Polisi Wajib Baca Kitab Kuning, Muhammadiyah: Belum Tentu Menjamin Bisa Tangani Masalah Agama dengan Baik


Jumat, 22 Januari 2021 - 22:27:30 WIB
Polisi Wajib Baca Kitab Kuning,  Muhammadiyah: Belum Tentu Menjamin Bisa Tangani Masalah Agama dengan Baik Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti Source. Foto: Republika

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Pengurus Pusat Muhammadiyah angkat bicara mengenai wacana calon Kapolri baru Komisaris Jenderal Polisi, Listyo Sigit Prabowo yang mewajibkan bagi anggota Polri untuk belajar kitab kuning.

"Mewajibkan polisi memahami kitab kuning itu sebuah kebijakan yang perlu diapresiasi. Akan tetapi, belum tentu menjamin polisi dapat menangani masalah-masalah keagamaan Islam dengan baik dan benar," kata Sekretaris Umum Muhammadiyah, Abdul Mu’ti dikutip dari VIVA.co.id, Jumat, (22/1/2021).

Baca Juga : Termasuk Kepulauan Mentawai, Luhut Ungkap Potensi Gempa Megathrust di Pantai Barat Sumatera dan Selatan Jawa

Ia menuturkan, bahwa variasi kitab kuning dari sisi jenis kajian, ajaran, dan aliran begitu beragam. Banyak kitab kuning yang mengajarkan konservatisme beragama.

"Karena itu harus dipersiapkan dengan seksama dari sisi pilihan kitab kuning, pembimbing, dan relevansi," katanya.

Baca Juga : Pengacara Sayangkan Pemecatan, Marzuki Alie akan Laporkan 5 Kader Partai Demokrat ke Bareskrim

Lebih lanjut, kata dia, wawasan dan pemahaman polisi tentang  ajaran dan gerakan Islam memang perlu ditingkatkan. Banyak aspek tentang keragaman dan dinamika internal umat Islam perlu diketahui dengan baik. 

"Selama ini polisi cenderung melihat Islam dari satu sudut pandang sehingga seringkali salah mengambil tindakan," katanya.

Baca Juga : Tetap Waspada! Begini Cara Melindungi Diri dari Corona B117, Mutasi dari Virus Corona

Calon Kapolri, Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan bakal mewajibkan anggota Polri untuk mengikuti kajian kitab kuning. Menurut dia, mengaji kitab kuning salah satu cara untuk mencegah berkembangnya paham teroris. Karena, hal itu pernah dilakukan ketika Listyo menjabat sebagai Kapolda Banten.

“Seperti di Banten, saya pernah sampaikan anggota wajib untuk belajar kitab kuning,” kata Listyo. 

Baca Juga : Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 13 Dibuka Hari Ini, Kuotanya Masih 600.000 Orang

Listyo mengaku menyerap masukan dari para ulama untuk mencegah paham-paham radikal itu dengan mengikuti pengajian kitab kuning. Ternyata, ia meyakini bahwa masukan-masukan dari para ulama ini benar adanya.

Makanya, kajian kitab kuning ini akan dilanjutkan oleh Listyo setelah dilantik jadi Kapolri nanti oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). (*)

Editor : Milna Miana | Sumber : Viva.co.id
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]