Beri Klarifikasi soal Siswi Non-Muslim Diminta Pakai Jilbab, Kepala SMK 2 Padang: Kami Tidak Pernah Memaksa


Jumat, 22 Januari 2021 - 22:07:03 WIB
Beri Klarifikasi soal Siswi Non-Muslim Diminta Pakai Jilbab, Kepala SMK 2 Padang: Kami Tidak Pernah Memaksa Kepala Sekolah SMK 2 Padang Rusmadi. Foto: Buliza Rahmat

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Kepada Dinas Pendidikan Sumbar, Adib Alfikri, menyebutkan telah mengirimkan tim ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 2 Padang untuk mengumpulkan data. Diketahui, video penolakan wali murid diunggah di media Facebook atas atas nama akun @Elianu Hia, Kamis (21/1/2021).

Menurut Adib, persoalan yang muncul itu masih dalam konteks dan masih tanggungjawab kepala sekolah. Kalau ada praktek diluar ketentuan, dia sebagai kepala dinas akan melakukan tindakan tegas dengan aturan yang ada.

Baca Juga : Kepala MTsN 10 Tanah Datar Raih Juara 1 Tingkat Provinsi Lomba PKKM

"Bentuk prosesnya yang kami lakukan seperti turunnya tim kita untuk pengambilan data. Tetapi kami tegaskan, pemerintah provinsi Sumbar tidak ada pemaksaan memakai jilbab bagi sisiwi non muslim," katanya.

Sementara Kepala SMK 2 Padang Rusmadi mengklarifikasi terkait unggahan video seorang ayah siswi. Unggahan video itu berisi percakapannya dengan pihak sekolah lewat siaran langsung di akun Facebook bernama Elianu Hia itu.

Baca Juga : Adaptasi Industri 4.0, Politeknik ATI Padang Gelar Workshop SDM

Rusmadi mengakui, bahwa dalam video itu memang wali murid dengan guru Bimbingan Konseling (BK). Namun terkait pemanggilan wali murid tersebut ke sekolah, Rusmadi mengklarifikasi bahwa itu adalah keinginan muridnya itu membawa orang tuanya.

"Pertama-tama, pihaknya memyampaikan permohonan maaf karena takut terjadi gesekan antar agama. Tapi perlu diluruskan, apa yang diposting wali murid tersebut bahwa kedatangannya wali murid ke sekolah adalah keinginannya sendiri," katanya kepada awak media, Jumat malam, (22/1/2021).

Baca Juga : Disaksikan Inspektorat Jenderal Kemenperin RI, Politeknik ATI Padang Tandatangani Pakta Integritas

"Pada saat kejadian itu, saya sebagai kepsek berada di sekolah dan kedatangannya itu adalah keinginan siswi sendiri untuk mendatangkan orang tua ke sekolah dan tidak ada pemanggilan dari pihak sekolah," katanya.

Lebih lanjut, Rusmadi mengatakan bahwa memang ada kebijakan sekolah untuk memakai kerudung dan kebijakan itu wajib bagi siswi muslim. Sedangkan bagi siswi non muslim menyesuaikan.

Baca Juga : Alur Pengambilan Toga Wisuda Politeknik Negeri Padang

"Ini adalah kebijakan guru BK di sekolah kita. Guru BK tidak pernah memaksa untuk memakai jilbab bagi siswi non muslim, tetapi terlebih dahulu ditanya apakah nyaman memakai jilbab. Kalau tidak nyaman, kami tidak memaksa," katanya.

Diakuinya, sebanyak 46 siswa dan siswi bersekolah di SMK 2 Padang. Namun siswi non muslim lain tidak berkeberatan untuk memakai jilbab. Namun siswi yang menolak itu merupakan kelas X di SMK 2.

"Memang ada mempertanyakan terkait siswi (non muslim) yang tidak memakai jilbab. Namun saya meminta agar tidak permasalahan karena menyangkut terkait Hak Asasi Manusia (HAM)," katanya.

Ditegaskannya, bagi siswi non muslim di SMK 2 diminta untuk bisa menyesuaikan.

"Siswi non muslim hanya menyesuaikan. Jika memakai jilbab Alhmdulillah dan jika tidak juga tidak apa-apa," jelasnya. (*)

Reporter : Buliza Rahmat | Editor : Milna Miana
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]