Bundo Kanduang Sumbar: Persoalan Siswi Non-Muslim Pakai Jilbab di Padang Jangan Digoreng-goreng Terus


Senin, 25 Januari 2021 - 19:09:35 WIB
Bundo Kanduang Sumbar: Persoalan Siswi Non-Muslim Pakai Jilbab di Padang Jangan Digoreng-goreng Terus Ketua Bundo Kanduang Sumbar, Reno Raudhatul Jannah Thaib.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Gorengan kisruh siswi non muslim di SMK 2 Padang yang memakai jilbab hingga kini terus bergulir. Ketua Bundo Kanduang Sumbar, Reno Raudhatul Jannah Thaib mengendus ada sejumlah pihak tertentu yang sengaja mempolitisir persoalan tersebut. Akibatnya Minangkabau dinilai intoleran.

"Ini (kasus) sudah dibesar-besarkan, sudah digoreng-goreng. Bahkan disebut juga Minangkabau ini intoleran, macam-macam anggapan orang. Ini sudah sengaja dipolitisir," kata Reno saat dihubungi Harianhaluan.com, kemarin.

Baca Juga : BMKG: Hujan Lebat akan Mengguyur Sejumlah Wilayah Sumbar hingga Besok

Oleh karena itu, Reno meminta seluruh masyarakat untuk berdamai dan tidak perlu memperlebar masalah. Karena tidak ada orang Minangkabau memaksa orang lain untuk mengikuti adat mereka.

"Sudah lah tidak usah diperlebar, karena tidak ada paksaan bagi non muslim untuk menyuruh mereka memakai jilbab. Apalagi di Minang tidak pernah terjadi konflik seperti ini," ujar Reno.

Baca Juga : Bersiap Gelar Kuliah Tatap Muka, Bupati dan Wabup Tanah Datar Kunjungi IAIN Batusangkar

Menurut Reno, dianjurkannya memakai jilbab saat sekolah karena orang Islam mengingat akan ajaran agamanya. Makanya wanita Islam harus memakai jilbab, dan bagi yang tidak beragama Islam tidak ada paksaan untuk memakai jilbab.

"Masalah aturan jilbab ini, hanya beruba anjuran, begitu juga pakai rok panjang ketika sekolah. Kenapa demikian? Karena waktu itu lagi musim DBD, jadi dianjurkan lah memakai rok panjang, dan baju lengan panjang. Setelah itu juga pakai jilbab," ulas Reno.

Baca Juga : Pistol G2 Combat Sukses Picu Kebanggaan Ketua DPRD Dharmasraya akan Karya Anak Negeri

Diberitakan sebelumnya, Kepala SMK 2 Padang Rusmadi mengklarifikasi terkait unggahan video seorang ayah siswi. Unggahan video itu berisi percakapannya dengan pihak sekolah lewat siaran langsung di akun Facebook bernama Elianu Hia itu.

"Pertama-tama, pihaknya menyampaikan permohonan maaf karena takut terjadi gesekan antar agama. Tapi perlu diluruskan, apa yang diposting wali murid tersebut bahwa kedatangannya wali murid ke sekolah adalah keinginannya sendiri," katanya kepada awak media, Jumat malam, (22/1/2021).

Baca Juga : Tingkatkan Silaturahmi, Kanminvetcad I/31 Batusangkar Gelar Anjangsana dan Beri Tali Asih ke Veteran

Lebih lanjut, Rusmadi mengatakan bahwa memang ada kebijakan sekolah untuk memakai kerudung dan kebijakan itu wajib bagi siswi muslim. Sedangkan bagi siswi non muslim menyesuaikan.

"Ini adalah kebijakan guru BK di sekolah kita. Guru BK tidak pernah memaksa untuk memakai jilbab bagi siswi non muslim, tetapi terlebih dahulu ditanya apakah nyaman memakai jilbab. Kalau tidak nyaman, kami tidak memaksa," katanya.

Diakuinya, sebanyak 46 siswa dan siswi bersekolah di SMK 2 Padang. Namun siswi non muslim lain tidak berkeberatan untuk memakai jilbab. Namun siswi yang menolak itu merupakan kelas X di SMK 2.

"Memang ada mempertanyakan terkait siswi (non muslim) yang tidak memakai jilbab. Namun saya meminta agar tidak permasalahan karena menyangkut terkait Hak Asasi Manusia (HAM)," katanya.

Ditegaskannya, bagi siswi non muslim di SMK 2 diminta untuk bisa menyesuaikan.

"Siswi non muslim hanya menyesuaikan. Jika memakai jilbab Alhmdulillah dan jika tidak juga tidak apa-apa," jelasnya. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]