Terkait Vaksin Sinovac, Ketua DPRD Dharmasraya: Mustahil Pemerintah Mau Aniaya Warganya


Senin, 25 Januari 2021 - 19:52:45 WIB
Terkait Vaksin Sinovac, Ketua DPRD Dharmasraya: Mustahil Pemerintah Mau Aniaya Warganya Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat, Paryanto SH. Ist

PULAU PUNJUNG, HARIANHALUAN.COM - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat, Paryanto SH, menegaskan, mustahil jika pemerintah mau menganiaya warganya dalam upaya memerangi virus pandemi COVID-19.

Ketegasan itu ia sampaikan, Senin (25/1/2021), di Dharmasraya, sekaitan adanya keraguan dan keengganan sebagian masyarakat di daerah itu untuk divaksin dengan antivirus COVID-19 produksi negara China, Sinovac.

Baca Juga : BMKG: Hujan Lebat akan Mengguyur Sejumlah Wilayah Sumbar hingga Besok

"Faktanya justru sebaliknya, pemerintah memberikan yang terbaik bagi keselamatan masyarakat dari penyebaran virus COVID-19, salah satunya dengan memberikan vaksinasi serta penerapan standar protokol kesehatan yang ketat dan terukur serta dilaksanakan dengan pendekatan yang humanis," ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat harus cerdas dalam menyaring informasi dan jangan mudah mengambil kesimpulan serta berpartisipasi dalam menyebarkan konten yang benar pada orang-orang terdekat yang berasal dari sumber-sumber terpercaya.

Baca Juga : Bersiap Gelar Kuliah Tatap Muka, Bupati dan Wabup Tanah Datar Kunjungi IAIN Batusangkar

Terkait kegiatan Vaksinasi, ia menjelaskan sudah ada urutan penerima vaksin dan salah satunya adalah tenaga kesehatan sebagai sasaran pertama.

"Yang jelas tidak semua masyarakat mendapatkan vaksinasi pada tahap awal dan juga ada batas umur serta kategori tertentu bagi seseorang yang akan disuntik vaksin Covid-19," ujarnya.

Baca Juga : Pistol G2 Combat Sukses Picu Kebanggaan Ketua DPRD Dharmasraya akan Karya Anak Negeri

Ia meminta masyarakat tetap menjaga diri dan tidak lengah selama masa pandemi Covid-19, dan mengikuti protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak aman.

"Saat ini pemerintah terus bekerja keras mempersiapkan program vaksinasi antivirus COVID-19 karena dinilai upaya itu bisa lebih efektif melindungi masyarakat saat vaksinasi dilakukan pada kondisi yang lebih terkendali dengan laju penularan yang rendah," katanya.

Baca Juga : Tingkatkan Silaturahmi, Kanminvetcad I/31 Batusangkar Gelar Anjangsana dan Beri Tali Asih ke Veteran

Ia mengungkapkan, baru-baru ini pihaknya bersama Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Kepala SKPD, Forkopimda, Sekda, dan segenap anggota Satgas COVID-19 Kabupaten Dharmasraya melakukan rapat evaluasi penanganan dan membahas rencana penanganan pandemi pada 2021.

"Hingga saat ini kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan masih rendah sementara pendemi belum berakhir. Hal ini menjadi cacatan penting bagi pemerintah pada 2021," terangnya.

Ia juga menegaskan, memerangi virus COVID-19 merupakan tanggung jawab semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah.

"Salah satunya mematuhi protokol kesehatan dan mendukung setiap program pemerintah, termasuk vaksinasi. Saya siap untuk divaksin," tutupnya.

Sebelumnya, Akibat dari berkembangnya isu terkait vaksin anti COVID-19 pesanan Pemerintah Republik Indonesia, Sinovac, sehingga menjadi polemik nasional akibat adanya keraguan serta keengganan sejumlah tokoh akan keamanan vaksin tersebut, terpantau telah memicu keengganan masyarakat Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, untuk menerima vaksinasi yang akan diselenggarakan pihak pemerintah itu.

Sebagian besar masyarakat menilai, adanya informasi simpang siur hingga sikap tegas sejumlah tokoh masyarakat yang menolak divaksin, merupakan sebuah sinyal kuat adanya semacam ketidakberesan terkait vaksin Sinovac yang diproduksi oleh perusahaan farmasi asal negara Tiongkok tersebut. (*)

Reporter : Rully Firmansyah | Editor : Milna Miana
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]