BNPB Minta Pendataan Rumah Rusak Pascagempa Sulbar Segera Diselesaikan


Sabtu, 23 Januari 2021 - 03:06:00 WIB
BNPB Minta Pendataan Rumah Rusak Pascagempa Sulbar Segera Diselesaikan Presiden Jokowi melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Sulbar, Selasa (19/1/2021). (Biro Pers Setpres/Lukas)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta proses pendataan kerusakan rumah warga akibat gempa bumi bermagnitudo 6,2 di Sulawesi Barat (Sulbar) segera diselesaikan.

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, hal itu harus dilakukan sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat segera dilakukan, meskipun statusnya masih dalam masa transisi darurat menuju pemulihan.

Baca Juga : Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 13 Dibuka Hari Ini, Kuotanya Masih 600.000 Orang

“Kita upayakan pendataan harus sesegera mungkin selesai, supaya program rehabilitasi dan rekonstruksi itu dapat segera berjalan walaupun statusnya masih dalam status transisi darurat,” ujarnya, Jumat (22/1/2021).

Sebagaimana arahan Presiden RI Joko Widodo dalam kunjungannya ke lokasi terdampak gempa bumi Sulbar pada Selasa (19/1/2021) lalu, masyarakat akan diberikan dukungan berupa dana stimulan untuk membangun kembali rumah mereka yang rusak terdampak gempa bumi. Adapun besaran dana stimulan tersebut adalah Rp50 juta untuk rumah rusak berat, Rp25 juta untuk rumah rusak sedang dan Rp10 juta untuk rusak ringan.

Baca Juga : Jelang Sidang Tuntutan Djoko Tjandra, DPR Ingatkan Jangan Sampai Tuntutan Rendah

Dalam implementasinya, Doni menjelaskan, dana stimulan diharapkan dapat dikelola oleh masyarakat dengan dukungan oleh TNI dan Polri agar prosesnya dapat lebih cepat sehingga tidak ada masyarakat yang belama-lama di pengungsian. “Dana stimulan ini diharapkan nantinya bisa dikelola oleh masyarakat dengan dukungan TNI dan Polri,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Doni kembali menekankan bahwa BNPB tidak akan membangun hunian sementara (huntara) seperti yang telah dilakukan pada program rehabilitasi dan rekonstruksi Gempa Lombok 2018 silam, melainkan hanya memberikan dukungan bagi masyarakat melalui dana stimulan tersebut. “Kita menghindari membangun huntara. Kita akan mempercepat proses pembangunan rumah masyarakat yang rusak berat dan rusak sedang,” jelasnya.

Baca Juga : Begini Cara Pemerintah Cegah Varian Baru Corona Menyebar Luas

Kemudian bagi yang rumah rusak ringan, Pemerintah akan tetap mendukung dengan besaran dana stimulan sesuai dengan yang telah ditentukan serta mendampingi proses perbaikan yang dianggap perlu sehingga rumah dapat segera kembali ditempati.

“Kalau rusak ringan mungkin nanti setelah dinilai bisa ditempati setelah situasi normal kembali mungkin tidak begitu banyak direnovasi. Tetapi bagi mereka yang rumahnya sudah rusak berat dan tentu tidak mungkin ditempati,” tutupnya. (*)

Baca Juga : Said Aqil Diangkat Jadi Komut KAI, Ini Alasannya Menurut Erick Thohir

Reporter : Agoes Embun | Editor : Agoes Embun
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]