GeNose Pendeteksi Covid-19 Lewat Embusan Napas, Begini Cara Kerjanya


Senin, 25 Januari 2021 - 12:51:56 WIB
GeNose Pendeteksi Covid-19 Lewat Embusan Napas, Begini Cara Kerjanya GeNose C19. 

JAKARTA, HARIAHALUAN.COM - Setelah beberapa lama dilakukan uji coba, akhirnya Indonesia menggunakan alat deteksi covid-19 karya Universitas Gajah Mada (UGM) bernama Gadjah Mada Electric Nose Covid-19 atau GeNose C19

Adalah PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang menyatakan siap menggunakan GeNose untuk melakukan screening Covid19 penumpang kereta api. Adapun cara mendeteksi covid-19, adalah lewat embusan napas.

Baca Juga : Apa Itu Gangren? Gejala Baru Covid-19 yang Bisa Berisiko Amputasi Anggota Tubuh

Seperti dikutip dari Okezone, inovasi pembuatan GeNose merupakan kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada (UGM), Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), Badan Intelijen Negara (BIN), dan sejumlah pihak swasta. Pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi serta Badan Riset dan Inovasi Nasional sangat mendukung adanya terobosan teknologi ini.

Lantas, bagaimana cara kerja alat ini sehingga dapat memfilter mereka yang terpapar virus Covid-19?

Baca Juga : 'Varian Raja' dari Afsel, Corona B1351 Harus Lebih Diwaspadai dari B117

Melalui embusan napas, GeNose bekerja secara cepat mendeteksi volatile organic compound (VOC) yang terbentuk karena adanya infeksi covid-19 yang keluar bersama napas seseorang.

Napas akan diambil dan diidentifikasi melalui sensor-sensor yang kemudian datanya diolah dengan bantuan kecerdasan artificial intelligence (AI) untuk pendeteksian dan pengambilan keputusan. Oleh karena itu, alat ini sangat cepat dan akurat untuk medeteksi adanya virus Covid1-19.

Baca Juga : Ibu Hamil tak Direkomendasikan Vaksinasi Covid-19, Ini Penjelasan PP POGI

Selain itu, GeNose sangat mudah digunakan sehingga bisa dioperasikan secara mandiri dan efisien, lantaran aplikasinya terhubung dengan sistem cloud computing untuk mendapatkan hasil diagnosis secara real time.

GeNose juga mampu bekerja secara paralel melalui proses diagnosis yang tersentral di dalam sistem sehingga validitas data dapat terjaga untuk semua alat yang terkoneksi. Data yang terkumpul di dalam sistem selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk keperluan pemetaan, pelacakan, dan pemantauan persebaran pandemi secara aktual.

Baca Juga : Ada Beberapa Varian Mutasi Corona Baru yang Ditemukan, Apa saja?

Uji profiling (kalibrasi) alat ini juga sudah dilakukan dengan menggunakan 615 sampel data valid di Rumah Sakit Bhayangkara Polda DI Yogyakarta dan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 Bambanglipuro di Yogyakarta. Hasilnya menunjukkan tingkat akurasi tinggi yaitu 97 persen.

Bahkan, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko pun sudah menjajal GeNose C19. Uji coba ini dilakukan saat Moledoko menerima satu unit alat GeNose C19 dari Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang P. S. Brodjonegoro.

Melalui alat ini, Moeldoko berharap inovasi tersebut akan menjadi garda terdepan dalam penanggulangan penyebaran Covid-19. “Karena inovasi yang paling mahal adalah inovasi yang menjadi solusi seperti GeNose C19 ini,” ucap Moeldoko. (*)

Editor : Rahma Nurjana | Sumber : okezone.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]