Kemenkes: Banyak Nakes yang Ditunda Vaksinasi karena Hipertensi


Ahad, 24 Januari 2021 - 22:30:44 WIB
Kemenkes: Banyak Nakes yang Ditunda Vaksinasi karena Hipertensi Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi, MPH. Dok Kemenkes RI

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi, MPH mengatakan jumlah tenaga kesehatan yang telah divaksinasi COVID-19 mencapai 132 ribu orang per Jumat (22/1/2021) lalu.

''Jumlah tenaga kesehatan di 13.525 fasilitas layanan kesehatan yang ada di 92 kabupaten/kota di 34 provinsi sudah mencapai lebih dari 132.000 orang atau 22% dari total 598.483 tenaga kesehatan,'' katanya dikutip dari laman resmi Kemenkes RI, Minggu (24/1/2021).

Baca Juga : Menkes Sebut Vaksinasi Tahap Kedua Ditargetkan Tuntas Juni

Pada tahap awal vaksinasi COVID-19 pemerintah sudah menyebarkan undangan kepada tenaga kesehatan untuk mendapatkan vaksinasi bagi 598.483 tenaga kesehatan dari target sebanyak 1,4 juta. Sisanya sebanyak 888.282 tenaga kesehatan sudah mulai diberikan undangan.

''Jika ada tenaga kesehatan yang belum terdaftar di tahap pertama maka kemungkinan mereka berada di kelompok kedua,'' ucap dr. Nadia.

Baca Juga : Jokowi Resmi Hapus IMB dan Diganti dengan PBG, Apa Itu?

Selain jumlah tenaga kesehatan yang telah divaksinasi tersebut terdapat juga 20.154 tenaga kesehatan yang tidak bisa diberikan vaksinasi atau pun kemudian ditunda karena sejumlah alasan di antaranya merupakan penyintas atau memiliki penyakit bawaan dan sedang dalam keadaan hamil.

''Tenaga kesehatan yang ditunda vaksinasi karena penyakit bawaan paling banyak disebabkan hipertensi'' tambah dr. Nadia Vaksinasi kepada tenaga kesehatan masih akan terus berlangsung dan diharapkan hingga Februari kami dapat mencapai target 1,4 juta.

Baca Juga : Lowongan Kerja Pekan Ini: 2 BUMN Cari Posisi Ini

Vaksinasi sangat penting diberikan kepada tenaga kesehatan untuk mengurangi tingkat keparahan penyakit sehingga mengurangi angka jumlah tenaga kesehatan yang meninggal.

''Kita sudah kehilangan lebih dari 600 tenaga kesehatan dan ini merupakan kehilangan terbesar bagi bangsa Indonesia. Mari kita putus bersama mata rantai penyebaran COVID-19 melalui vaksinasi,'' kata dr. Nadia.

Baca Juga : Dinilai Beri Sinyal ke Moeldoko, SBY: Aku Lawanmu Bukan AHY!

Ia menjelaskan vaksinasi memiliki manfaat yang lebih besar dibanding resikonya karena vaksin memiliki resiko efek samping yang rendah. Berdasarkan laporan dari Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau KNKIPI menyatakan semua reaksi bersifat sementara dan tidak ada kejadian yang sifatnya serius. (*)

Editor : Milna Miana | Sumber : Kemenkes RI
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 27 Februari 2021 - 13:30:31 WIB

    Menkes Sebut Vaksinasi Tahap Kedua Ditargetkan Tuntas Juni

    Menkes Sebut Vaksinasi Tahap Kedua Ditargetkan Tuntas Juni Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksinasi Covid-19 tahap kedua ditargetkan tuntas pada Juni 2021. Hal ini diungkapkan Menkes saat memantau pelaksanaan vaksinasi lansia di Surabaya, Sabtu (27/2)..
  • Sabtu, 27 Februari 2021 - 12:24:09 WIB

    Jokowi Resmi Hapus IMB dan Diganti dengan PBG, Apa Itu?

    Jokowi Resmi Hapus IMB dan Diganti dengan PBG, Apa Itu? Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang sebelumnya diatur dalam Undang-undang No.28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung resmi dihapus oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebagai gantinya, ada ketentuan baru yang diberi nama Perset.
  • Sabtu, 27 Februari 2021 - 11:21:29 WIB

    Lowongan Kerja Pekan Ini: 2 BUMN Cari Posisi Ini

    Lowongan Kerja Pekan Ini: 2 BUMN Cari Posisi Ini Lowongan kerja pekan ini ditawarkan dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI. Berikut lowongan kerja pekan ini.
  • Sabtu, 27 Februari 2021 - 10:19:14 WIB

    Dinilai Beri Sinyal ke Moeldoko, SBY: Aku Lawanmu Bukan AHY!

    Dinilai Beri Sinyal ke Moeldoko, SBY: Aku Lawanmu Bukan AHY! Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun gunung. terkait isu kudeta. Dalam video berdurasi sekira 30 menitan, Presiden keenam RI itu sempat menuduh Kepala KSP, Moeldoko ingin merebut Demokrat.
  • Sabtu, 27 Februari 2021 - 10:14:28 WIB

    Anies Baswedan Unggah Foto Pakai Batik Motif Banteng Merah

    Anies Baswedan Unggah Foto Pakai Batik Motif Banteng Merah Ada yang menarik ketika Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan ikut merayakan Tahun Baru Imlek 2572, bersama keluarga besar Perhimpunan INTI (Indonesia Tionghoa) secara virtual di Jakarta. Anies mengunggah momen itu di ak.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]