Heboh Siswa Pakai Jilbab di Padang! Bundo Kanduang: Minang Tak Pernah Terjadi Konflik, Sudahi Pertikaian dan Jangan Diperuncing Lagi


Ahad, 24 Januari 2021 - 18:23:12 WIB
Heboh Siswa Pakai Jilbab di Padang! Bundo Kanduang: Minang Tak Pernah Terjadi Konflik, Sudahi Pertikaian dan Jangan Diperuncing Lagi Ketua Bundo Kanduang Sumbar, Reno Raudhatul Jannah Thaib. Ist

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Ketua Bundo Kanduang Sumbar, Reno Raudhatul Jannah Thaib angkat bicara atas hebohnya kasus siswi non muslim yang diminta pakai jilbab. Reno menyarankan, agar konflik tersebut disudahi. Lantaran, di Minangkabau tidak pernah terjadi konflik yang berlarut-larut seperti ini.

"Sudah lah tidak usah diperlebar, karena tidak ada paksaan bagi non muslim untuk memakai jilbab. Apalagi di Minang tidak pernah terjadi konflik seperti ini," kata Reno saat dihubungi Harianhaluan.com, Minggu (24/1/2021).

Baca Juga : Helat Musrenbang, Bupati Benny Prioritaskan Pembangunan yang Jadi Kebutuhan Masyarakat

Reno melihat peraturan memakai jilbab tersebut berlaku untuk orang muslim. Bagi yang non muslim hanya perlu menyesuaikan. Tidak ada perintah kewajiban didalamnya.

"Yang setahu saya tidak ada kewajiban memakai jilbab (bagi non muslim pada aturan tersebut), tidak mungkin di Sumbar memaksa orang non muslim," kata Reno.

Baca Juga : Tolak KLB, DPC Partai Demokrat Pasaman Tegaskan Tetap Setia ke AHY

Menurut Reno, apa pun peraturan yang diterbitkan pasti terlebih dahulu dirembukkan dengan Komite Sekolah. Seperti pungutan sekolah, dan lainnya. Sehingga di sini posisi Kepala Sekolah tidak akan bisa membuat aturan seenaknya saja.

"Di Minang tidak ada terjadi konflik seperti ini, baik masalah agama, suku. Sudah 75 umur saya, belum ada terjadi (konflik), Sumbar ini aman-aman saja," tegas Reno.

Baca Juga : Tahun Ini, Solsel Dapatkan Perbaikan Jalan Bukit Manggiu Sebesar Rp6 Miliar

Reno pun mencontohkan, di Kampung Cina Pondok bahkan saudara-saudara Cina memanggil orang Minang dengan sebutan Mamak. Karena Mamak bagian dari adat orang Minang, sebab mereka mencoba menyesuaikan dengan adat Minang.

"Ini (kasus) sudah dibesar-besarkan, sudah digoreng-goreng. Bahkan disebut juga Minangkabau ini intoleran, macam-macam anggapan orang. Ini sudah sengaja dipolitisir," sebut Reno.

Baca Juga : Kolaborasikan Program, Pemprov Sumbar Bakal Dirikan SMK Peternakan di Solsel

Reno menegaskan, tidak pernah masyarakat Minangkabau memaksakan kepada non muslim untuk memakai pakaian Minang.

"Jika dilihat orang-orang yang non muslim itu, ada yang memakai suntiang ketika menikah. Saat mereka pakai suntiang, tidak ada juga dilarang sama orang Minang, dan tidak ada pula hal tersebut diperintahkan oleh orang Minang," ucap Reno.

Maka dari itu, Reno meminta seluruh masyarakat untuk berdamai dan tidak perlu memperlebar masalah. Karena tidak ada orang Minangkabau memaksa orang lain untuk mengikuti adat dan agama mereka.

"Masalah aturan jilbab ini, hanya berupa anjuran, begitu juga pakai rok panjang ketika sekolah. Kenapa demikian? Karena waktu itu lagi musim DBD, jadi dianjurkan lah memakai rok panjang, dan baju lengan panjang. Setelah itu juga pakai jilbab," ulas Reno.

Reno menambahkan, dianjurkannya memakai jilbab saat sekolah karena orang Islam mengingat akan ajaran agamanya. Makanya wanita Islam harus memakai jilbab, dan bagi yang tidak beragama Islam tidak ada paksaan untuk memakai jilbab.

Kepala SMK 2 Padang Minta Maaf

Diberita sebelumnya, Kepala SMK 2 Padang Rusmadi mengklarifikasi terkait unggahan video seorang ayah siswi. Unggahan video itu berisi percakapannya dengan pihak sekolah lewat siaran langsung di akun Facebook bernama Elianu Hia itu.

"Pertama-tama, pihaknya menyampaikan permohonan maaf karena takut terjadi gesekan antar agama. Tapi perlu diluruskan, apa yang diposting wali murid tersebut bahwa kedatangannya wali murid ke sekolah adalah keinginannya sendiri," katanya kepada awak media, Jumat malam, (22/1/2021).

Lebih lanjut, Rusmadi mengatakan bahwa memang ada kebijakan sekolah untuk memakai kerudung dan kebijakan itu wajib bagi siswi muslim. Sedangkan bagi siswi non muslim menyesuaikan.

"Ini adalah kebijakan guru BK di sekolah kita. Guru BK tidak pernah memaksa untuk memakai jilbab bagi siswi non muslim, tetapi terlebih dahulu ditanya apakah nyaman memakai jilbab. Kalau tidak nyaman, kami tidak memaksa," katanya. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]