidak pernah terkonfirmasi Covid-19, tidak ada riwayat kontak erat dengan pasien corona, bukan ibu hamil, tidak memiliki riwayat penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes melitus, ginjal, jantung, HIV dan memiliki penyakit asma.

Baca Juga : 10 Calon Pimpinan Baznas Pariaman Ikuti Seleksi Tahap Wawancara

Irwan berharap, setelah ini masyarakat bisa lebih tenang. Walaupun masih ada suara meragukan, semoga ini bisa memperbaiki keadaan. Perlu pendekatan dengan masyarakat untuk meyakinkan bahwa vaksinasi tidaklah berbahaya.

"Ini masalah kesehatan, bukan berarti gubernur Sumbar menolak untuk divaksin, tetapi ditunda. Saya masih menunggu dari dinas kesehatan kapan untuk divaksinasi berikutnya. Mungkin besok atau lusa, saya siap divaksin kalau diizinkan," ujarnya.

Baca Juga : 1.100 Personel Polresta Padang Bakal Disuntik Vaksin

Lebih lanjut, Irwan mengajak, seluruh jajaran stakeholder, media, dan para generasi muda, mahasiswa, untuk meluruskan berita jangan kalah dengan berita hoax. Juga tokoh masyarakat dan pemerintah punya tanggung jawab untuk meluruskan berita hoax.

Seluruh elemen yang terkait harus jelaskan kepada masyarakat termasuk Tenaga Medis, Tenaga Kesehatan yang memahami secara ilmiah tentang vaksin. Agar bisa menghentikan pandemi dan mendapatkan kebaikan ke depan karena vaksin Sinovac memenuhi standar kesehatan diuji secara klinis semuanya sudah mengikuti standar kesehatan.

"Sampai saat ini, sesuai fakta belum ada efek dari suntikan vaksin di Sumbar di launching pada Kamis yang lalu. Hal itu, sudah diawali oleh Danrem 032/Wirabraja Brigadir Jenderal TNI Arief Gajah Mada dan para pejabat lainnya," terang Irwan.

Terakhir, Irwan mengajak semua elemen masyarakat bersama memerangi penyebaran virus tersebut dengan disiplin mematuhi anjuran pemerintah menerapkan 3M yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]