Soal Hak Cipta Lagu, TikTok Digugat Rp13,1 Miliar


Sabtu, 23 Januari 2021 - 10:25:16 WIB
Soal Hak Cipta Lagu, TikTok Digugat Rp13,1 Miliar Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Aplikasi TikTok digugat PT Digital Rantai Maya ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) terkait hak cipta lagu. Gugatan dengan nomor perkara 4/Pdt.Sus.HKI/Cipta/2021/PN Niaga Jkt.Pst, tersebut diajukan PT Digital Rantai Maya ke PN Jakpus pada Rabu, 13 Januari 2021.

Dilansir dari Okezone.com yang merujuk Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) laman resmi PN Jakarta Pusat, TikTok Pte., Ltd dan Bytedance Inc, digugat untuk membayar uang sebesar Rp3,1 miliar karena diduga telah melakukan penggandaan ataupun penyebaran lagu-lagu pada master sound penggugat PT Digital Rantai Maya. Penggugat juga meminta TikTok membayar kerugian imateril sebesar Rp10 miliar.

Baca Juga : Jangan Dibuang! Peneliti Sebut Smartphone Bekas Masih Sisakan Data Sensitif

Rencananya, sidang perdana gugatan terkait hak cipta lagu tersebut akan digelar pada Kamis, 22 April 2021, di PN Jakpus. Belum tercatat siapa hakim yang akan memimpin jalannya sidang gugatan tersebut.

Adapun, berikut bunyi petitum gugatan yang diajukan PT Digital Rantai Maya, merujuk SIPP laman resmi PN Jakpus :

Baca Juga : Janda Kelompok Berisiko Tinggi jadi Korban 'Love Scam'

1. Menerima dan mengabulkan Gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya.

2. Menyatakan bahwa Perjanjian Kerjasama antara PT Digital Rantai Maya (in casu PENGGUGAT) dengan Virgoun Teguh Putra tentang Label Produk Rekaman No. DRM: Legal/DRM/055/X/2015 tertanggal 3 Nopember 2015 adalah sah.

Baca Juga : Tips Memilih Broker Terpercaya dan Teregulasi Internasional

3. Menyatakan PENGGUGAT adalah Pemegang Hak terkait atas hak cipta yang sah secara hukum atas karya cipta lagu-lagu dalam master sound/master rekaman.

4. Menyatakan Para Tergugat bukan pemegang hak terkait atas karya lagu-lagu dalam master sound/master rekaman.

Baca Juga : WhatsApp Bisa 'Mati Suri' Tak Lama Lagi? Begini Faktanya

5. Menyatakan Para Tergugat telah melakukan Pelangaran terhadap hak terkait atas Hak Cipta milik PENGGUGAT dengan lagu-lagu dalam master sound/master rekaman.

6. Menghukum Para Tergugat untuk mengganti uang kepada PENGGUGAT sebesar Rp. Rp3.100.000.000,- (tiga miliar seratus juta rupiah) karena secara tidak sah dan tanpa izin melakukan penggandaan, pengedaran, dan penyebaran lagu-lagu pada master sound/master rekaman milik PENGGUGAT.

7. Menghukum Para Tergugat untuk mengganti uang kerugian secara immateril kepada PENGGUGAT sebesar Rp10.000.000.000,- (sepuluh miliar rupiah) karena PENGGUGAT mengalami keresahan yang diakibatkan dari tekanan dan desakan sehingga menyebabkan terganggunya kegiatan bisnis PENGGUGAT di masa yang akan datang.

8. Menghukum Para Tergugat untuk memasang iklan menyatakan kesalahan yang telah diperbuat dan permohonan maaf kepada PENGGUGAT di harian Kompas selama 3 (tiga) hari secara berturut-turut dengan ukuran seperempat halaman, setelah putusan ini mempunyai kekuatan hukum tetap (in kracht).

9. Menyatakan putusan dalam perkara aquo dapat dijalankan terlebih dahulu meskipun Para Tergugat mengajukan upaya hukum verzet/perlawanan, banding dan kasasi (uitvoorbar bij voorad).

10. Menghukum Para Tergugat untuk membayar uang paksa (dwangsom) atas keterlambatan pembayaran ganti rugi sebesar Rp--10.000.000,00.- (sepuluh juta rupiah) setiap hari keterlambatan pembayaran.

11. Menghukum Para Tergugat untuk membayar biaya yang timbul dalam pemeriksaan perkara aquo. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : okezone.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 13:18:23 WIB

    Jangan Dibuang! Peneliti Sebut Smartphone Bekas Masih Sisakan Data Sensitif

    Jangan Dibuang! Peneliti Sebut Smartphone Bekas Masih Sisakan Data Sensitif Salah satu pilihan untuk memiliki smartphone adalah membeli gadget bekas. Hal ini dikarenakan smartphone bekas harganya relatif lebih murah, dengan spesifikasi lebih tinggi..
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 07:31:27 WIB

    Janda Kelompok Berisiko Tinggi jadi Korban 'Love Scam'

    Janda Kelompok Berisiko Tinggi jadi Korban 'Love Scam' Ketua Pusat Kajian Law, Gender, and Society UGM, Sri Wiyanti Edyyono mengatakan, penipuan berkedok asmara atau cinta yang dikenal dengan love scam semakin marak terjadi dalam beberapa waktu terakhir. .
  • Sabtu, 06 Maret 2021 - 18:21:40 WIB

    Tips Memilih Broker Terpercaya dan Teregulasi Internasional

    Tips Memilih Broker Terpercaya dan Teregulasi Internasional Saat ini semakin banyak orang yang ingin terjun untuk berinvestasi forex dengan online atau trading forex. Bahkan saat ini sudah tersedia berbagai perusahaan broker yang menunjang kebutuhan trading forex..
  • Sabtu, 06 Maret 2021 - 07:50:36 WIB

    WhatsApp Bisa 'Mati Suri' Tak Lama Lagi? Begini Faktanya

    WhatsApp Bisa 'Mati Suri' Tak Lama Lagi? Begini Faktanya Dua bulan bukan waktu yang lama. Pada 15 Mei mendatang, WhatsApp akan memberlakukan aturan privasi baru yang jadi kontroversi. Pengguna tidak wajib menerimanya, tapi ada konsekuensi yang tidak enteng. Berikut fakta-faktanya:.
  • Sabtu, 06 Maret 2021 - 00:13:31 WIB

    WhatsApp Dibajak Pelaku Kejahatan, Ini Tips Menghindarinya

    WhatsApp Dibajak Pelaku Kejahatan, Ini Tips Menghindarinya Seiring berkembangnya teknologi dan masifnya adopsi smartphone, kejahatan siber seakan sulit dihindarkan. Berbagai kasus penipuan atau scam berupa pesan singkat, sering didapat dari pihak ketiga yang tak dikenal. Beberapa kas.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]