Dokter Meninggal Usai Divaksin Corona? Yuk Cek Faktanya


Senin, 25 Januari 2021 - 09:11:42 WIB
Dokter Meninggal Usai Divaksin Corona? Yuk Cek Faktanya Tangkapan layar info dokter yang meninggal di Palembang

HARIANHALUAN.COM - Seorang dokter di Palembang, Sumatera Selatan, disebut telah meninggal sehari setelah menerima suntikan vaksin corona. Narasi terkait kematian dokter itu tengah ramai diperbincangkan di media sosial Twitter.

Narasi tersebut, juga dimuat dalam artikel milik situs daring Indonesia Today dengan judul "Dokter di Palembang Ditemukan Tewas Sehari Usai Divaksin Corona". 

Baca Juga : Menkes Sebut Vaksinasi Tahap Kedua Ditargetkan Tuntas Juni

Pemilik akun Twitter @aa_tuits pun ikut membagikan cuitannya merujuk artikel daring tersebut. Berikut unggahannya:

"Seorang dokter meninggal di dalam mobilnya setelah sehari divaksin. Isi beritanya dari hasil visum luar,kematian diakibatkan karena kekurangan oksigen. Isi otak sebelum baca,{{{ vaksin berbahaya }}}."

Baca Juga : Jokowi Resmi Hapus IMB dan Diganti dengan PBG, Apa Itu?

Namun, benarkah dokter di Palembang tewas usai divaksin corona?

Penjelasan:

Baca Juga : Lowongan Kerja Pekan Ini: 2 BUMN Cari Posisi Ini

Faktanya, dari penelurusan Antara, dokter di Palembang yang ditemukan tewas dalam mobilnya itu meninggal akibat serangan jantung. Bukan karena mendapatkan suntikan vaksin corona.

"Namun, vaksinasi tersebut bukan menjadi penyebab kematiannya. Di mana dari hasil visum di RS Bhayangkara, korban meninggal karena kekurangan oksigen akibat serangan jantung," demikian isi paragraf keempat artikel Indonesia Today dengan judul "Dokter di Palembang Ditemukan Tewas Sehari Usai Divaksin Corona" seperti dilansir dari Republika.

Baca Juga : Dinilai Beri Sinyal ke Moeldoko, SBY: Aku Lawanmu Bukan AHY!

“Jadi kita tegaskan tidak ada kaitannya dengan vaksinasi corona. Hasil forensik almarhum meninggal karena kekurangan oksigen akibat ada penyakit jantung,” tegas Kasi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Palembang Yudhi Setiawan dalam artikel tersebut.

Dokter forensik RS M Hasan Bhayangkara Palembang Indra Nasution mengatakan dokter ini sudah meninggal sejak Jumat (22/1) pagi. 

Hal tersebut diketahui dari otot jenazah yang belum kaku. Tim forensik pun menemukan bintik pendarahan yang disebabkan kekurangan oksigen di daerah mata, wajah, tangan, dan dada. Temuan itu menyimpulkan dugaan penyebab kematiannya.

"Diduga meninggal karena sakit jantung. Benar berdasarkan laporan yang bersangkutan baru saja divaksin, namun vaksin tidak ada hubungan dengan penyebab kematian. Jika akibat vaksin, pasti reaksinya lebih cepat dan matinya juga lebih cepat karena disuntikkan," ujar Indra.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Palembang Yudhi Setiawan mengatakan JF menerima suntikan vaksin Sinovac sehari sebelum ditemukan tewas. Pada 30 menit usai divaksinasi, korban tidak menunjukkan reaksi apa-apa dan dipastikan aman.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan kematian dokter di Palembang bukan karena disuntik vaksin Covid-19. 

"Laporan awal penyebab kematian dikarenakan kurang O2 (oksigen), bukan terkait gejala KIPI (Kejadian Ikutan Pascaimunisasi)," kata Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi.

Dengan demikian, judul artikel milik Indonesia Today itu telah mengaburkan fakta. Judul tersebut berpotensi membuat pembacanya salah menafsirkan kasus kematian dokter di Palembang tersebut. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : Republika
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 27 Februari 2021 - 13:30:31 WIB

    Menkes Sebut Vaksinasi Tahap Kedua Ditargetkan Tuntas Juni

    Menkes Sebut Vaksinasi Tahap Kedua Ditargetkan Tuntas Juni Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksinasi Covid-19 tahap kedua ditargetkan tuntas pada Juni 2021. Hal ini diungkapkan Menkes saat memantau pelaksanaan vaksinasi lansia di Surabaya, Sabtu (27/2)..
  • Sabtu, 27 Februari 2021 - 12:24:09 WIB

    Jokowi Resmi Hapus IMB dan Diganti dengan PBG, Apa Itu?

    Jokowi Resmi Hapus IMB dan Diganti dengan PBG, Apa Itu? Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang sebelumnya diatur dalam Undang-undang No.28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung resmi dihapus oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebagai gantinya, ada ketentuan baru yang diberi nama Perset.
  • Sabtu, 27 Februari 2021 - 11:21:29 WIB

    Lowongan Kerja Pekan Ini: 2 BUMN Cari Posisi Ini

    Lowongan Kerja Pekan Ini: 2 BUMN Cari Posisi Ini Lowongan kerja pekan ini ditawarkan dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI. Berikut lowongan kerja pekan ini.
  • Sabtu, 27 Februari 2021 - 10:19:14 WIB

    Dinilai Beri Sinyal ke Moeldoko, SBY: Aku Lawanmu Bukan AHY!

    Dinilai Beri Sinyal ke Moeldoko, SBY: Aku Lawanmu Bukan AHY! Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun gunung. terkait isu kudeta. Dalam video berdurasi sekira 30 menitan, Presiden keenam RI itu sempat menuduh Kepala KSP, Moeldoko ingin merebut Demokrat.
  • Sabtu, 27 Februari 2021 - 10:14:28 WIB

    Anies Baswedan Unggah Foto Pakai Batik Motif Banteng Merah

    Anies Baswedan Unggah Foto Pakai Batik Motif Banteng Merah Ada yang menarik ketika Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan ikut merayakan Tahun Baru Imlek 2572, bersama keluarga besar Perhimpunan INTI (Indonesia Tionghoa) secara virtual di Jakarta. Anies mengunggah momen itu di ak.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]