Mengapa Terjadi Angin Puting Beliung? Ini Penjelasan dari BMKG


Senin, 25 Januari 2021 - 02:27:14 WIB
Mengapa Terjadi Angin Puting Beliung? Ini Penjelasan dari BMKG ilustrasi angin puting beliung

SAINS, HARIANHALUAN.COM - Apakah kamu tahu apa penyebab angin puting beliung yang membahayakan? Bencana ini memang tidak boleh dianggap sebelah mata, karena bisa menyebabkan banyak kerusakan. Angin puting beliung bisa membuat berabagai kerusakan infrastruktur bahkan bisa menelan korban jiwa. Apa saja yang bisa menyebabkan terjadinya angin puting beliung ini?

Dilansir dari laman HiTekno, peneliti BMKG Bandung Yan Firdaus Permadhi menjelaskan, bahwa fenomena angin puting beliung dapat dibedakan menjadi dua faktor penyebab. Yang pertama, saat terjadi puting beliung pada musim kemarau. Sedangkan, pada musim hujan, penyebab angin puting beliung dipicu oleh pertumbuhan awan cumulonimbus atau cb, di mana kemunculan awan cb tersebut biasanya tiba-tiba.

Baca Juga : Ini Sebabnya Burung Hantu Mampu Memutar Kepala hingga 270 Derajat

Cumulonimbus adalah sebutan untuk awan vertikal menjulang yang sangat tinggi, padat, dan terlibat dalam badai petir dan cuaca dingin lainnya. Cumulonimbus ini berasal dari Bahasa Latin, yaitu “cumulus” berarti terakumulasi dan “nimbus” berarti hujan. Potensi terjadinya angin puting beliung juga akan bertambah besar saat pertumbuhan awan cumulonimbus semakin banyak.

Jadi bisa dibilang bahwa angin puting beliung atau yang biasa disebut juga dengan angin puyuh, angin ribut, angin leysus/leses ini adalah sebuah kejadian alam yang cukup berbahaya. Walaupun terjadinya cukup singkat dan berada dalam area skala yang sangat lokal. Namun angin puting beliung ini berkecepatan tinggi, berkisar 63-90 kilometer perjam. 

Baca Juga : Perseverance Temukan Batu Hijau Aneh di Mars, Apakah Ini Jejak Alien?

Dengan kecepatan seperti itu, maka angin yang berputar dan membentuk pusaran ini mampu menghancurkan apa saja yang dilewati di depannya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menjelaskan karakteristik kapan waktu terjadinya angin puting beliung, tentunya dengan tujuan agar masyarakat bisa mengetahui informasi ini dan lebih waspada.

Biasanya angin puting beliung terjadi saat pancaroba, baik peralihan dari musim penghujan ke kemarau ataupun sebaliknya. Angin puting beliung ini juga tidak memiliki siklus karena sangat jarang terjadi susulan di lokasi yang sama. Selain itu, angin puting beliung lebih sering terlihat saat siang atau sore hari. Sangat jarang kejadian munculnya angin ini pada malam hari.

Baca Juga : Ilmuwan Sebut Cara Ini Bisa Hentikan Naiknya Permukaan Air Laut

Nah, setelah mengetahui pengertian hingga penyebab angin puting beliung, lalu bisakah kita mendeteksi terjadinya fenomena alam itu? Apakah bisa kita mengantisipasinya? Jawabannya adalah bisa! Namun kita hanya mempunyai waktu sekitar 30 menit sampai 1 jam sebelumnya untuk bisa mendeteksi kemunculan angin puting beliung ini. (*)

Editor : Agoes Embun
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]