Kuota Berkurang, Disperta Solsel Sarankan Petani Manfaatkan Pupuk Organik


Selasa, 26 Januari 2021 - 16:01:14 WIB
Kuota Berkurang, Disperta Solsel Sarankan Petani Manfaatkan Pupuk Organik Aktivitas Petani di Solsel saat membajak sawah. Jefli

SOLSEL, HARIANHALUAN.COM - Dinas Pertanian (Disperta) Solok Selatan (Solsel) menyarankan petani di kabupaten ini memanfaatkan pupuk organik. Hal ini dikatakan Plt Kepala Dinas Pertanian Solsel, Del Irwan pada Harianhaluan.com, Selasa (26/1/2021).

"Disebabkan berkurangnya kuota pupuk bersubsidi di Solsel, kita juga memberikan masukan kepada petani tentang pemanfaatan pupuk  organik," kata Del Irwan.

Baca Juga : Peroleh DAK Rp11 Miliar, DPUTR Agam Rehab 10 Paket Jaringan Irigasi

Dia mengatakan kebutuhan pupuk bersubsidi di Solsel tidak sebanding dengan luas target tanam sesuai jatah yang diberikan pemerintah pusat.

Menurutnya, petani yang telah terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) di 2021 berjumlah 14.458 petani. 

Baca Juga : BLK Agam Gelar Pelatihan Pembuatan Kue dan Roti

"Ada 59 kios pupuk bersubsidi yang tersebar di tujuh kecamatan, dimana semuanya sudah terintegrasi dengan e-RDKK," katanya.

Pihaknya merinci jumlah kios pupuk bersubsidi di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh sebanyak 10 unit. Kecamatan Sungai Pagu 12 unit. Pauh Duo 9 unit. Sangir 17 unit. Sangir Jujuan 5 unit. Sangir Batanghari 3 unit dan Sangir Balai Janggo 3 unit.

Baca Juga : Rusma Yul Anwar: Pembangunan Harus Terukur

Berdasarkan data e-RDKK Solsel, kebutuhan pupuk bersubsidi sebanyak 19.143 ton pada 2021. Sedangkan, kuota pupuk bersubsidi hanya 5.714 ton. 

Adapun rincian kebutuhan pupuk bersubsidi berdasarkan data e-RDKK 2021 yakni, Urea 3.793 ton. SP-36 sebanyak 732 ton. ZA 241 ton. NPK 7.535 ton. Organik granul 6.842 ton.

Baca Juga : PKKM Sumbar 2020, Sembilan Kepala Madrasah Agam Masuk 10 Besar

Sementara, jatah pupuk bersubsidi 2021 untuk Solsel yakni,  jenis Urea 1.912 ton atau berkurang 425 ton dibandingkan 2020. Pupuk jenis SP-3 alokasi 732 ton, berkurang 423 ton dari 2020. Pupuk jenis ZA 163 ton, berkurang 599 ton. Kuota pupuk NPK 2.258 ton, berkurang 1.267 ton. Alokasi pupuk organik granul 649 ton, berkurang 819 ton dibandingkan 2020. (*)

Reporter : Jefli | Editor : Heldi Satria
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]