Butuh Dana Rp900 Miliar Beli Pupuk Non Subsidi untuk Petani Sumbar


Rabu, 27 Januari 2021 - 19:12:42 WIB
Butuh Dana Rp900 Miliar Beli Pupuk Non Subsidi untuk Petani Sumbar Foto istimewa

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar menyatakan untuk mencukupi pupuk bagi petani dengan menggunakan pupuk non subsidi membutuhkan dana sebesar Rp900,93 miliar, jika tidak ada penambahan alokasi pupuk bersubsidi.

"Jika tidak dapat penambahan pupuk bersubsidi, kita beli yang non subsidi. Tapi butuh dana yang sebesar," sebut Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, Syafrizal, kemarin.

Baca Juga : Masyarakat Campago Selatan Padang Pariaman Berharap Leonardy Fasilitasi Pengembangan Perekonomian

Menurut Syafrizal, besarnya dana yang dibutuhkan itu melihat dari harga pupuk itu sendiri. Saat ini untuk pupuk subsidi jenis Urea harga per karung dengan berat 50 kilogram nya itu Rp295.000 dan untuk pupuk urea ini Pemprov Sumbar membutuhkan penambahan sebanyak 53.270 ton.

Lalu untuk pupuk jenis NPK harganya kini Rp500.000 per karung dengan berat 50 kilogram dan dibutuhkan sebanyak 24.440 ton.

Baca Juga : Usai Dilantik, Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman Gelar Silaturahmi

Kebutuhan pupuk lainnya yakni SP 36 dengan harga dibawah Urea yakni Rp250.000 per karung dengan berat 50 kilogram.

Terakhir pupuk ZA juga menjadi harapan untuk ditambah sebanyak 28.435 ton dengan harga Rp250.000 per karung dengan berat 50 kilogram.

Baca Juga : Leonardy Harmainy: Pariwisata Jika Dikelola dengan Baik akan Memberikan Keuntungan

Dengan adanya kelangkaan pupuk bersubsidi di Sumbar, Syafrizal meminta petani menggunakan pupuk organik. Karena, pupuk organik dapat meningkatkan produktivitas pangan juga tahan terhadap serangan hama.

"Jadi adanya kekurangan pihak pemerintah mengusahakannya dengan pupuk organik. Berkurangnya ini (pupuk) karena memang dari Jakarta," ujar Syafrizal.

Baca Juga : Dishub Kabupaten Pessel: Odong Odong Agar Tidak Beroperasi di Jalan Utama

Selain itu, kata pria yang akrab disapa Jejeng ini, untuk mengatasi kekurangan pupuk tersebut diminta para petani supaya menggunakan jumlah pupuk yang tersedia. Jika nanti sudah habis pihaknya akan mengusulkan kembali ke pusat untuk menambah pupuk bersubsidi.

"Biasanya setiap tahun itu kita berusaha dulu menggunakan jumlah pupuk yang ada. Nanti kalau kurang kita minta lagi ke Jakarta penambahannya, biasa ditambah sama pusat," ulas Syafrizal. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]