Pemerintah AS akan Sidangkan Tiga Terduga Pelaku Bom Bali dan Hotel JW Marriot


Sabtu, 23 Januari 2021 - 12:54:06 WIB
Pemerintah AS akan Sidangkan Tiga Terduga Pelaku Bom Bali dan Hotel JW Marriot Anggota Komisi I DPR RI Syaifullah Tamliha

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Pemerintah Amerika Serikat akan menyidangkan tiga terduga pelaku tindak pidana terorisme bom Bali dan Hotel JW Marriot yang saat ini ditahan di Guantanamo, Kuba. Menyikapi hal itu, Anggota Komisi I DPR RI Syaifullah Tamliha mengaku menyambut baik keputusan tersebut.  

Ketiga terduga pelaku tersebut adalah Encep Nurjaman atau Hambali, Mohammed Nazir bin Lep, dan Mohammed Farik bin Amin yang diduga terlibat dalam pemboman di Bali pada tahun 2002.

Baca Juga : Hacker Sebar Data Pasien RS Amerika Serikat di Dark Web

"Keputusan untuk menyidangkan ketiga pelaku tindak pidana terorisme bom Bali yang saat ini ditahan di Pangkalan Militer Amerika Serikat di Guantanamo, Kuba, dari sisi hak asasi manusia patut kita sambut baik," kata Tamliha di Jakarta, Sabtu (23/1), dikutip dari Republika.

Politikus PPP itu menegaskan, penahanan tanpa proses pengadilan merupakan pelanggaran terhadap prinsip hak asasi manusia, yaitu setiap manusia berhak untuk mendapatkan keadilan di muka bumi. Menurut Tamliha, langkah menyidangkan terduga pelaku di pengadilan agar masyarakat bisa mengetahui modus terorisme yang mereka lakukan.

Baca Juga : Waw, Warga Amerika Bakal Dapat Bansos Senilai Rp 20 Juta

Sehingga, ke depan bangsa Indonesia bisa mengantisipasinya. "Masyarakat akan bisa menyaksikan di pengadilan bagaimana modus terorisme yang mereka lakukan. Hal itu agar Indonesia sebagai negara tempat kejahatan terorisme tersebut bisa mengantisipasinya ke depan secara lebih baik dan komprehensif," ujar Tamliha.

Sebelumnya, ketiga terduga pelaku bom Bali tersebut ditangkap di Thailand pada 2003. Selanjutnya, mereka ditahan di tahanan Badan Intelijen AS (CIA), dan tiga tahun kemudian ketiganya dibawa ke Guantanamo.

Baca Juga : Korsel-AS Latihan Militer Gabungan, Korut 'Ngamuk' Lagi?

Diberitakan, Jaksa militer (AS) telah mengajukan tuntutan resmi terhadap ketiga terduga pelaku terkait pengeboman di Bali 2002 dan serangan bom di Jakarta 2003 itu. Tuntutan tersebut baru diajukan setelah ketiganya ditangkap di Thailand tahun 2003 dan ditahan di Guantanamo sejak 2006. (*)

Editor : Rahma Nurjana | Sumber : Republika
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 16:33:10 WIB

    Hacker Sebar Data Pasien RS Amerika Serikat di Dark Web

    Hacker Sebar Data Pasien RS Amerika Serikat di Dark Web Sekumpulan peretas berhasil membobol dua jaringan rumah sakit (RS) di Amerika Serikat. Hacker tersebut berhasil menyebarkan data-data pasien yang berhasil dibobol tersebut, ke situs Dark Web..
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 14:22:28 WIB

    Waw, Warga Amerika Bakal Dapat Bansos Senilai Rp 20 Juta

    Waw, Warga Amerika Bakal Dapat Bansos Senilai Rp 20 Juta Senat Amerika Serikat menyetujui usulan stimulus Covid-19 senilai USS 1,9 triliun atau Rp 27.358 triliun (kurs Rp 14.399) yang diajukan pemerintahan Joe Biden. Ini adalah salah satu anggaran bantuan pemerintah terbesar dalam .
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 13:38:06 WIB

    Korsel-AS Latihan Militer Gabungan, Korut 'Ngamuk' Lagi?

    Korsel-AS Latihan Militer Gabungan, Korut 'Ngamuk' Lagi? Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) bakal melakukan latihan militer tahunan gabungan yang dimulai Senin (8/3/2021). Namun, kegiatan kali ini dilakukan dengan lingkup latihan yang lebih kecil akibat pandemi Covid-1.
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 09:33:43 WIB

    Siap-siap 14-15 Maret! WHO Bakal Umumkan Asal-usul COVID-19

    Siap-siap 14-15 Maret! WHO Bakal Umumkan Asal-usul COVID-19 Tim ahli dari organisasi kesehatan dunia WHO telah menyelesaikan investigasi di Wuhan untuk mengungkap asal usul virus Corona COVID-19. Hasilnya akan dipublikasikan dalam waktu dekat..
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 08:52:35 WIB

    Cair Bulan Ini, Presiden Joe Biden Bagi-bagi 'BLT'

    Cair Bulan Ini, Presiden Joe Biden Bagi-bagi 'BLT' Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden merespons positif positif langkah Senat menyetujui paket stimulus penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi senilai US$ 1,9 triliun (setara Rp 27.335 triliun dengan kurs Rp 14.386/US$),.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]