Jadi Biang Kerok Banjir, DPRD Sumbar Dorong Percepatan Normalisasi Batang Lembang


Senin, 25 Januari 2021 - 20:04:34 WIB
Jadi Biang Kerok Banjir, DPRD Sumbar Dorong Percepatan Normalisasi Batang Lembang Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Darerah (DPRD) Sumbar, Suwirpen Suib.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Darerah (DPRD) Sumbar, Suwirpen Suib mengajak, seluruh unsur terkait bersinergi dalam menyukseskan normalisasi Sungai Batang Lembang. Jika tidak, kabupaten dan Kota Solok, akan menjadi langganan banjir setiap tahun.

“Dengan kondisi sekarang, Sungai Batang Lembang tidak sanggup lagi menampung debit air ketika musim hujan datang, harus ada koordinasi pemerintah pusat hingga pemerintah nagari untuk menyukseskan normalisasi,” katanya dikutip dari laman resmi DPRD Sumbar, Senin (25/1/2021).

Baca Juga : Bersiap Gelar Kuliah Tatap Muka, Bupati dan Wabup Tanah Datar Kunjungi IAIN Batusangkar

Suwirpen mengatakan upaya normalisasi Batang Lembang selalu terbentur persoalan ulayat, sehingga pergerakan pemerintah cukup terbatas. Sungai ini harus segera dilakukan pengerukan dan pelebaran, agar banjir tahunan yang menerpa Solok bisa diminimalisir.

Suwirpen mengatakan, jika dibebankan pada keuangan daerah untuk normalisasi tidak mencukupi, perlu koordinasi dengan pemerintah pusat sesuai dengan kewenangan masing-masing. Selama ini, pemerintah provinsi selalu menganggarkan melalui pos anggaran bantuan keuangan khusus kabupaten/kota (BKK) supaya lebih optimal harus ada andil pemerintah.

Baca Juga : Pistol G2 Combat Sukses Picu Kebanggaan Ketua DPRD Dharmasraya akan Karya Anak Negeri

“Pemerintah nagari harus bekerja lebih optimal dalam hal sosialisasi, sehingga masyarakat mengerti akan pentingnya normalisasi Batang Lembang,” katanya.

Suwirpen mengatakan, jika Solok menjadi langganan banjir setiap tahun, kerugian moril, materil akan menghantui masyarakat dan pemerintah. Untuk itu perlu perencanaan strategis agar hal itu tidak terus terjadi. Selain melakukan normalisasi, lanjutnya, harus ada pengalihan aliran sungai ke Batang Bawan. Proses tersebut juga memakan anggaran besar. Perlu perencanaan jangka panjang untuk mencegah terjadinya banjir, pemerintah dan masyarakat harus bersinergi.

Baca Juga : Tingkatkan Silaturahmi, Kanminvetcad I/31 Batusangkar Gelar Anjangsana dan Beri Tali Asih ke Veteran

Suwirpen menambahkan, terjadinya musibah harus ditindaklanjuti bersama, seluruh korban membutuhkan bantuan. Meski demikian, prioritaskan yang benar-benar membutuhkan.

Diketahui, sebanyak 9.045 jiwa dari 730 kepala keluarga (KK) menjadi korban banjir dikarenakan luapan Sungai Batang Lembang baru baru ini.

Baca Juga : Dinas PUPR Sumbar Sebut akan Segera Perbaiki Ruas Jalan Provinsi di Solsel

Kepala BPBD Kota Solok, Ikhlas mengatakan, peristiwa banjir kali merupakan yang terparah dan merata. Bahkan, ketinggian air mencapai 2 meter. Menurutnya, banjir ini bersumber dari luapan aliran sungai Batang Lembang dan juga kiriman dari Kabupaten Solok yang juga dari sungai yang sama. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]