Kasus Positif Corona di RI 24 Januari Tambah 11.788, Total Menjadi 989.262 Kasus


Ahad, 24 Januari 2021 - 17:22:44 WIB
Kasus Positif Corona di RI 24 Januari Tambah 11.788, Total Menjadi 989.262 Kasus Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Pemerintah kembali memperbarui informasi soal penanganan wabah virus Corona (COVID-19). Hari ini dilaporkan total kasus COVID-19 di Indonesia lebih dari 989 ribu kasus.

Dikutip dari detik.com, berdasarkan data di situs COVID-19, dilaporkan ada 11.788 kasus baru Corona pada Senin (24/1/2021) sehingga sejak Maret sudah ada 989.262 kasus COVID-19 di Tanah Air.

Baca Juga : Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 13 Dibuka Hari Ini, Kuotanya Masih 600.000 Orang

Selain itu, dilaporkan ada penambahan pasien sembuh Corona sebanyak 7.751, sehingga hingga hari ini ada 798.810 pasien Corona yang sembuh.

Sementara itu, dilaporkan juga hari ini ada 27.835 pasien meninggal akibat COVID-19. Total tercatat ada 171 pasien COVID-19 yang meninggal.

Baca Juga : Jelang Sidang Tuntutan Djoko Tjandra, DPR Ingatkan Jangan Sampai Tuntutan Rendah

Dilaporkan juga pemerintah pada hari ini memantau kasus suspek Corona sebanyak 83.190. Kasus Corona telah ditemukan di 34 provinsi pada 510 kabupaten/kota.

Pemerintah terus mengingatkan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penularan COVID-19. Masyarakat diminta disiplin memakai masker, rajin mencuci tangan memakai sabun, dan menjaga jarak. (*)

Baca Juga : Begini Cara Pemerintah Cegah Varian Baru Corona Menyebar Luas

Dugaan Pemaksaan Memakai Jilbab di SMK N 2 Padang, Kuasa Hukum Wali Murid Surati Jokowi

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Kasus yang melibatkan salah satu wali murid nonmuslim dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 2 Padang masih terus bergulir. Kali ini, wali murid melalui kuasa hukumnya, Mendrofa melayangkan surat ke Persiden RI dan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca Juga : Said Aqil Diangkat Jadi Komut KAI, Ini Alasannya Menurut Erick Thohir

"Ya, kami telah melayangkan surat ke Persiden agar aturan wajib memakai jilbab di sekolah di Padang ditiadakan," katanya, Minggu (24/1/2021).

Diakuinya, surat itu dilayangkan pada 21 Januari 2021 kemarin. Meski belum dibalas, Mendrofa mewakili wali murid berharap supaya siswi nonmuslim tidak diwajibkan untuk berpakaian jilbab.

"Kami masih menunggu balasan dari persiden dan kepada Komnas HAM agar melakukan penyelidikan ke lapangan terkait dugaan pemaksaan siswi untuk memakai jilbab itu," katanya.

Diketahui, Kepala SMK N 2 Padang Rusmadi telah mengklarifikasi terkait uanggahan video seorang ayah siswi. Unggahan video itu berisi percakapannya dengan pihak sekolah lewat siaran langsung di akun Facebook bernama Elianu Hia pada Kamis (21/1/2021).

Rumadi mengaku, bahwa dalam  video itu memang orangtua wali murid dengan guru Bimbingan Konseling (BK). Namun terkait pemanggilan wali murid tersebut ke sekolah, Rusmaldi mengklarifikasi bahwa itu adalah keinginan muridnya itu membawa orang tuanya.

"Memang ada kebijakan sekolah untuk memakai kerudung dan kebijakan itu wajib bagi sisiwi muslim. Sedangkan bagi sisiwi non muslim menyesuaikan," katanya. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : detik.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]