Dokter Reisa: Menambah Tempat Tidur di Rumah Sakit Bukanlah Jawaban Tepat Penanganan Covid-19


Senin, 25 Januari 2021 - 20:58:27 WIB
Dokter Reisa: Menambah Tempat Tidur di Rumah Sakit Bukanlah Jawaban Tepat Penanganan Covid-19 Dokter Reisa. Dok detik.com

JAKARTA, HARIANHALUAM.COM - Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) diperpanjang dari 26 Januari - 8 Februari 2021. Keputusan ini diambil karena kasus aktif per 22 Januari 2021 mencapai lebih dari 150 ribu pasien.

Sementara itu angka kasus terkonfirmasi positif sejak awal pandemi mencapai 965.283 orang. Dengan adanya perpanjangan PPKM ini, masyarakat luas diharapkan ikut memberi sumbangsih dalam mengendalikan pandemi dengan cara beraktivitas di rumah saja.

Baca Juga : Kemenkes Sediakan Layanan Drive Thru Vaksinasi Covid-19 bagi Lansia

Menurut Juru Bicara Pemerintah dan Duta Perubahan Perilaku, dr. Reisa Broto Asmoro, meski pemerintah terus mengupayakan penambahan kapasitas rumah sakit untuk penanganan COVID-19, namun itu belum tentu memadai dan mencukupi jika pasien COVID-19 terus bertambah.

Secara nasional, rasio pemanfaatan ruang ICU dan tempat isolasi makin tinggi, yaitu lebih dari 60% . Terlebih, kemampuan dan kapasitas tenaga kesehatan yang sudah hampir setahun menjadi garda terdepan penanganan COVID-19, sangat terbatas.

Baca Juga : Kasus Positif Covid-19 Menurun, Bukan Pertanda Pandemi Melandai

“Tidak mungkin 1,4 juta tenaga kesehatan di seluruh Indonesia hanya bertugas merawat pasien COVID-19. Masyarakat juga harus turut serta dengan cara menjaga diri, keluarga, dan lingkungan dari risiko tertular COVID19. Ayo kita lakukan tiga jurus melawan COVID-19,” pesan dr. Reisa dalam keterangan tertulis yang diterima Harianhaluan.com, Senin (25/1/2021).

Adapun tiga jurus melawan COVID-19 adalah tetap disiplin 3M, dukung penuh kinerja tenaga kesehatan Indonesia, kemudian lawan dan perangi hoaks.

Baca Juga : Corona B117 Masuk ke Indonesia, Pakar UGM: Tak Perlu Khawatir Berlebihan

“Memakai masker dan kombinasi jaga jarak dan mencuci tangan akan menurunkan risiko penularan drastis sampai ke tingkat terendah,” pesannya.

Puluhan Ribu Vaksinator Bersiap Jadi Komunikator Andal

Sementara itu, pemahaman penuh tenaga kesehatan akan program vaksinasi COVID-19 sangat penting. Berbagai survei menunjukkan tenaga kesehatan adalah pihak terpercaya dalam mengedukasi masyarakat tentang vaksin COVID-19. Sebanyak 42 ribu vaksinator yang dilatih juga telah menerima pelatihan keterampilan komunikasi antarpribadi.

Baca Juga : Empat Karyawan Positif Covid-19, Kantor KONI Riau Ditutup Sepekan

Sebelum mereka terjun ke masyarakat, para vaksinator ini berinisiatif mengedukasi sesama tenaga kesehatan terlebih dahulu yang menjadi kelompok pertama penerima vaksin.

Tercatat lebih dari 4.100 vaksinator mulai aktif mengedukasi dan menyampaikan laporan dialog dan diskusi mereka melalui sebuah platform teknologi yang dikembangkan Kementerian Kesehatan dan UNICEF bernama Rapid Pro. Lewat teknologi ini telah dilaporkan bahwa sekitar 2.000 nakes yang awalnya bersikap ragu-ragu berubah jadi bersedia divaksinasi.

“Kemudian sekitar 67% atau 1.400 dilaporkan sangat tertarik dan menyimak serta mendengarkan pesan-pesan vaksinator yang mengajak mereka berdialog,” ungkap juru bicara pemerintah, dr. Reisa Broto Asmoro.

Per 22 Januari sudah lebih dari 100 ribu tenaga kesehatan mengikuti vaksinasi. Antusiasme tenaga kesehatan indonesia juga ditunjukkan dengan minat mereka mendalami segala hal tentang vaksin dan program vaksinasi COVID-19. (*)

Editor : Milna Miana | Sumber : Rilis
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]