Ledakan di Buleleng Karena Meteor Jatuh? Ini Penjelasannya


Senin, 25 Januari 2021 - 01:45:38 WIB
Ledakan di Buleleng Karena Meteor Jatuh? Ini Penjelasannya ilustrasi ledakan

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Informasi terkait ledakan atau dentuman besar di Buleleng Bali dikaitkan dengan dugaan jatuhnya meteor. Netizen di twitter menyebutkan ledakan itu bisa jadi karena jatuhnya meteor. Apalagi, BMKG juga sudah mengatakan tidak ada aktivitas kegempaan saat itu. Bahkan, ada beberapa warga setempat yang mengaku benda langit jatuh sebelum terdengar dentuman tersebut.

Dilansir laman bisnis.com, Kepala Mitigasi dan Tsunami BMKG Daryono tidak mengonfirmasi kebenaran informasi itu. Dia juga memaparkan jika suara dentuman meteor itu memiliki kekhasan seperti fenomena yang terjadi di Rusia pada 2013 lalu. Dalam video youtube kejadian meteor jatuh di Rusia itu terlihat cahaya terang meluncur ke bawah dan menimbulkan ledakan dan suara kencang. 

Baca Juga : Ini Sebabnya Burung Hantu Mampu Memutar Kepala hingga 270 Derajat

Jika dikaitkan dengan fenomena dugaan jatuhnya meteor, sebelumnya, NASA mengungkapkan asteroid akan mendekati Bumi pekan ini. Batu luar angkasa yang dikenal sebagai 2020 YE5 sepanjang 55 meter atau seukuran ikan paus biru itu, bergerak dengan kecepatan 10,5 kilometer per detik atau 37.800 kilometer per jam. Dengan kecepatan itu, ia bisa dengan mudah menyelesaikan satu lingkaran penuh Bumi hanya dalam satu jam. 

Sebagai referensi, Bulan membutuhkan waktu lebih dari 28 hari untuk mengorbit Bumi. Pengamatan NASA mengungkapkan bahwa ia akan sangat dekat dengan Bumi sehingga kira-kira sedekat itu dengan Bulan. Rata-rata jarak Bulan adalah 384.000 kilometer dari Bumi. Menurut NASA, batu itu akan mendekati Bumi pada 22 Januari waktu AS atau 23 Januari waktu Indonesia. 

Baca Juga : Perseverance Temukan Batu Hijau Aneh di Mars, Apakah Ini Jejak Alien?

NASA mengatakan asteroid ini tidak berbahaya namun masuk dalam kategori Objek Dekat Bumi (NEO). NEO adalah komet dan asteroid yang telah didorong oleh tarikan gravitasi planet terdekat ke dalam orbit yang memungkinkan mereka memasuki lingkungan Bumi. Tetapi, hingga sekarang belum ada konfirmasi pasti apakah sumber ledakan tersebut. (*)

Editor : Agoes Embun
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]