Biaya Hanya Rp20 Ribu, Penumpang Kereta dan Bus Bisa Cek Covid-19 dengan GeNose


Ahad, 24 Januari 2021 - 21:23:15 WIB
Biaya Hanya Rp20 Ribu, Penumpang Kereta dan Bus Bisa Cek Covid-19 dengan GeNose GeNose alat pendeteksi Corona. Dok UGM

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Kementerian Perhubungan menerapkan cek Covid-19 bagi penumpang kereta api jarah jauh dan bus menggunakan GeNose dengan biaya hanya Rp20 ribu. GeNose adalah alat pendeteksi Covid-19 buatan Indonesia, yang diinisiasi oleh tim peneliti dari UGM. Saat ini sudah mendapatkan persetujuan edar dari Kemenkes dan Satgas Penanganan Covid-19.

"Pada moda kereta api akan diterapkan secara wajib (mandatory) pada tanggal 5 Februari 2021. Sedangkan angkutan bus masih dilakukan secara random yang akan dimulai dari Pulau Jawa terlebih dahulu,” kata Menhub Budi Karya Sumadi, dilansir dari laman Kemenhub, Minggu (24/1/2021).

Baca Juga : Jangan Dibuang! Peneliti Sebut Smartphone Bekas Masih Sisakan Data Sensitif

Menhub menyebutkan alasan mengapa moda transportasi kereta api dan bus menjadi yang pertama diterapkan pengecekan Covid-19 menggunakan GeNose, yaitu karena harga tiket pada rute tertentu lebih murah daripada pengecekan tes Covid-19 melalui Rapid Antigen atau PCR Test.

“Karena kereta api ada jarak-jarak tertentu. Katakan Jakarta-Bandung Rp100 ribu, kalau mesti antigen Rp100 ribu lagi itu kan mahal, apalagi tarif bus yang lebih murah lagi, ada yang cuma 40-50 ribu. Dengan GeNose ini harganya hanya Rp20 ribu sekali cek. Apalagi kalau nanti dengan skala besar bisa lebih murah menjadi Rp15 ribu, jadi lebih terjangkau. Kami sudah pesan 200 unit untuk 44 titik stasiun di seluruh Jawa dan Sumatera,” tutur Menhub.

Baca Juga : Janda Kelompok Berisiko Tinggi jadi Korban 'Love Scam'

Menhub mengatakan, pihaknya sudah meminta Dirjen Perhubungan Darat untuk berkoordinasi dengan para Kadishub di seluruh Indonesia, jika nanti saatnya dilakukan pengecekan secara acak (random).

"Jika seseorang calon penumpang dinyatakan positif maka yang bersangkutan tidak dibolehkan untuk berangkat," tegas Menhub sembari mengimbau masyarakat yang akan bepergian menggunakan transportasi bus agar tidak memaksakan diri untuk berangkat jika merasa tidak enak badan atau sakit, karena di terminal-terminal bus dilakukan pengecekan secara acak.

Baca Juga : Tips Memilih Broker Terpercaya dan Teregulasi Internasional

Meski sudah dilakukan pengecekan, kata Menhub, protokol kesehatan juga dijalankan secara baik. Dia ingin semua masyarakat tertib dan membantu pemerintah untuk menjaga protokol kesehatan dengan baik.

Sementara itu Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan bahwa Terminal pertama yang akan menggunakan GeNose adalah Terminal Pulo Gebang.

Baca Juga : WhatsApp Bisa 'Mati Suri' Tak Lama Lagi? Begini Faktanya

“Merujuk SE Satgas Penanganan Covid-19, kita masih sepakat untuk masyarakat yang berpergian dengan bus itu sifatnya hanya random sampling. Untuk di Jakarta yang pertama kali dilaksanakan adalah di terminal Pulogebang, dan secara bertahap kita sudah pesan 100 alat GeNose yang akan segera kita distribusikan ke daerah-daerah,” kata Dirjen Budi. (*)

Reporter : Syafril Amir | Editor : Milna Miana
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 13:18:23 WIB

    Jangan Dibuang! Peneliti Sebut Smartphone Bekas Masih Sisakan Data Sensitif

    Jangan Dibuang! Peneliti Sebut Smartphone Bekas Masih Sisakan Data Sensitif Salah satu pilihan untuk memiliki smartphone adalah membeli gadget bekas. Hal ini dikarenakan smartphone bekas harganya relatif lebih murah, dengan spesifikasi lebih tinggi..
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 07:31:27 WIB

    Janda Kelompok Berisiko Tinggi jadi Korban 'Love Scam'

    Janda Kelompok Berisiko Tinggi jadi Korban 'Love Scam' Ketua Pusat Kajian Law, Gender, and Society UGM, Sri Wiyanti Edyyono mengatakan, penipuan berkedok asmara atau cinta yang dikenal dengan love scam semakin marak terjadi dalam beberapa waktu terakhir. .
  • Sabtu, 06 Maret 2021 - 18:21:40 WIB

    Tips Memilih Broker Terpercaya dan Teregulasi Internasional

    Tips Memilih Broker Terpercaya dan Teregulasi Internasional Saat ini semakin banyak orang yang ingin terjun untuk berinvestasi forex dengan online atau trading forex. Bahkan saat ini sudah tersedia berbagai perusahaan broker yang menunjang kebutuhan trading forex..
  • Sabtu, 06 Maret 2021 - 07:50:36 WIB

    WhatsApp Bisa 'Mati Suri' Tak Lama Lagi? Begini Faktanya

    WhatsApp Bisa 'Mati Suri' Tak Lama Lagi? Begini Faktanya Dua bulan bukan waktu yang lama. Pada 15 Mei mendatang, WhatsApp akan memberlakukan aturan privasi baru yang jadi kontroversi. Pengguna tidak wajib menerimanya, tapi ada konsekuensi yang tidak enteng. Berikut fakta-faktanya:.
  • Sabtu, 06 Maret 2021 - 00:13:31 WIB

    WhatsApp Dibajak Pelaku Kejahatan, Ini Tips Menghindarinya

    WhatsApp Dibajak Pelaku Kejahatan, Ini Tips Menghindarinya Seiring berkembangnya teknologi dan masifnya adopsi smartphone, kejahatan siber seakan sulit dihindarkan. Berbagai kasus penipuan atau scam berupa pesan singkat, sering didapat dari pihak ketiga yang tak dikenal. Beberapa kas.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]