Pepen Nazaruddin Diduga Ikut Terseret Kasus Korupsi Bansos


Senin, 25 Januari 2021 - 20:47:17 WIB
Pepen Nazaruddin Diduga Ikut Terseret Kasus Korupsi Bansos Gedung KPK. (Foto: Rachman Haryanto)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Posisi Pepen Nazaruddin sebagai Direktur Jenderal Perlindungan Jaminan Sosial Kementerian Sosial (Dirjen Linjamsos Kemensos) harus dipertaruhkan karena diduga terseret dalam kasus korupsi bantuan sosial (bansos) Corona.

Pasalnya, KPK telah memeriksa saksi bernama Nuzulia Hamzah Nasution terkait kasus korupsi tersebur. Terhadap Nuzulia, penyidik mengonfirmasi dugaan pemberian uang kepada Pepen Nazaruddin.

Baca Juga : Wah! 1,1 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca Sampai di Tanah Air

"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka JPB (Juliari P Batubara) dkk. Nuzulia Hamzah Nasution (Swasta) dikonfirmasi terkait adanya dugaan pemberian sejumlah uang oleh tersangka AIM (Ardian IM) kepada Pepen Nazarudin dan pihak-pihak lain di Kemensos RI," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, dikutip dari detik.com, Senin (25/1/2021).

Selain Nuzulia, KPK juga memeriksa Victorius Saut HS. Dia didalami terkait proses pengusulan anggaran dan teknis pengadaan bansos di wilayah Jabodetabek tahun 2020 di Kemensos RI. Tak hanya itu, KPK juga kembali memeriksa Lucky Falian, pihak swasta dari PT Agri Tekh. Lucky didalami mengenai sejumlah barang bukti yang telah disita KPK.

Baca Juga : Tarif Tenaga Listrik Pelanggan Nonsubsidi Periode April–Juni 2021 masih Tetap

"Di antaranya berbagai dokumen yang terkait dengan perkara ini," ujar Ali.

Sebelumnya, KPK sempat menggeledah rumah Pepen Nazaruddin. Saat itu, penyidik menyita sejumlah dokumen yang terkait dengan kasus korupsi bansos Corona.

Baca Juga : Tak Hanya Rekam Pelanggar Lalu Lintas, Ini Fungsi Lain dari ETLE

"Dari rumah yang bersangkutan tersebut, ditemukan dan diamankan berbagai dokumen yang terkait dengan perkara," kata Ali.

Penggeledahan itu terkait penyidikan dugaan korupsi di Kemensos dengan tersangka mantan Mensos Juliari P Batubara. Penggeledahan dilakukan pada Rabu, 13 Januari 2021. Adapun alamat rumah yang digeledah KPK adalah Prima Harapan Regency B4, Nomor 18, Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Baca Juga : Menpan RB Larang ASN dan Keluarganya ke Luar Daerah Selama 10-14 Maret

Dalam kasus ini, mantan Mensos Juliari P Batubara ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus korupsi bansos Corona. Dia dijerat bersama empat orang lainnya, yaitu Matheus Joko Santoso, Adi Wahyono, Ardian IM, dan Harry Sidabuke. Dua nama awal merupakan pejabat pembuat komitmen atau PPK di Kemensos.

Sedangkan dua nama selanjutnya adalah pihak swasta sebagai vendor pengadaan bansos. KPK menduga Juliari menerima jatah Rp 10 ribu dari setiap paket sembako senilai Rp 300 ribu per paket. Total setidaknya KPK menduga Juliari Batubara sudah menerima Rp 8,2 miliar dan Rp 8,8 miliar. (*)

Editor : Milna Miana | Sumber : Detik.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]