AN Berbeda dengan UN Ya, Ini Penjelasan Kemendikbud


Selasa, 26 Januari 2021 - 14:55:15 WIB
AN Berbeda dengan UN Ya, Ini Penjelasan Kemendikbud Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menegaskan Asesmen Nasional (AN) berbeda dengan Ujian Nasional (UN). Kepala Pusat Asesmen dan Pembelajaran Kemendikbud Asrijanty menjelaskan, saat ini masih terjadi perbedaan persepsi di masyarakat terkait AN dan UN.

"Jadi kalau tidak ada UN bagaimana? Tetap saja untuk pembelajaran untuk asesmen untuk penilaian itu tetap menjadi porsi wewenang sekolah oleh guru. Jadi kelulusan ditentukan oleh sekolah. Sebenarnya itu sudah terjadi 2015 ketika UN tidak menentukan kelulusan," kata Asrijanty, dikutip dari Republika, Selasa (26/1).

Baca Juga : Alur Pengambilan Toga Wisuda Politeknik Negeri Padang

AN akan mulai dilaksanakan tahun ini yakni pada September dan Oktober 2021. AN dan UN memiliki sistem yang sangat berbeda. Asrijanty menjelaskan, UN hasilnya diberikan dalam bentuk laporan individu peserta. Namun, untuk AN hasilnya adalah laporan satuan pendidikan yang digunakan untuk pemetaan nantinya.

Selain itu UN dirancang untuk menilai hasil belajar peserta didik pada akhir jenjang. Hal ini berbeda dengan AN yang mengevaluasi kualitas pendidikan secara umum. AN juga hanya dilakukan pada kelas X, XIII, dan XI.

Baca Juga : Segera Daftar! Batas Pendaftaran Wisuda Politeknik Negeri Padang Berakhir Besok

Asrijanty menambahkan, peserta didik yang mengikuti AN tidak seluruh siswa di kelas X, XII, dan XI melainkan hanya sampel saja. Pada dasarnya, AN adalah survei hasil pembelajaran yang dilakukan selama ini.

Komponen penilaian yang paling berbeda dari UN adalah penilaian karakter pada AN. Ia menjelaskan, AN memang merupakan sesuatu yang sulit diukur. Namun, setidaknya Kemendikbud butuh informasi secara umum kondisi siswa di sekolah.

Baca Juga : Nadiem Siapkan Rp 2,6 Triliun untuk Kuota Internet Tahun Ini

"Dengan informasi yang komprehensif ini, maka kita dapat memberikan umpan balik kepada sekolah, kepada dinas pendidikan, Kemenag, untuk bagaimana dengan kondisi seperti ini? Apa yang perlu kita lakukan," kata dia lagi. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : Republika
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]